bw.22

4.8K 485 64
                                        

*Win POV*

"Maafin gue"

Kata-kata yang dia keluarkan dari mulutnya membuat gue tertawa dalam hati. Maafin gue?

Bacot.

Gue mendorong tubuhnya "emang lo minta maaf karena apa?" Gue menaikkan alis.

Gue tersenyum tipis karena dia sama sekali tidak menjawab.

"Bright? Siapa yang datang tadi?" Kata Jane sambil melihat sekeliling, gue tersenyum ke arah Bright lalu jalan masuk ke dalam rumah, meninggalkan mereka berdua.

Gue langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan dan pikiran gue.

.

Seharian gue hanya rebahan, karena Bright ngga suruh gue ngapa-ngapain.

Apa gue lupa bilang?

Dirumah ini ada dua pembantu kok jadi kalau masalah kebersihan rumah itu bukan kerjaan gue.

Saat gue sedang main game pencet-pencetin semut, tiba-tiba Kevin ngechat gue.

Saat gue lewat ruang tamu, gue melihat Bright yang sedang nonton sinetron tukang rebahan naik gunung 'itu bukannya sinetron yang ga ada endingnya ya?'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat gue lewat ruang tamu, gue melihat Bright yang sedang nonton sinetron tukang rebahan naik gunung 'itu bukannya sinetron yang ga ada endingnya ya?'

Gue menaikkan pundak lalu jalan ke arah pintu, saat gue buka, ngga ada siapa-siapa woy.

"BAAAA" gue reflek menonjok siapa pun itu "ANJIM WIN, MUKA GUE YANG GANTENG" teriak Kevin sambil menutupi mukanya dengan kedua tangannya.

"Eh! m-maaf, maaf woy maafff" gue panik lalu langsung mengecek mukanya "eh yaampun sampe berdarah" gue tambah panik karena ujung bibir Kevin mengeluarkan sedikit darah.

"Lo masuk dulu deh, gue obatin dulu, maaap..." dia tertawa "aelahh santai aja sih Win, gue kepukul gini doang mah gapapa, lo ga usah panik banget napa sih?"

"Imut banget woy" Kevin mencubit pipi gue lagi "untung lo lagi gini, kalau ngga gue bakal potong tangan lo kalau lo cubit pipi gue lagi" gue menatap Kevin dengan tatapan kesal.

"Yaudah ih, gue minta maaf, ngga sengaja" Kevin mengangguk "yaudah masuk dulu, lo pakai baju gue aja, masa iya pakai jas kemana-mana" gue mendorong Kevin untuk masuk kedalam karena dia masih memakai jas.

Saat kita masuk ke dalam, gue merinding karena melihat Bright yang sedang menatap kita kayak melihat pembunuh yang udah bunuh ribuan nyawa, nyawa semut tapi hehe.

Maap.

"Gue pernah ngebolehin orang asing masuk ke dalam rumah gue?" Ucap Bright dengan nada datar "maaf, gue juga ngga pengen masuk ke dalam rumah lo kalau bukan karena ayang gue" Kevin menyeringai sambil mengedipkan mata ke gue.

"Diem lu sat" gue memukul lengannya kesal.

"Dia cuman bakal ganti baju kok, ngga bakal lama-lama" gue tersenyum lalu membungkuk "yang, lo ngapain bungkuk sih? Bentar lagi lo juga bakal bareng gue" Kevin menarik lengan gue saat gue membungkuk.

shadow || Brightwin ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang