10. "Makasih Abraham"

2.2K 276 7
                                        



Dari jarak jauh Abraham memandang gadis yang berjalan sambil menunduk. Entah kenapa sedetik tak berbicara dengan Anjani bisa membuat Abraham merasa kehilangan sesuatu yang berharga

Apa Abraham memang mencintai Anjani? Kalau memang iya tak apa karena Abraham bisa membuat Anjani menyukainya dengan caranya

Masih terus mengekori Anjani dari belakang, takut jika terjadi apa apa dengan Anjani karena memang selama ini Abraham suka membuntuti Anjani. Karena takut terjadi apa apa juga karena sudah suka dengan mengekori Anjani

"Astagfirullah" umpat Anjani saat 3 pemuda mendekati nya

"Mau gue antar pulang?" Tanya salah satu pemuda itu lalu yang lain ikut tertawa

Anjani menggeleng lalu melanjutkan jalannya tapi pemuda itu tak membiarkan Anjani pergi begitu saja "Lo ini kenapa sih! Gue mau antar pulang" Ucap pemuda berambut biru itu dengan nada tinggi

"Saya tidak mau!" Teriak Anjani

Pemuda yang sedari tadi diam dan tersenyum itu membelai hijab Anjani
"Jangan sentuh saya!" Sentak Anjani lalu mundur untuk menjauh

Sedangkan Abraham yang melihat itu menahan emosinya "Ehhh maksud Lo apaan sentuh dia?" Tanya Abraham lalu melempar tasnya ke jalanan

"Ada jagoan!" Mereka bertiga tertawa

Abraham dengan kesalnya sudah mempersiapkan tangannya untuk memukul wajah pemuda itu karena sudah mengganggu gadis yang ia sukai

Tapi dengan cepat Anjani memegang tangan Abraham dan ini pertama kalinya bagi Abraham di pegang Anjani begitu juga Anjani
"Abraham, tidak usah diladeni" Ucap Anjani menatap manik mata Abraham

Mereka saling bersitatap sampai Anjani menunduk saat sudah hampir 10 detik dan bagi tiga pemuda itu adalah kesempatan untuk memukul Abraham

Bugh!

Abraham terjatuh di depan Anjani sedangkan tiga pemuda itu berlari

Anjani bingung harus bagaimana "Kamu tak apa apa?" Tanya Anjani saat sudah berjongkok di depan Abraham yang memegang pipinya yang lebam

"Ini biasa kok" Abraham tersenyum melihat wajah Anjani yang khawatir

"Tapi itu berdarah, maaf" Anjani menunduk dalam

Abraham tertawa kecil lalu mencolek lutut Anjani dengan satu jari "Hey!"

"Hem?"

"Ngapain minta maaf emang kamu yang mukul aku? Udah sekarang bantu aku berdiri" Ucap Abraham sembari mengulur kan tangannya

Anjani hendak berdiri tak menghiraukan tangan Abraham "Saya tidak mau!"

Menghela nafas pasrah Abraham berdiri "Tapi tadi makasih yah udah mau pegang tangan aku. Gak bakal aku cuci pokonya ini tangan"

"Makasih, Abraham" Ujar Anjani lalu berjalan mengambil tas Abraham yang tadi di lempar

•••

"Akh! Pelan pelan dek!" Teriak Abraham kesakitan saat Aneska mengobati pipinya yang lebam

"Ini emang kenapa? Abang abis tauran yah? Gak denger kata bunda sih kan udah dilarang gabung kaya gituan harusnya tuh gabung sama ustad ustad bukan geng tolol!" Kesal Aneska

"Niat gak sih bantuin Abang?" Tanya Abraham lalu menepis tangan Aneska

"Gak!" Aneska melempar kapas ke wajah Abraham lalu masuk dengan wajah murung

Dari ambang pintu Anjani melihat kedua saudara itu bertengkar. Anjani memilih menghampiri Abraham yang duduk di balkon sendiri

"Mau saya bantu?" Tanya Anjani

"Fatim? Ehh iya ini" Abraham memberikan kotak obat ke Anjani

"Saya tidak enak sudah buat kamu seperti ini, maaf" Ujar Anjani sembari mengusap pipi Abraham menggunakan kapas

"Kalau aku minta imbalan boleh?"

"Memang kamu mau apa?" Tanya Anjani, ia kira Abraham tulus ternyata tidak sama sekali

"Ajarin aku ngaji" Abraham menyengir lalu dibalas anggukan kepala oleh Anjani

"Seriusan?"

"Tapi harus ada satu orang lagi, Aneska boleh atau Bu Adila?"

"Kenapa harus gitu?"

"Yah sudah tidak usah"

"Iya!" Pasrah Abraham

Setelah sudah mengobati luka Abraham Anjani mengemasi kotak obat itu sedangkan Abraham mengeluarkan rokok dan juga koreknya

Abraham bakar ujung rokok itu lalu menaruhnya diantara bibir atas dan bawah "Kamu ngerokok?" Tanya Anjani

"Iya, mau?"

ABRAHAM [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang