15. Khawatir jika suka

1.8K 221 0
                                        

Jangan menarik ulur hati, nanti terlanjur tertarik kamu akan sulit melepasnya

•••

Hari penerimaan nilai tiba pagi ini Abraham bangun lebih pagi bukan hanya untuk sholat subuh ia sempatkan untuk membuat sarapan atau lebih tepatnya membantu Bi Sasi

Anjani ia masih dikamar sedang bersiap siap hari ini ia akan mengetahui nilainya. Nilainya bagus maupun kurang bagus tak masalah baginya toh ia tidak akan kuliah dipikirannya adalah tidak ingin merepotkan neneknya

"Bi Fatim kok belum keluar keluar?" Tanya Abraham sesekali melirik pintu kamar Anjani

"Masih siap siap kayanya" Jawab Bi Sasi sambil tersenyum

Tidak berlangsung lama Anjani keluar dari kamarnya sontak membuat Abraham berdiri tegak "Wangi banget" Goda Abraham saat Anjani mulai berjalan mendekati Bi Sasi

"Saya gak pake parfum" Kutes Anjani

Abraham menelan salivanya mendapat nada bicara Anjani yang ketus di pagi hari

Adila turun setelah bersiap siap. Memakai gamis pink soft dengan jilbab syar'i berwarna hitam "sudah siap?" Tanya Adila

Abraham berbalik "Bund, sarapan dulu" Ujarnya

"Oke!"

Anjani mulai mengangkat sarapan untuk ia bawah ke meja makan, seketika Abraham mengambil apa yang Anjani pegang "Biar aku bantu" Ucap Abraham yang dibalas anggukan pelan

Di meja makan hanya ada Abraham, Anjani dan Adila juga Bi Sasi sedangkan Aneska dan Aksa mereka sudah pergi lebih awal

"Yang ambil rapot Anjani sama aku bunda kan?" Tanya Abraham sambil mengunyah

"Hem" Deheman Adila

Mendengar itu Anjani menoleh ke Bi Sasi di sampingnya seperti ingin mengucapkan kenapa tidak nenek?

"Kata Bi Sasi gak bisa jadi Bunda yang ambil" Ucap Abila agar Anjani tidak salah paham

Anjani tersenyum "Makasih Bunda"

"Iya sayang"

Uhuk..uhuk..

Abraham tersendak makanannya, sambil terus memukul dada ia mengucapkan "A-air"

Adila yang duduk dekat dengan Abraham malah diam sambil tersenyum karena tau ada seseorang yang akan mengambilkan Abraham air

Dan betul saja dengan gercep Anjani memberikan Abraham segelas air minum dan terus menatap Abraham khawatir

"Sudah baikan?" Tanya Anjani

Mereka saling bersitatap cukup lama sampai mereka berdua langsung menatap ke lain arah. Canggu yang pertama kali mereka rasakan "Ehh Iya makasih" Ucap Abraham

"Kok jadi canggung? Biasanya gak gitu" Goda Adila

"Gak biasa saling tatap bunda..." Jawab Abraham jujur dengan nada kecil

"Huh? Bunda gak nyangka loh" Bohong Abila

Suasana menjadi sangat canggung antar Abraham dan Anjani

Apa memang benar jika sudah menyukai seseorang kita akan menjadi canggung didekat nya? Kalau memang benar artinya Abraham sudah berhasil membuat Anjani suka padanya tanpa ia sadari sendiri

Setelah sarapan pukul 08:30 mereka berangkat. Di rumah hanya Bi Sasi sendiri

Didalam mobil Abraham duduk di depan bersama supir sedangkan dua perempuan itu duduk di belakang sambil berbincang tiada henti

Setiba di sekolah bisa dikatakan mereka telat 10 menit jadi sampai disana Adila langsung mengambil rapot Abraham dan Anjani lalu memberikan ke dua anak itu

Yang diucapkan Abraham setelah melihat nilainya adalah "Alhamdulillah...bagus" Gumamnya lalu melihat Anjani dengan tatapan senang

Abraham berjalan menghampiri Anjani yang duduk sendiri "Fatim..." Panggil Abraham

"Bagaimana nilainya?" Tanya Anjani tak ingin berbelit

"Ini kamu bisa liat" Abraham memberikan rapot nya ke Anjani

Anjani melihat nilai nilai Abraham dan semua nilainya bagus bagus bahkan nilai agama adalah nilai paling tinggi "Alhamdulillah"

"Ehg Kamu masih ingatkan sama janji" Abraham mengusap tengguk nya karena tak enak mengingatkan Anjani janji itu

"Iya"

Baru saja Abraham ingin mengucapkan permintaannya Abila tiba tiba datang "Ayo pulang" ajak Adila

Abraham menghela nafas kesal "bunda tolong pegang ini" Abraham memberikan rapot nya juga rapor Anjani ke bundanya

"Mau kemana?" Tanya Adila

"Bentar doang" Abraham mengedipkan sebelah matanya

Abraham berfikir bagaimana mana cara menarik Anjani agar ikut dengannya sedangkan gadis itu diam sambil menunduk dan sebuah ide mengalir begitu saja

"Fatim... Ikut aku" Abraham menarik pelan lengan seragam Anjani

Anjani hanya pasrah yang penting Abraham tidak menarik tangannya dan jujur Anjani merasa hal yang berbeda saat dekat dengan Abraham dan itu... Membuatnya khawatir jika ia suka dengan Abraham

ABRAHAM [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang