"ɢɪʟᴀ ᴀᴊᴀ ɢᴜᴇ ᴅɪꜱᴜʀᴜʜ ᴊᴀᴅɪ ᴘᴀᴄᴀʀ ʙᴏʜᴏɴɢᴀɴ ᴅɪᴀ! ʏᴀ ᴍᴀᴜʟᴀʜ ɢᴜᴇ! ᴄᴀɴᴅᴀ ᴍᴀᴜ ᴍᴡᴇʜᴇʜᴇʜᴇ ...."
//DEOLLA//
Nella Himela adalah seorang pencuri amatiran. Di debut pertamanya sebagai seorang maling, ia tertangkap basah oleh penjag...
~Bukannya narsis, aku ini memang pada dasarnya ganteng, kok~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"NAJIS!"
Nella menepis tangan Deon dari kepalanya. Gila, setelah menyusahkan hidupnya, kini Deon mengajaknya pacaran? Apakah urat malu pemuda tinggi itu telah putus tak tersisa?
"Aku 'kan belum selesai ngomongnya." Deon tersenyum simpul dan menepuk keras bahu Nella sambil meremasnya sedikit, "Maksudku, kamu jadi pacar bohonganku, bukan pacar beneran. Kalau kamu nggak mau, nggak apa-apa, sih. Mungkin aku bisa ngomong ke Pak Anes kalau kemarin-kemarin kamu telah melakukan hal nggak baik."
Nella mencibir, merasa amat benci pada Deon yang selalu memanfaatkan ketidakberdayaannya soal kejadian tempo lalu. Namun, mengapa Nella harus menjadi pacarnya? Bukankah hal itu terdengar sangat picisan, seperti di sinetron-sinetron yang sering Netta tonton?
"Alasan lo?"
Deon menyengir ganteng dan merangkul Nella sok akrab.
"Kamu akan tahu setelah melihat orangnya."
"DEUNYUUU!"
Nella membelalak, menatap Deon dan gadis di ujung lapangan dengan kaget. Apa katanya? Deunyu? Tak bisa menyembunyikan tawanya, Nella menampar kepala belakang Deon dan menjauh dari pemuda berwajah membosankan itu.
"Deunyu? Nama lo mantap juga." Nella masih saja tertawa ngakak sampai-sampai air matanya keluar. Demi Tuhan, rasanya nikmat sekali bisa membalas perbuatan Deon padanya.
Deon memutar bola matanya jengah ketika melihat gadis yang baru saja berteriak mengagetkan seisi lapangan menghampirinya sembari menggembungkan pipi. Bersamaan dengan datangnya gadis itu, bel istirahat berbunyi seantero sekolah membuat Nella semakin melebarkan senyumannya.
"Gue cabut dulu, ya. Jangan galak-galak sama istri lo." Nella mengedipkan sebelah matanya dan hendak berlari menuju kantin untuk menemui teman-teman pengkhianatnya, tetapi tarikan di kerah baju Nella menghentikan langkah seribunya.
Belum sempat dia memprotes kelakuan semena-mena Deon, pemuda sialan itu malah merangkulnya lagi, kini justru terlihat semakin dempet. Nella risi, hendak menendang tulang kering Deon sebelum sebuah suara manja mengeksploitasi telinganya.
"Deunyuuu! Kok, kamu mau-mau aja, sih, dipeluk sama cewek bermuka standar kayak dia?"
Nella memicing tak suka. Sudah dijadikan korban oleh Deon, sekarang dia justru dihina berwajah standar oleh siswi sok cantik di hadapannya.
"Eh, asal lo tahu, ya, gue ini ngga-"
Deon buru-buru menutup mulut Nella dan tersenyum mencurigakan. Setidaknya begitulah yang terlihat di pandangan Velinka, gadis yang sedari tadi memanggil Deon dengan sebutan 'Deunyu'.