part 9 (Bali-perjodohan)

759 66 25
                                        

 
Selamat membaca

"Disaat raga ini menjauh darimu,rasaku masih sama tak akan pernah hilang"❤

****
Skip 2bulan

Rasa kangen dengan rumahku di bali, hari ini aku akan pulang karena keluargaku sudah menyuruhku untuk pulang, sejak sebulan yang lalu, aku dikasih cuti hanya 5hari oleh rumah sakit tempat ku bekerja, pagi ini aku diantar keisya dan lyly menuju bandara karena pagi ini kekasihku tak bisa mengantarku karena kesibukannya hari ini.
Aku pun berpamitan dengan ke 2 sahabatku,"aku pamit ya, jangan kangen, aku cuma pergi 5hari", ucapku kepada mereka
"Yeeee siapa juga yang kangen",ucap kei dan lyly langsung memelukku.
"Hati-hati ya bu dokter,jaga hati buat pak Ceo ya", ucap lyly.
"Siap ly",ucapku dengan memberi hormat.
"Kei titi pak Ceo ya?, dia kan calon adik ipar kamu", ucapku yang beralih memeluk keisya.

"Beres lin kalo dia nakal,aku aduin ke calon mama mertua", ucap kei diakhiri kekehannya.

Aku membuka iphone ku dan melihat ada notif dari kekasihku tapi aku mengabaikannya, aku mulai mematikan iphoneku.

****

Jam 10:00wita aku sudah sampai di bandara ngurah rai bali, dengan menyeret sebuah koper aku pun mulai menghidupkan iphoneku dan mencari nomor telfon mama, "Lin",ucap seseorang setengah berteriak,
"Ma,lini kangen mama",ucapku yang langsung memeluknya.
"Mama juga nak,gimana kabar kamu",jawabnya dan kembali bertanya.
"Kabar baik ma,yang lain mana ma ga ada yang ikut?".

"Pada sibuk semua sayang,gimana kabar Nuca dan keluarganya",

"Alhamdulillah Baik ma,mereka semua sehat,kei dan mas axel tahun depan nikah ma",

"Iya mama tahu kemaren mama telfonan sama tante levi",ucap mama dan kita sudah memasuki mobil untuk segera pulang kerumah.

"Gimana hubunganmu sama Nuca lin", tanya mamaku.

"Baik ma,tumben mama tanya itu",

"Kamu yakin mau serius sama dia lin,kamu itu beda sama dia".ucap mamaku,aku mulai menatap mamaku dengan sedikit kesal.

"Kenapa mama ngomong gitu,dulu mama fine fine aja,kenapa mama sekarang nentang hubunganku sama dia",ucapku sedikit meninggi dan aku menahan air mataku u tuk tidak keluar.

"Mama tidak menentangmu nak tapi papa,nenek dan keluarga lainnya menentangnya,mama takut untuk tak menuruti kemauan mereka,kalau mama terserah kamu,kamu yang menjalani itu semua,kalau kamu mau ikut agamanya kekasihmu mama setuju saja karena pada dasarnya semua agama itu baik",ucap mamaku dan kemudian memelukku, aku sudah tak bisa membendung airmataku yang sekarang sudah mengalir deras di pipiku,aku melepaskan pelukanku dan menyeka air mataku,karena aku sudah sampai rumahku.

Tanpa menyapa nenekku yang sedang duduk santai diteras rumahku aku pun lari  menuju kamarku dan menguncinya, sungguh aku tak sanggup mengatakan semua ini kepada kekasihku,dulu dia pernah mengatakan bahwa dia tak mau menikah kalau kedua orang tua kita tak merestuinya,inginku berteriak sekencang-kencang nya menumpahkan semua perihku saat ini,aku mengabaikan suara iphoneku berdering,aku takut mengangkatnya,kalau aku mengangkatnya dia akan tahu kalau aku sedang menangis saat ini.
Ya yang menelfonku dia kekasihku.
"Maafkan aku",lirihku.
Dia terus saja menghubungiku aku menyeka air mataku dan mulai mengangkat telfonnya, "sayang kamu sudah sampai,kenapa ga bales chat ku sih,aku kawatir",ucapnya.
"Aku baru saja sampai kok,maaf baru aja pegang hp,kamu baru aja ditinggal beberapa jam aja sudah kangen",jawabku dan mulai meledeknya dan suara isakanku masih ada.

"Sayang kamu nangis",tanyanya sedikit khawatir.

"Ga kok,tadi nangis karena kangen kamu aja,ternyaka aku yang kangen ya bukan kamu",ucapku dan sedikit ku akhiri dengan kekehan.
"Aku tahu kamu berbohong lin,ada yang kamu sembunyiin dari aku",ucapnya.

"PERI CINTAKU"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang