Budayakan follow sebelum baca😁
Sequel Ada Cinta di Pondok Pesantren
Zaid dan Shira sudah menikah. Namun siapa yang bilang pernikahan itu mudah?
Zaid Azzam Ibrahim, Ustadz Zaid adalah nama terkenalnya. Selain menjadi bos, Zaid juga menjadi seorang...
"JANGAN HUJAT GUE MULU BISA GAK? GUE TUH GANTENG!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Terpesona kan lu pada. Makanya jangan hujat gue!!!!"
Mulai narsis.
Oke...
1 2 3
Cekidot....
•••
Mereka sudah sampai di Piccadilly Circus. Banyak orang yang berlalu lalang tentunya ini adalah tempat yang pas untuk menghasilkan pundi-pundi uang dari adiknya yang terrrr–laknat.
"Ayo ngamen cepet! Duit Abang abis!" Suruhnya.
Bagas menggeleng. Sampai Zaid berubah jadi baik pun dia tidak akan mau ngamen. Ya masa CEO duitnya bisa habis.
"Ganti ajalah CEO-nya! Biar Om Wawan aja yang jadi CEO pasti gak bakalan habis tuh duit!" Ucap Bagas dengan ekspresi sinis memandang Abangnya.
"Ohhhh tak pe. Kamu pulang jalan kaki ke Indonesia , mau?" Ancamnya. Bagas menggeleng, tolong ia butuh sayap sekarang supaya bisa terbang pulang sendirian tanpa duit Abangnya.
"Nih, ambil nih kaleng bekas sama pen. Ayo nyanyi dan berilah Abangmu ini pundi-pundi uang! Cepat!" Suruh Zaid.
Bagas menoleh ke arah Bundanya. Dan ternyata, Bundanya sedang makan bersama Shira.
"Bundaaa anakmu lagi disiksa Ini Bunda!" Pekik Bagas histeris.
Runtuh popularitas vlog terkenal, dari vlogger jadi pegamen jalanan. Eh salah, pengamen internasional.
Bagas mencebikkan mulutnya. Ia mulai membunyikan kaleng tersebut dengan memikulnya dengan pen yang di berikan Zaid sehingga menghasilkan bunyi dentingan.