part 12 (belajar mengiklaskan)

690 69 52
                                        

Selamat membaca
Jangan lupa vote dan coment ya...
Jangan jadi pembaca gelap
Mari yok bisa yok follow akun penulisnya😂😂😂✌✌✌

"Disaat semua telah berakhir,masih adakah yang tersisa atau yang tertinggal,entah itu sebuah kebahagiaan kah atau mungkis sehuah kesedihan",-RG

"Terima kasih atas sepintas bahagia,
Dan terima kasih sebelumnya sudah sabar dan menahanku untuk tidak pergi,hari ini kamu dan hatimu pun butuh istirahat,semoga kamu sehat dan selalu bahagia selalu"-MR

****

Pagi ini aku ada jadwal praktek,aku pun memasuki ruanganku dengan kurang ber semangat,beberapa minggu belakangan ini aku kurang tidur kerjaanku setiap malam hanya menangis dan melamun,entahlah sungguh berat hati ini menerima semuanya,menerima harus mengihklaskan dia pergi,dan harus mencoba mencintai orang lain.

"Pagi dok",ucap suster Rita asistenku.

"Pagi sus,ada pasien?",tanyaku

"Ada dok,jadwal usg banyak sekali hari ini",jawabnya,aku menghembuskan nafasku dengan kasar.

"Oke,semangat Lini",ucapku menyemangati diriku sendiri.

Sesekali aku melamun saat pasien sudah keluar ruanganku,suster Rita pun sampai mengagetkanku berkali-kali,sekarang sudah waktunya jam makan sian tapi aku enggan beranjak dari kursiku,rasa pusing di kepala semakin membuatku lemas,"Lin,mau makan siang bareng?"tanya kei yang sudah masuk keruanganku.
"Males kei, kamu duluan saja"

"Jangan menolak ajakanku,ayolah aku ga mau nanti kamu sakit",ucapnya membujukku,aku pun berdiri tak enak kepada sahabatku tapi rasa pusing di kepalaku semakin sakit,aku dari tadi menahannya,"Lin,kamu kenapa"tanya kei khawatir terhadapku.

"Kepalaku pusing kei",ucapku hendak duduk tapi aku langsung terjatuh.

Kei mulai panik dan memanggil suster,kei membopong lini ke bangkar yang biasanya dibuat perisksa pasien di ruangan lini,"Sus tolong panggilin dokter aldrik ya",ucap kei.

Aku mengerjapkan mataku rasanya kepalaku masih pusing,aku melirik kei yang sedang berbicara dengan dokter aldrik di ambang pintu,aku sekarang berbaring di bangkar dengan selang infus yang menempel ditanganku,"kei apa yang terjadi",tanyaku saat kei berjalan kearahku.

"Kamu pingsan lin,kamu kecapean dan magh kamu kambuh,kamu setiap hari begadang sih,aku tahu itu Lin,jaga kesehatan kamu,dia juga bakal sakit kalau denger kamu sakit karena mikirin dia"ucap kei.

"Istirahat ya,aku mau keruanganku, ada pasien yang harus aku periksa,karena pasien mu aku alihkan ke aku semua,aku akan suruh suster Rita nemenin kamu",ucap kei.

"Terima kasih kei,aku selalu merepotkanmu"ucapku.

"Jangan bilang seperti itu lagi Lin,kau tak pernah merepotkanku"ucap kei dan memelukku.

"Jangan sedih-sedih,kamu mau dia kesini ga,nanti biar aku kabarin dia",sambung kei.

"Jangan kei,dia tak perlu tahu,aku bukan siapa-siapanya lagi",jawab kei dan dia pun mengerti itu,dia melepaskan pelukanku dan berlalu pergi meninggalkan kamarku.

Sore pun tiba, aku ter usik dengan suara bising seseorang yang berada dikamar ini,ya dia ziva dan tiara,selalu saja mereka adu mulut entah apa yang mereka perebutkan,tapi mereka saling sayang meskipun sering adu mulut,"astaga kalian ngapain sih,ya tuhan ini rumah sakit,lihat yang sakit sampek bangun tapi kalian ga tahu",ucap kei yang baru saja membuka kamar inap ku.

"Kamu sih ti,kan Lini jadi bangun",ucap ziva.
"Kamu yang berisik bukan aku,enak aja",ucap titi membela dan masih berlanjut adu mulut mereka aku pun tersenyum melihatnya,rasanya gemas sekali melihat mereka berdua ribut.

"PERI CINTAKU"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang