🕊7🕊

9.6K 1.4K 336
                                        

Pagi ini Jisung terdiam di kursi nya.

Kenapa bisa ada Chenle di kelas nya?!! Lelaki yang sangat ingin ia hindari ini sejak pagi terus mengikutinya.

Mengoceh hingga rasanya kupingnya pengang mendengar ocehen Chenle yang tidak ada habisnya.

"Lo bisa diem ga sih. Balik sana ke kelas lo, bete gue liat muka lo."

Chenle seolah tuli dan melanjutkan acara makan nya di depan Jisung yang sedang mencatat materi di buku nya.

"Kenapa lo ga main lagi sama temen-temen lo?"

"Bukan urusan lo."

Chenle mengedikan bahu dan lanjut meneruskan kalimat nya yang tidak dijawab Jisung.

"Tempramen banget sih lo. Pantes temen lo cuma mereka-mereka doang."

"Terserah gue."

"Bisa ga sih senyum sedikit aja? Terus kurangin emosi lo biar banyak yang deketin lo nantinya. Muka lo nyeremin sih, mau nyapa aja males banget rasanya."

Jisung tidak menjawab, ia abaikan Chenle dan lanjut menulis materi yang belum sempat di catat nya. Jisung berpikir mengusir Chenle akan sangat menghabiskan tenaga nya.

Dan juga mungkin Chenle akan lelah sendiri dengan ocehan nya.

"Bell bentar lagi bunyi, lo nulis apa sih kok ga selesai-selesai?"

"Iya soalnya lo berisik bikin gue pusing. Bodoh."

Chenle memutar matanya mendengar penjelasan tidak masuk akal itu. Chenle menatap jam dinding.

Bell akan berbunyi beberapa menit lagi jad Chenle memilih bangkit untuk kembali ke kelas nya.

"Dari tadi kek." guman Jisung melihat Chenle yang bangkit dari duduknya.

"Nih- buat lo biar semangat nyatet nya."

Kemudian Chenle berlari kecil meninggalkan kelas Jisung tanpa mengucapkan apapun lagi.

Jisung menaikkan sebelah alisnya melihat susu kotak vanilla pemberian Chenle di atas meja nya.

"Tch,- gue ga suka susu vanilla." gumam nya dan lanjut menulis dengan penuh konsentrasi.

Tidak lama kemudian bell berdenting nyaring. Jisung menghentikan acara menulis nya sejenak saat beberapa teman nya masuk.

"Udah nyalin materi nya sung?"

Jisung mengangguk kecil. Kemudian lelaki itu -Haruto mendudukan dirinya di samping Jisung.

"Keringet lo banyak banget. Abis ngapain?" tanya Jisung penasaran karena teman-teman lain nya pun sama berkeringat nya dengan Haruto.

"Latihan. Bentar lagi kan tanding."

Bener juga, sebenarnya itu alasan Jisung jarang bergabung dengan kawanan lainnya beberapa hari.

Mereka sibuk berlatih karena berada di tim basket sementara Jisung tidak bergabung dengan tim mana pun.

Jisung tidak ingin menganggu jadi ia memilih untuk memisahkan diri.

Dan juga ada banyak alasan lainnya yang memutar nya menjauh dari teman nya untuk sementara.

"Tumben lo bawa susu ke kelas?"

Haruto menatap susu vanilla milik Jisung di atas meja. Jisung tidak menjawab dan memilih diam karena sebenarnya itu dirinya yang menyimpan.

"Gue minum ya-"

SET-

Jisung menarik kotak susu nya dari tangan Haruto, lalu ia simpan kembali di meja.

Orange [jichen] ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang