Pagi harinya Jennie terbangun dengan kepala pusing, rupanya ia tertidur di ruang tamu. Kucing liar itu mengeong sejak dini hari, membuat tidur Jennie lumayan terganggu. Itulah mengapa kepalanya pusing saat ini. Gadis itu ngantuk sekali hingga ia malas bangun untuk sekadar mencari tahu apa mau si kucing.
"Meng, apa kau lapar?" tanya Jennie sembari berjalan menuju kucing kecilnya. Kucing itu rupanya menggaruk-garuk gorden jendela dengan kukunya, di sana juga Jennie mendengar suara kucing lain. Sesaat setelah membuka gorden jendela, Jennie melihat kucing lain yang berwarna sama dengan Meng.
"Ow... Apa dia ibumu?" tanya Jennie. Gadis itu membuka jendelanya dan membiarkan kucing itu meloncat ke arah induknya.
"Aw... Kalian imut sekali." Jennie tersenyum melihat tingkah lucu kedua kucing itu.
"Jinu oppa, lihatlah! Meng bertemu ibunya," pekik Jennie. Pria yang dipanggil keluar dari kamar dengan rambut yang berantakan. Ia menghembuskan napas lega, itu artinya ia tak perlu mengadopsi kucing itu.
"Syukurlah, biarkan mereka pergi," jawab Jinu.
"Tidak mau! Kita pelihara dua-duanya," pinta Jennie yang nampaknya tak akan mendapatkan persetujuan dari Jinu.
***
Wajah imut itu cemberut di sepanjang jalan. Pipi mandunya seolah membengkak karna wajah yang ditekuk sedari tadi. Baru saja Jennie dan Jinu berlalu dari sebuah rumah penampungan hewan liar. Benar, akhirnya mereka menitipkan Meng dan induknya di tempat itu.
"Jangan cemberut, aku akan membelikanmu es krim setelah ini," ucap Jinu yang saat ini fokus mengemudi.
"Kau pikir kau bisa menyogokku?" Jennie melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap kesal pada kekasihnya itu.
"Ya sudah, kalau tidak mau."
"Rasa coklat. Dan strawberry... Dan vanilla," jawab Jennie. Gadis itu masih menatap kesal pada Jinu. "Es krim ekstra besar, dan harus ada buah cherry di atasnya," lanjutnya.
"Baiklah, apa lagi?" tanya Jinu.
"Aku tidak akan membaginya denganmu!"
"Baiklah, kau bisa menghabiskannya sendiri." Jinu masih nampak santai, pria itu menyalakan maps di mobilnya untuk mencari penjual es krim terdekat.
"Tapi kau yang bayar," tambah Jennie.
Beberapa saat kemudian, Jinu menghentikan mobilnya. Mereka sampai di sebuah kedai es krim yang kecil.
"Hore, es krim!" Jennie berlari ke salah satu meja yang terletak paling pojok. Jinu memesankan apa yang Jennie mau, kemudian ia menghampiri Jennie sambil membawakan pesanan yang diminta.
Setelah selesai memakan es krim, keduanya segera bergegas pulang. Jennie harus beristirahat untuk rutinitas besok, dan Jinu juga harus menyelesaikan lukisannya untuk pameran lusa depan.
Di depan kedai, seorang gadis bersembunyi. Kemudian ia melangkah mengendap-endap agar tidak ketahuan. Sesaat setelah masuk ke dalam, gadis itu menghela napas lega.
"Ada apa denganmu?" tanya pemilik kedai.
Gadis muda itu terkekeh. "Tidak apa-apa, ahjumma. Oh ya, Yoon mengajakku bertemu hari ini. Jadi,aku akan menunggunya di sini."
Wanita paru baya di depan gadis itu menatapnya curiga. "Apa kau berpacaran dengan cucuku?" telisiknya. Wajah gadis itu memerah, i menggeleng. "Ti-tidak," jawab gadis muda itu.
"Eh, Cho Miyeon. Apa sudah dari tadi?" tanya Yoon yang baru saja masuk ke kedai.
"Dia baru saja datang, bahkan belum sempat memesan es krim rasphberry kesukaannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lovely Stranger [END]
FanfictionCompleted Jennie Kim - Kim Jinu Sebuah keadaan memaksa mereka untuk tinggal satu atap bersama Start: 28 Juli 2019 End: 18 April 2021
![Lovely Stranger [END]](https://img.wattpad.com/cover/195186676-64-k42224.jpg)