Astagfirullah astagfirullah astagfirullah, dayen bikin cerita ini ngucap mulu perasaan.
Yaudah gak usah banyak basa basi langsung aja.
Tarekk sisss....
1
2
3
Blak!
•••
Pagi ini, Zaid merasa tubuhnya sudah sangat bugar setelah seharian beristirahat semalam. Dan ya, sedikit informasi mereka pulang memaki taksi.
Zaid dan Shiras sedang duduk berdua sambil menyantap sarapan mereka. Hingga pertanyaan yang dari dulu ingin Shira tanyakan terlontar.
"Mas, kamu kok bisa jadi Ustadz?" Tanyanya heran.
"Sebenarnya aku itu gimana ya Yang. Iya aku lumayan tau hadis sama tentang pengetahuan agama. Tapi aku rasa aku belum pantes di panggil Ustadz. Akhlakku masih jelek, kelakuan masih kayak abu Lahab. Aku ngerasa berdosa banget kalau di panggil Ustadz dengan sifat ku yang masih sembrono." Jelasnya resah.
"Tapi kenapa yang lain manggil Ustadz? Terus Mas juga sering diundang buat isi ceramah." Tanya Shira lagi heran.
"Oh itu, aku setiap ceramah itu selalu lucu katanya lagi pula gratis. Makanya aku banyak di panggil, masalah panggilan. Dulu aku udah pernah klarifikasi sama mereka tapi katanya mereka tetap mau manggil Ustadz." Jelasnya lagi.
Ya memang benar, panggilan seharusnya sesuai dengan kelakuan. Panggilan surga kelakuan neraka kan ya agak aneh.
"Tapi pelan-pelan aku mau memantaskan diri. Buat berubah jadi kalem aduhai." Ucap Zaid membayangkan ia jadi kalem dan uwu idaman para ibu-ibu.
"Aamiin. Oh iya apa kabar mobil kita Mas?" Tanya Shira lagi saat teringat bahwa mereka kemarin pulang menggunakan taksi.
Zaid baru teringat. Oh iya apa kabar mobil mahalnya yang dicuri waktu itu. Zaid segera mencari nomor pencuri tersebut di daftar kontak ponselnya dan menelpon.
Sekali....
Dua kali...
Tiga kali....
Sudah tiga kali ia menelpon dan tidak ada tanda-tanda pencuri bayaran itu untuk mengangkat telfonnya.
"Yang, gak masuk. Itu pencuri beneran atau bayaran sih!" Ucapnya kesal. Untung saja mobilnya sudah ia pasang alat pelacak.
Kau tak bisa membohongiku juminten.
"Okee! Agen FBI Zaid ganteng melacak. Makicak, mari kita lacak di mana keberadaan kitty mobil hitam kesayangannya."
Zaid melihat tepat titik posisi mobilnya dan kaget ketika tau bahwa mobil tersebut sudah ada di kantornya.
"Mandiri juga mobilku." Ucapnya senang dan bangga.
"Ketemu Mas?" Tanya Shira kepo dan heran melihat Zaid yang tersenyum memandang handphone miliknya.
"Ketemu dong. Oke, Mas ke kantor dulu ya Ayang. Assalamu'alaikum. Kamu jaga baik buntel miniku baik-baik. Oke?" Ucapnya yang sudah berdiri dan mengelus pelan perut Shira.
Shira mengangguk, ia mencium punggung tangan suaminya dengan hormat dan mengantar Zaid ke depan rumah.
"Babai! Muach." Ucap Zaid sambil memajukan bibirnya.
"Muach! Em kerasa banget nih bibir." Ucap Mbak Ayu.
Zaid kaget dan langsung mengelap bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Family Gaje [ End ]
HumorBudayakan follow sebelum baca😁 Sequel Ada Cinta di Pondok Pesantren Zaid dan Shira sudah menikah. Namun siapa yang bilang pernikahan itu mudah? Zaid Azzam Ibrahim, Ustadz Zaid adalah nama terkenalnya. Selain menjadi bos, Zaid juga menjadi seorang...
![Family Gaje [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/241616111-64-k472792.jpg)