MFF 29

4.3K 237 13
                                        

"Anna! Are you pregnant ?"

Anna menelan salivanya susah. "C-Cath..."

Catherine menatap Anna nyalang. "Jawab pertanyaanku, An. Apa kau hamil ?!"

"Cath, ini tidak seperti-"

Catherine membekap mulutnya tak percaya. "Jadi kau benar hamil ?"

Wajah Anna sudah memucat. "A-aku..."

Catherine menyentuh bahu Anna. "Katakan siapa yang menghamilimu, An ?" Anna masih bingung harus memulai dari mana. "Apa itu Kevin ?"

Anna menggeleng kaku. "Bu-bukan."

"Kalau bukan Kevin, lalu siapa ?! Katakan, An." Catherine menatap Anna curiga. "Kau tidak melakukan one night stand dan akhirnya hamilkan, An ?!"

"Tidak, tentu saja tidak."

Catherine berjalan mondar-mandir. "Lalu katakan siapa ayah dari anak itu. Katakan dengan jelas supaya aku bisa membantumu."

Anna menunduk sedih.

Catherine kembali memegang bahu Anna. "Anna, kau bisa menceritakan semuanya padaku..." katanya lembut.

Anna mendongak dengan air mata yang siap jatuh. "Cath, maafkan aku..." Dia memeluk Catherine dan menangis di bahu sahabatnya itu, sedangkan Catherine hanya mengelus punggung Anna.

"Sudahlah, An, sudah..."

"Maafkan aku..."

Anna masih terus menangis.

"Kau bisa menceritakannya jika kau sudah siap."

Ting

Catherine membuka ponselnya dan mendapati pesan dari salah satu temannya yang mengatakan bahwa kelas Mr.Paul akan dimulai 30 menit lagi.

"Anna maafkan aku, aku harus ke kampus."

Anna mengangguk. "Ya, Cath tidak apa-apa."

Catherine mengambil tasnya. "Aku akan kemari lagi nanti." Anna hanya menjawab dengan deheman.

***

Sebuah mobil mewah keluaran terbaru berhenti disebuah basement apartemen, si pengendara segera keluar dari mobil dan menaiki lift menuju lantai yang dituju. Tanpa membuang banyak waktu dia segera menekan pin dan masuk ke unit tersebut.

"Anna."

Anna langsung menghambur memeluk Rein. "Rein..." Anna kembali menangis tersedu-sedu.

"Ada apa ?" tanya Rein dengan nada khawatir.

"Aku tidak bisa lagi membohongi Catherine..."

Rein langsung terdiam, dia mengelus punggung Anna. "Aku sudah mengatur pertemuan kita bertiga."

Anna mengurai pelukannya. "Aku takut. Bagaimana jika dia menolakku ?"

Rein tersenyum mencoba menghibur kekasihnya itu. "Dia pasti menerimamu."

"Be-"

Ting tong

Anna dan Rein menatap ke sumber suara.

"Siapa itu ?" tanya Rein.

Anna menghapus air matanya. "Entahlah, akan ku periksa."

Anna berjalan ke arah pintu dan membukanya. Matanya langsung membelalak kaget mendapati siapa yang berdiri di depannya ini.
"C-cath..."

Kosong sudah pikiran Anna sekarang.

"Bukuku ketinggalan-"

"Siapa, An ?"

MY FRIEND'S FATHERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang