part 24(kerikil tajam)

744 70 57
                                        

SELAMAT MEMBACA READERS
SALAM SANTUY DARI AUTHOR

*****

*****

Nuca

"Kembali lagi bersamamu adalah kemauanku
dan aku akan slalu jadi yang terbaik untukmu"-RG🌹

Aku sedang berada diruangan kantorku,sedang mengerjakan tugasku yang masih menumpuk,entahlah hari ini moodku agak buruk.
Ditambah lagi masalah -masalah yang baru datang beberapa hari ini membutku tak bersemangat.

Sekarang sudah sore,sudah waktunya jam pulang kantor tapi kerjaanku juga belum ada yang beres.
"Kalau lagi galau kek gitu ga bakal selesai kerjaannya",ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke ruanganku.

"Sayang",ucapku yang mengetahui dia kekasihku.
"Coba cerita, ada apa?"
Tanyanya dan aku menggeleng.

"Aku sudah tahu semuanya ko".
"Aku tahu dari mama",sambungnya.

"Aku tak marah sama kamu,selesain masalahnya ya,aku yakin kamu bisa",ucapnya dan aku berdiri langsung memeluknya.

"Kerikilnya sekarang ga begitu tajam ko,jangan kawatirin aku,kamu tetap yang terbaik untukku",ucapnya dan membuatku semakin bersalah kepadanya.

"Pulang yuk,udah sore, mama sama drea nungguin kita dimobil",ucapnya dan aku melepaskan pelukan kami berjalan menuju ruang kerjaku,dan memasukan berkas-berkas ke dalam tasku. Berjalan di sampingnya menggengam tangannya seolah candu ku.

Dia menyuruhku menyerahkan kunci mobilku ke kak ola,dan aku ikut naik kemobilnya,disana sudah ada mama sama drea, mamaku tersenyum melihat kearahku,dan akupun membalasnya,dia sangat tahu masalah anaknya sampai dia menceritakan semua kepada kekasihku tentang masalah yang kuhadapi saat ini.
Dia adalah ibu peri ku wanita yang kucintai pertama kalinya aku dilahirkan didunia.

Kami sudah samapi di rumahku. Aku melangkahkan kakiku mengikuti kekasihku.
"Kalian bicara dulu berdua,mama tinggal dulu kekamar ya",ucap mamaku.

Aku menarik tangannya untuk ikut denganku memasuki kamarku dan menguncinya.

Beberapa menit kami berdua hanya diam,saling menatap entahlah,rasa bersalahku ini membuatku takut untuk memulai percakapan ini.

"Aku balik dulu ya",ucapnya yang hendak keluar.

"Kamu percaya sama aku kan Lin",ucapku,dia menoleh dan tersenyum.
"Aku selalu percaya sama kamu ko"
"Aku dijebak Lin,dia pura-pura pingsan,dan aku mengantarnya ke apartemannya,aku merebahkan dia di sofa ruang tamunya,tapi tiba-tiba ada orang banyak datang dan menuduhku memperkosa dia. Di tambah akting dia seolah-olah aku benar-benar melakukannya,dan maaf aku tak bisa membela diriku sendiri saat itu,saat tiba-tiba papanya datang dan menyuruhku tanggung jawab,andai aku di kasih pilihan aku lebih memilih mendekam dipenjara dari pada harus bertanggung jawab menikahinya karena aku tak benar-benar melakukan itu".ucapku dan dia tersenyum aku tahu sedari tadi dia sudah menahan tangis tapi dia berusaha tegar di hadapanku.

"Maafkan aku,karena kebodohanku membuatmu sakit",ucapku dia hanya diam,aku menariknya ke dalam pelukanku.

"Aku akan sabar menantimu,selesaikan masalahmu,tapi jika ini benar-benar tak bisa diselesaikan,aku harap kita masih bisa berteman", ucapnya dan dia menangis.

"Jangan bebrbicara seperti itu,aku sangat takut untuk kehilanganmu lagi",ucapku ikut menangis.

"Aku pulang ya,jaga kesehatanmu,aku sayang kamu",ucapnya melepaskan pelukanku. Dan keluar kamarku.



*****

Lini

Flashback

Saat semua baik-baik saja tiba-tiba kerikil tajam datang menghampiri kami,berusaha tegar tapi rasa sesak didadaku tak bisa kutahan,ya hari ini mama kekasihku sedang main ke aparteman ku dan keisha.
Dia memberitahuku tentang kekasihku yang dituduh memperkosa chelsea,mantan pacarnya.
Aku percaya dia tak akan melakukan itu. Mama kekasihku sedang menasehatiku untuk berbicara baik-baik kepadanya.
"Ya tuhan acobaan apalagi ini",lirihku.

"PERI CINTAKU"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang