20. Ibarat gelas

1.8K 214 0
                                        

Tidak henti hentinya manik mata Anjani melihat kearah pintu dan jam dinding yang menunjukkan pukul 23:40


Saat ini dia benar benar khawatir dengan Abraham yang tak kunjung pulang ditambah diluar sana sedang hujan cukup deras

Sudah lama Abraham tidak pulang selambat ini kalau bukan karena kejadian beberapa jam yang lalu

"Anjani..." panggil Bi Sasi

Anjani menoleh sedikit "Iya nek?"

"Sudah larut malam, kamu tidur yah" Pintah Bi Sasi lembut

Anjani mengangguk pelan "Anjani masuk kamarnya sebentar. Eh, Anjani mau buat susu dulu" Ucap Anjani kikuk

Lalu setelah Bi Sasi masuk kamar barulah ia membuat secangkir susu hangat. Dengan ragu ragu Anjani menaiki tangga menuju kamar Abraham

Niatnya membuat susu adalah untuk Abraham minum saat pulang nanti. Sampai depan pintu kamar milik Abraham, Anjani membukanya perlahan

Perlahan ia masuk. Ini kali pertamanya melihat kamar Abraham yang terlihat bersih dan minimalis

Anjani taruh segelas susu hangat itu di meja belajar putih milik Abraham. Sebelum keluar Anjani melihat tulisannya tertempel sempurna di dinding dekat cermin Abraham

"Sekeras itu kamu belajar?" Gumam Anjani lalu memilih keluar

Sebelum masuk kamar Anjani melihat pintu lagi dan lagi tapi masih sama tidak ada tanda tanda Abraham pulang

"Assalamu'alaikum..." Suara serak itu kembali membuat Anjani berbalik hanya untuk memastikan

"Wa'alaikumussalam" jawab Anjani

Dan benar, itu Abraham. Dia datang dengan pakaian yang sedikit basah wajahnya yang terlihat muram dan luka lebam ditangannya

Ada 5 detik mereka bersitatap sampai dimana Abraham memalingkan pandangannya lalu berjalan sambil menunduk menuju tangga

"Hatcuu" suara bersin Abraham

Anjani masih terus menatap setiap langkah Abraham yang dimana pemuda itu terus bersih dan mengusap usap hidungnya

"Maaf..." Gumam Anjani kecil

Abraham terus naik keatas, sampai didalam kamarnya ia lembar jas hitamnya kesembarang arah lalu membuka satu persatu kancing kemejanya

Kakinya melangkah ke meja karena melihat segelas susu yang masih terlihat sedikit asap asapnya. Ia ambil segelas susu itu

"Siapa yang-"

"Ssstt..." Panggil Aneska yang mengintip di sela sela pintu yang masih terbuka sedikit

Abraham berbalik malas "Apa?"

"Itu kak Anjani yang buat, tadi dia masuk tapi lama banget berdiri depan pintu. Apa mungkin takut?" Cicit Aneska

Tanpa disangka Abraham menaruh segelas susu itu kembali hanya untuk masuk ke kamar mandi. Jika Abraham yang sebenarnya ia pasti akan meminumnya sekarang dengan lahap

Aneska menutup pintu kamar abangnya itu dengan perasaan aneh karena melihat abangnya yang sedih "Anes udah gak usah ikut campur masalah cinta cintaan" Ucap Aneska sambil berjalan

Pagi tiba dengan cerah setelah malam yang hujan. Hari ini adalah hari anak sekolah libur panjang

Abraham bangun pukul 5:00 hanya untuk sholat subuh lalu kembali tidur dan kembali bangun lagi pukul 7:30 untuk sarapan

Setelah berpakaian santai. Ia memakai hoodie tebal karena merasa dingin mungkin akibat hujan hujan tadi malam

Sebelum turun untuk sarapan Abraham memilih meminum susu yang ia anggurkan. Meski sudah tidak hangat tapi masih terasah manis

Barulah ia turun kebawah. Disana sudah ramai dengan keluarganya yang sarapan sambil berbincang

Abraham dengan lesuh duduk di samping ayahnya "Pagi ayah" Sapah Abraham

"Pagi..." Jawab Aksa

"Tadi malam kamu pulang jam berapa?" Tanya Adila tegas

"Tengah malam kayanya Bun" Jawab Abraham malas sambil memakan smoothie milik Aneska

"Cih cih... Terus kamu tinggalkan Anjani pulang sendiri" Sentak Adila

"Abraham yang suruh dia pulang, gak baik perempuan pulang larut malam" Elak Abraham

"Ohh jadi laki laki baik pulang larut gitu?"

"Hem..." Deheman Abraham

Aksa tersenyum melihat Abraham yang aneh tidak ceria seperti pagi biasanya
"Bram, ayah punya hadiah buat kamu" Ucap Aksa dengan nada kecil

Abraham menatap ayahnya bingung "Hadiah?"

"Iya pulang kantor ayah akan berikan"

Abraham tersenyum tipis "Makasih ayah"

ABRAHAM [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang