Bab 25. Back to Earth

5.1K 630 25
                                        

UPDATE!!!

Ayo semua merapat ya!! Siapa yang udah nunggu chapter hari ini? Mana suaranya?

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁

Vote comment share

Follow recommend

Love,
DyahUtamixx



Love,DyahUtamixx

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rosemary mengerang dan membuka kedua matanya perlahan. Ia menoleh ke kanan dan kiri sebelum mendesis pelan karena tubuhnya yang terasa seperti ditabrak oleh bus. Rosemary mencoba untuk bangun, tapi tangannya terasa begitu lemas sampai diangkat pun rasanya sulit. Ia menarik napas dan mencoba kembali mengangkat tangannya yang kali ini berhasil walaupun terlihat gemetar hebat. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya hingga kondisi tubuhnya seperti ini, tapi memorinya kosong. Tidak ada satupun yang Ia ingat.

Rosemary menghela pelan dan memejamkan matanya lagi, mencoba untuk menenangkan dirinya dan dengan perlahan menggali otaknya akan apa yang terjadi, lalu pada akhirnya memori kembali datang satu persatu. Membuat tubuhnya yang sudah rileks, kembali tegang. Sontak Rosemary membuka kedua kelopak mata dan untuk yang kedua kalinya memperhatikan sekeliling ruangan.

Saat itulah Ia sadar dengan nuansa kamar dimana dirinya berada saat ini. Rosemary mengerjapkan matanya bingung, hal terakhir yang Ia ingat adalah perlakuan kejam Cain padanya sebelum gelap menghampirinya. Apakah ini salah satu ilusi Cain dalam mempermainkan dirinya? Apa Cain sedang mengutak atik mimpinya lagi? Rosemary mencubit lengannya dan mendesis pelan ketika merasakan sakit. Ia menatap tangannya tidak percaya. Jika terasa sakit, berarti ini tandanya adalah nyata.

Rosemary kembali berusaha bangkit dan ketika berhasil Ia tersenyum. Ia menatap ke luar jendela dimana matahari bersinar dan jam digital yang terletak di atas nakas. Masih tidak percaya dengan sekelilingnya. Ia kembali ke dunianya? Bumi dimana rumahnya berada? Rosemary memandang seluruh ruangan yang merupakan kamar utama mansion Cain. Setelah meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini memang benarlah nyata, Rosemary beranjak dari kasur dengan perlahan. Kemudian Ia berjalan le arah nakas dimana ponsel jadulnya berada.

Sejenak Ia menoleh ke arah pintu, memastikan tidak ada siapapun yang akan memasuki ruangan ini. Rosemary mengeliarkan ponsel tersebut dan menekan beberapa angka nomor yang sudah dihapalnya. Rosemary menghentakkan kakinya dengan tidak sabar ketika nada sambung terdengar. "Ayo Sophie ... angkat teleponnya ... " gumam Rosemary dengan tidak sabar.

Butuh waktu yang cukup lama hingga akhirnya panggilannya diangkat. "Rose?"

"Dia membawaku ke dunianya!" Geram Rosemary pada temannya.

"Apa? Tapi bagaimana bisa? Cincin itu---"

"Dia memanipulasiku." Rosemary berkata pelan, memotong kalimat Sophie. "Dia menggunakan tubuh Carlos untuk menghampiriku, membuatku merasa nyaman hingga pelindung yang ada di cincin itu tidak aktif, lalu dia melepaskan cincin itu dari jariku."

The Dark DesireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang