19. Other Side

499 63 21
                                        

Tekan bintang untuk support systemku 😤💛



















"Pagi!"

"Eh, pagi, kak."

Nanda tersenyum kaku begitu Jaemin menghampirinya di kantin. Jaemin tahu betul Nanda ini agak merasa gerah dengan pendekatan Jaemin yang terang-teragan. Tapi, menurut pengamatan Jaemin dan informasi yang didapat dari Felix, Nanda ini agaknya tertarik sama Jaemin juga.

Agaknya.

"Si Jaemin gercep banget, sih." Kata Hanji sambil geleng-geleng melihat Jaemin dari tempat duduknya.

"Lo iri ya? Ga ada yang mau sama lo?" Timpal Hechan dan menyeruput mienya.

"JANGAN SEMBARANGAN,YA! GUE LAKU." Protes Hanji.

"Kok ngamuk, om." Kata Felix dan menoyor kepala Hanji.

"Gue, sih, ya. Yang paling laku. Pip pip pip Hyunjing ganteng, iya gue ganteng."

"Bodo amat." Sewot yang lain setelah omongan Hyunjin tadi.

"Btw Jeno mana?" Tanya Felix, biasanya Jeno pasti ikut makan juga kalau ada Hechan. Kali ini, cuma Hechan doang.

"Kalau gue lihat-lihat, si Jeno sad boy, tuh. Lemes mulu." Kata Hyunjin sotoy.

"Sad boy gimana?"

"Ya,, bawaannya lemes mulu. Kayak ada masalah."





































[]























"Bawaannya lemes mulu."

"Hah?"

"Hah hah hah hah. Asma lo?"

Yeji langsung menyumpal mulut Jeno dengan roti sari roti rasa srikaya yang tadi pagi dibelinya. "Makasih, ji. Padahal gue ga laper."

"Dih, bilang makasih ya makasih aja." Kesal Yeji sampai memicingkan matanya pada Jeno.

"Eh, sori. Maksud ak- gue ga-"

"Lo kenapa sih? Gaguk ga jelas? Lemes-lemes kayak daun jagung." Kesal Yeji.

Jeno teringat dengan hal-hal yang sedang berlangsung di rumah. Perang dingin tertutup ala-ala Mark dan Hechan, Jaemin yang tahu apa yang Hechan sedang cari tau dan tampaknya tahu. Kemarin Mark bilang ia akan memberi tahu Jeno secepatnya, tapi buktinya nihil.

Jeno jadi ga nyaman di rumah. Tiap makan malam tanpa daddy Johnny semuanya cuma ribut diluar, padahal semuanya punya rahasia, kecuali Jeno. Jeno mau tanya, tapi Jeno ga berani. Jeno takut ganggu, walau lebih tepatnya Jeno lagi nunggu.

Jeno pikir, kalau dia ga diajak atau dia ga dikasih tahu apa-apa dalam waktu dekat, berarti dia memang ga berhak tahu. Tapi, kan, Jeno bagian dari kekuarga? Ga berhak gimana?

"Gak, gak apa."
























[]






















"Gue takut mereka cari tau sendiri." Gumam Johnny.

"Ya, lo kasih tau aja." Balas Yuta.

"Lo ga nikah-nikah, sih, makanya ga ngerti. Lo mau anak-anak lo benci sama ibunya sendiri?" Gedek Johnny sama teman kuliahnya dulu itu.

Seeker   |   NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang