Romeo & Juliet ― 26

2.4K 220 79
                                        

Terima kasih banyak sudah membaca ceritaku.
Sehat selalu untuk temen-temen yang udah vote dan komen.

Selamat membaca ❤️

*****

Tanpa merasa sungkan terhadap siapapun, Jeremy menatap wajah pria tampan itu dengan senyuman manis.

"Terima kasih, Nak ... Paman akan selalu berterima kasih karena apa yang kamu lakukan malam ini."

"Nggak perlu Paman."

"Paman juga sangat berterima kasih atas perhatian yang kamu berikan pada Rose selama ini."

Romeo membelalak tidak percaya bahwa Jeremy Soerya Tedja sudah mengetahui cinta sepihaknya pada Juliet Rose Soerya Tedja selama ini.

"Tapi Romeo, untuk yang pertama dan terakhir kalinya, Paman minta tolong..." Jeremy tersenyum kecil sambil membuang napas pelan lewat hidungnya. "... jangan dekati Rose lagi."

Romeo mengerti bila suatu saat nanti ia akan mendengar kalimat barusan. Tapi malam ini? Sungguh kejutan yang sangat luar biasa.

"Paman nggak bisa bayangkan bila setiap kali Mama Rose melihat kamu, dia akan kembali teringat waktu kami kehilangan Junior. Manda akan mengingat Grace ... Mamamu."

Romeo mengangguk pelan. Tidak ada kata-kata yang bisa ia gunakan untuk melawan ucapan bapak tua yang telah menyakiti hatinya saat ini. Ibunya memang se-brengsek itu. Dia juga.

"Paman tahu Grace adalah wanita yang baik. Paman sahabatnya." Jeremy tersenyum kecil mengingat masa lalu.

"Tapi sayang, namanya akan selalu jadi kenangan buruk bagi keluarga kami. Paman minta tolong dengan sangat, jauhi Rose. Tolong biarkan kami hidup tanpa ada bayangan Grace dan Junior lagi."

Romeo kembali mengangguk. "Baik Paman. Saya memang berencana meninggalkan Rose."

"Terima kasih banyak Romeo. Kamu adalah laki-laki yang baik. Paman percaya kalau kamu pasti bisa mencintai perempuan yang sudah mau mengucap sumpah sehidup semati denganmu."

"Oh ya Paman?"

"Tentu. Kamu percaya kalau pada awalnya Paman sangat membenci Mandara?"

Romeo tersenyum kecil. Yang benar saja?!

"Sampai pada akhirnya dia meninggalkan Paman dan membuat hidup Paman hancur. Bukan berantakan lagi Romeo, tapi hancur."

"Terima kasih Paman. Saya akan mengingat cerita barusan. Kalau begitu saya pamit."

"Sekali lagi terima kasih, Romeo. Terima kasih sudah menyelamatkan Rose."

Romeo tersenyum dan mengangguk pelan.

Maaf sudah menghancurkan putri kesayangan Paman.

***

Rose yang penasaran kemana perginya Jeremy, memutuskan untuk bangun dari tempat tidurnya, lalu menurunkan kakinya secara perlahan. Meski seluruh tubuhnya masih terasa lemas, tapi jarum dengan selang yang berujung cairan menggantung itu sudah sedikit membuat tubuhnya terasa lebih baik dari sebelumnya.

Rose yang sudah berada di luar kamar, mencari-cari dimana Jeremy. Perempuan itu berniat meminjam ponsel Papanya karena ingin segera menghubungi sang calon suami yang pasti sudah mengkhawatirkan keadaannya.

Dengan langkah pelan, Rose berjalan di lorong rumah sakit yang terlihat sepi. Mungkin karena saat ini sudah lewat tengah malam. Sambil mendorong tiang infuse miliknya, Rose terus melangkah menuju konter perawat yang sepertinya tahu kira-kira dimana tempat ia bisa menemukan ayahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 19, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Juliet & RomeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang