(Only for 21+)
DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK!
••••••••••••••••
Cinta dan benci adalah dua perasaan yang tidak dapat terpisahkan bagi Rosemary. Mencintai seorang Cain yang memiliki rahasia gelap, membuat Ros...
Akhirnya chapter yang kalian tunggu sudah tiba! Siapa yang nunggu chapter hari ini? Mana suaranya?!!
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love, DyahUtamixx
Jangan lupa follow instagramku @dyah_utaami25 untuk tahu segala info terbaru ceritaku atau yang ingin mengenalku lebih jauh 😉
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia menatap mata monster itu untuk yang terakhir kalinya sebelum berbalik dan berlari pergi secepat yang Ia bisa. Rosemary tahu, monster itu akan mengejarnya, tapi selama Ia memakai cincin pemberian Sophie, monster itu tidak akan bisa menyentuhnya. Rosemary berlari sekencang mungkin. Ia mengayunkan kakinya yang telanjang tanpa alas kaki. Sebisa mungkin dirinya tidak menoleh ke belakang. Ia bukan makhluk supernatural, tapi Rosemary masih dapat mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Rosemary merutuki dirinya sendiri dalam hati. Seharusnya Ia tidak lepas kendali dan membeberkan semua yang dirinya pendam, tapi bukankah itu juga hal yang percuma karena Ia sudah melihat wujud monster itu secara nyata?
Ia tidak mau memikirkannya lagi. Itu sudah terjadi dan Rosemary tidak bisa mengulang waktu, yang menjadi prioritasnya saat ini adalah keluar dengan selamat dan lepas dari cengkraman monster itu.
Rosemary menarik napas lalu menuruni tangga besar yang menghubungkan antara lantai atas dengan lantai dasar, tapi Ia harus berhenti tepat di ujung anak tangga. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya terkepal kuat ketika melihat pemandangan yang ada di depannya. Rosemary mendengus dalam hati. Bagaimana tidak? pintu depan yang menjadi akses kebebasannya tertutup rapat dan dijaga ketat oleh penjaga dengan ekspresi mengerikan.
Rosemary menoleh ke belakangnya dan melihat Cain---kembali dengan menggunakan tubuh Carlos----berdiri bersama Russel. Wajah mereka terlihat begitu dingin dan datar, tapi Rosemary tidak bisa menahan tubuhnya untuk tidak gematar takut saat melihat tatapan dan ekspresi Cain. Ia menoleh ke kanan dan kiri. Para staff berdiri di sisi kanan dan kirinya walaupun jarak mereka masih cukup jauh. Rosemary tahu dirinya sudah dikepung, tapi Ia tidak akan membiarkan dirinya kalah.
Rosemary menunduk dan memperhatikan cincin di tangannya. Rosemary mendengar suara geraman di sekelilingnya dan mau tidak mau Ia mendongakkan kepala. Seketika matanya membulat penuh melihat pemandangan di depannya. Semua orang---baik itu penjaga maupun staff, memapangkan taring mereka yang tajam pada Rosemary. Jika bukan karena tanduk, kuku jari yang panjang, dan juga manik merah yang mengerikan, mungkin Rosemary berpikir mereka adalah vampire.
Lalu satu persatu dari mereka menunjukkan jati diri mereka sebagai monster, iblis, incubus.
Rosemary berteriak penuh trauma. Ia jatuh terduduk dan memperhatikan semua monster yang mengepungnya. Ia merasakan tenggorokannya seperti ada yang mencekik, membuatnya tidak mampu bernapas. Samar-samar Rosemary mendengar suara rintik hujan yang berubah menjadi badai besar diiringi petir yang menggelegar, membuat aura disekelliling bertambah horror dan mencekam.