19. Caraku menyerah

2K 214 0
                                        

Ya Allah, jangan kau tautkan hatiku kepada sesuatu yang tidak ditakdirkan untuk menjadi milikku.

•••

Abraham berlari mengejar Anjani ia butuh jawaban jelas dari bibir gadis itu. Tadi adalah perkelahian yang tidak ia sesali

Jika diakhir perkelahian adalah pernyataan cinta Anjani, Abraham tidak apa apa jika berkelahi terus menerus hanya untuk mendengar kalimat singkat itu

Setelah melihat Anjani berhenti di depan gedung langkah kakinya juga ikut berhenti. Bisa Abraham lihat punggung Anjani yang sedikit bergetar artinya gadis itu masih sedang menangis

"Fatim..." panggil Abraham lirih

Anjani berbalik pelan sambil menunduk menyembunyikan wajah sedihnya

"Kamu tidak apa apa?" Tanya Anjani bercampur dengan isak tangisnya

"Gak apa apa. Aku mau tanya tentang tadi yang-"

Anjani memotong ucapan Abraham "Maaf" Ucap Anjani cepat

"Maaf?"

Anjani mengangguk cepat "Tadi saya tidak berkata benar. Itu bohong" Anjani menghela nafas. Sepertinya ia memang harus berkata bohong kali ini agar tidak membuat Abraham tambah berharap padanya

"Tapi tadi"

"Abraham. Saya benar benar tidak pernah cinta atau bahkan suka sama kamu, bagi saya kamu itu teman dan anak majikan saya, tidak lebih" Ucap Anjani jelas

Abraham menatap gadis yang berdiri didepannya dengan tatapan tidak percaya dan kecewa. Percaya atau tidak Abraham harus percaya. Anjani tidak akan pernah berbohong dengan alasan yang tidak pasti

"Sekarang aku tau kamu tidak mencintaiku tapi aku lebih baik mencintai dan terluka dari pada harus berhenti dan bersembunyi seperti orang ketakutan. Jangan khawatir aku gak akan benci sama kamu" Ucap Abraham agar suasana bisa tenang juga untuk Anjani agar gadis itu bisa berhenti menangis dan tidak merasa bersalah

"Tidak Abraham. Tolong berhenti cinta sama saya, menyerah Abraham saya takut kamu sakit pada akhirnya" Tegas Anjani lalu mundur beberapa langkah

Kali ini Abraham hanya bisa emosi tapi takut untuk membentak Anjani atau bahkan hanya menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah sampai kapanpun

"Kamu mau liat aku menyerah?. Diamkan aku, jangan pedulikan aku apapun yang terjadi. Otomatis aku akan menyerah" Ucap Abraham melantur. Ucapan itu tidak benar benar ia pikirkan terlebih dahulu

Kepala Anjani sedikit demi sedikit mulai menghadap ke depan, kearah Abraham

Tapi bukan untuk melihat wajah pemuda itu melainkan melihat tangan yang penuh dengan memar

Abraham yang berharap Anjani menatapnya hanya menjadi harapan saja

"Saya ingin bertanya... Memangnya kapan saya peduli sama kamu?" Tanya Anjani sanggup membuat Abraham bingung

Pertanyaan yang membuat pikirannya berputar ke masa masa dimana ia berasa Anjani sangat peduli padanya

"Selama ini apa? Kamu buat aku berubah. Bantu aku ini dan itu, melarangku berbuat yang tidak baik. Itu karena kamu peduli kan?"

Satu kata yang terlintas dibenak Anjani adalah BENAR sebagian besar adalah benar

"Kamu salah Abraham. Saya lakukan itu hanya sebatas saling membantu agar kamu tidak menuju kejalan yang salah!" Ucap Anjani tegas

"Jangan buat aku emosi Fatim!" Teriak Abraham

Anjani tersentak kaget dengan perlakuan Abraham saat ini. Abraham benar benar dilanda emosi karena ucapannya

"Saya juga selama ini emosi, lelah, terusik dengan semua kelakuan kamu!. Kamu itu datang hanya untuk mengganggu, menyatakan kata cinta berkali-kali tanpa lelah. Saya bahkan tidak suka dengan semua yang kamu lakukan hanya untuk dekat dengan saya!. Saya mohon Abraham berhenti berharap sedikitpun sama saya. Kamu memang cinta sama saya tapi saya tidak!" Cemooh Anjani tegas

Sekuat tenaga Anjani menahan air matanya yang ingin jatuh agar tidak terlihat ia sedang menyembunyikan sesuatu

Abraham yang sedang emosi itu hanya bisa menahan mendengar pengakuan gadis yang selama ini ia rasa baik dan cocok dengannya

"Taksi!" Teriak Abraham menghentikan satu taksi didepan gedung

Abraham berjalan menuju taksi itu. Anjani siap ditinggalkan sendirian di sini dan pulang berjalan kaki karena tidak membawa uang sedikitpun

Tapi semua salah Abraham malahan kembali ke hadapan Anjani hanya mengatakan "Pulang..." Ujar Abraham

Meski emosi Abraham harus mengutamakan Anjani selamat terlebih dulu. Sebenernya ia ingin pergi meninggalkan Anjani tapi tidak tega membiarkan gadis itu pulang sendiri dengan keadaan hujan yang rintik

"Ka-kamu?" Tanya Anjani memastikan

"Gak tau... Tapi aku pasti pulang" jawab Abraham singkat lalu berlari melewati rintikan hujan dimalam hari yang dingin membawa semua perjuangan dan hatinya yang tergores membawa semua pikirannya yang indah jika bersama Anjani

"Fatim!! Aaaarrrggg!" Teriak Abraham ditengah ia berlari

ABRAHAM [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang