Jika bisa...ingatkan aku juga agar tidak terlalu dalam mencintaimu agar suatu saat nanti jika kita tak berjodoh aku akan terbiasa dengan ketidak adanya dirimu
•••
Tiga minggu berakhir, ujian akhir semester juga telah usai semua hanya menunggu nilai dan tetap berdoa pada Tuhan agar nilai dan kerja keras mereka memuaskan agar masa depan masing masing bisa sesuai dengan impian
Sama halnya yang dirasakan Abraham. Takut nilainya kurang atau sama sekali tidak memuaskan dan juga sangat takut kerja kerasnya selama dua bulan sia sia
Saat masa masa ujian Abraham sengaja tak menganggu Anjani agar gadis itu bisa fokus belajar. Abraham sadar diri jika memang ia selalu mengganggu Anjani tapi itu bukan alasan menjauhi Anjani, karena cintanya benar benar bulat dan luas bagaikan bumi
Karena ini hari sabtu dan ini hari sudah tak ada lagi ujian bisa dibilang masanya untuk bersantai karena sudah tak ada pelajaran lagi. Kembali lah Abraham mengganggu Anjani dengan semua modusnya
"Mau aku bantu" Ucap Abraham yang sedari tadi berdiri dibelakang Anjani yang sedang menyiram tanaman
"Astaghfirullah" Gumam Anjani
"Istighfar lagi istighfar lagi"
"Pahala..."
Abraham duduk di kursi taman dekat darinya "Hem iya, besok...nilai udah keluar. Siap siap yah sama permintaan aku" Ucap Abraham
Anjani terdiam ia kira Abraham sudah lupa atau mungkin jangan jangan permintaan itu menjadi prioritas nya selama belajar dan ujian. Dasar Abraham
"Iya saya ingat, tapi ingat juga kalau nilai kamu tidak baik permintaannya di batalkan"
Abraham menghela nafas kesal "Iya!"
Tak lama suara Azan Azhar berbunyi "huh? Udah Azan siram bunga nya dilanjut bentar kamu ambil wudhu baru sholat" Suruh Abraham
Anjani tersenyum sekarang Abraham lah yang sering mengingatkannya sholat padahal dulu setiap Anjani ingin mengambil wudhu di kamar mandi dekat dapur ia selalu melihat Abraham yang duduk sambil memainkan ponselnya
"Kamu juga" Ujar Anjani lalu mematikan kran air
"Aku udah ambil udah dari tadi malah jadi sekarang tinggal sholat" Jawab Abraham lalu berdiri berniat masuk
Anjani mengangguk angguk pelan lalu ikut masuk tapi Abraham yang jahilnya diatas rata rata malah berhenti "Astaga!" Kesal Anjani
Abraham berbalik "Gak mau sholat bareng? Aku yang jadi imam nya ehh... maksudnya sama yang lain juga"
"Hem...boleh"
Memang kebetulan hari sabtu rumah ramai karena Irsal tak bekerja di hari sabtu, Aneska tak sekolah, begitu juga Abraham dan Anjani
Abraham tersenyum lalu berlari masuk untuk mengajak semua orang yang ada dirumah untuk sholat berjamaah
"Ayah bunda...sholat bareng dibawah!" Ucap Abraham lantang di depan pintu kamar orang tuanya
"Iya!" Teriak Adila
Sudah ke kamar orang tuanya ia beralih ke kamar Aneska lalu Bi Sasi dan supir
Terakhir Abraham menyiapkan peralatan sholat di ruang yang biasa ia gunakan untuk belajar bertiga karena cukup luas
Anjani keluar dari kamarnya dengan mukenah yang sudah ia kenakan. Senyum terukir kecil dibibir nya saat melihat Abraham menyiapkan peralatan sholat berjamaah
"Astaghfirullah" Gumam Anjani saat merasa salah dengan melihat Abraham sambil tersenyum
"Wihhh Abang kesambet apa? Mau siapin buat sholat berjamaah" Ucap Aneska yang baru datang
"Emang harus kesambet gitu biar bisa siapin ini?" Tanya Abraham kesal
"Mau kesambet atau tidak ayah bangga Bram sudah berubah" Ujar Aksa
"Berkat kak Anjani" Gumam Aneska agar tidak didengar Ayahnya
Selanjutnya mereka semua sholat berjamaah yang menjadi imam adalah Aksa. Abraham duduk tepat di depan Aneska agar bisa dekat dengan Anjani yang duduk pas samping Aneska. Sedikit kesal karena setiap ingin berdekatan dengan Anjani dirumah Aneska lah yang menjadi penghalang
Setelah selesai sholat beberapa ada yang berzikir ada juga yang langsung berdoa
Semua mulai salim menyalimi sampai dimana Abraham berbalik agar Aneska bisa menyalimi nya dan tak sengaja Abraham menjulurkan tangannya ke depan Anjani
"Huh?" Anjani menatap tangan Abraham yang meminta ia salimi
"Astga maaf aku gak sadar" Perlahan tangannya ia mundurkan
"Boong ini mah" Goda Aneska
KAMU SEDANG MEMBACA
ABRAHAM [SELESAI]
Rastgele❝Kelak kamu akan mengerti disayangi Abraham itu menyenangkan.❞ ❝Ya Allah, jangan kau takutkan hatiku kepada sesuatu yang tidak ditakdirkan menjadi milikku.❞ Ini cinta Abraham. Mencintai gadis tertutup adalah hal paling sulit untuk seorang Abraham Ya...
![ABRAHAM [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/243425186-64-k299740.jpg)