(Only for 21+)
DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK!
••••••••••••••••
Cinta dan benci adalah dua perasaan yang tidak dapat terpisahkan bagi Rosemary. Mencintai seorang Cain yang memiliki rahasia gelap, membuat Ros...
Oke gausah berlama2 cuss langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love, DyahUtamixx
Jangan lupa follow ig aku @dyah_utaami25 untuk tahu semua info terbaru mengenai cerita aku 😉
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rosemary terbangun dengan perasaan yang tenang. Ia menguap lebar seraya merenggangkan tubuhnya yang masih tertidur. Rosemary menghela keras dan menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya sebelum beranjak turun dari atas kasur empuk nan nikmat yang sekarang sudah menjadi tempat favoritnya. Rosemary berjalan dengan langkah malas menuju kamar mandi. Ia harus segera bersiap karena waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi dan sarapan jam delapan pagi. Ia masih mempunyai waktu satu jam untuk melakukan rutinitas paginya, tapi Ia yakin Cain akan mendatangi kamarnya dengan sesuka hati pria itu, sama sekali tidak mempedulikan hak privasi orang lain.
Rosemary mencuci muka dan menyikat gigi. Ia memperhatikan tiap botol skincare yang tersedia di depannya. Tentu saja ini terlalu berlebihan bagi Rosemary, tapi sebagai wanita Ia harus memanfaatkan barang gratis semaksimal mungkin bukan? Setelah selesai melakukan rutinitas paginya, Rosemary berjalan memasuki walk in closet. Beruntung kamar mandi dengan area luas yang seperti sebuah mall pribadi itu memiliki pintu penghubung, jadi Rosemary tidak perlu takut orang lain melihatnya telanjang.
Ia langsung mencari pakaian untuk hari ini. Tentu saja karena Rosemary tidak tahu agenda Cain untuknya, jadi Rosemary memutuskan untuk memakai pakaian yang menurutnya cocok, yaitu celana training dan kaus panjang. Rosemary berjalan keluar sambil melipat lengan bajunya hingga ke siku. Bertepatan dengan itu, Ia mendengar suara pintu yang terbuka dan sontak Rosemary menghentikan langkah. Ia mengerutkan kening ketika melihat Cain melangkah masuk dengan cengiran khasnya. "Apa kau bermimpi indah?"
Rosemary mengerutkan kening. "Aku tidak bermimpi apapun. Jadi aku tidak bisa menjawabmu." Seketika cengiran di wajah Cain perlahan meluntur. "Kenapa dengan ekspresimu itu?"
"Oh tidak, hanya saja aku kecewa kau tidak memimpikan diriku semalam," jawab Cain dengan jujur. Rosemary membuka mulutnya lebar tidak percaya sebelum terkekeh pelan. "Kenapa?" Tanya Cain dengan nada merajuk.
"Kau itu terlalu narsis. Aku heran dimana letak keseriusanmu?"
Cain menyeringai lebar dan menuntun Rosemary ke sofa yang ada di dekat jendela. Tidak lama kemudian dua pelayan masuk membawa nampan berisi sarapan lengkap, mereka menaruhnya tepat diatas meja dengan begitu rapih serta tersusun sebelum berjalan meninggalkan ruangan. "Makanlah. Aku tahu pasti kau lapar."