part 25(tegar versi Lini)

742 71 51
                                        

SELAMAT MEMBACA READERS
Budayakan follow akun penulisnya sebelum membaca ya,biar kamu tahu kalo aku sudah update ceritanya biar gampang kirim pesan pengumuman dari aku.terima kadih🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍

*****

"Mencoba bersikap biasa saja seolah-olah semua baik-baik saja,mencoba tersenyum walau hati porak poranda"-MR🌹❤

*****

Lini

Mendengar nasehat semua sahabatku,aku mampu tegar menghadapi semuanya,iklas menerima kenyataan bahwa memang semuanya sudah takdirku,semangatku saat ini adalah dia.

Aku sekarang lagi bersama keisha ke rumahnya,mendengar kabar dia sedang sakit saat ini. Membuat hatiku bagai di tusuk jarum, beberapa hari ini memang kami tak saling kasih kabar,atau pun menyapanya lewat sosmed.

Saat aku masuk kedalam kamarnya bersama keisha dan mamanya,aku melihat dia tidur badannya panas lemas tak berdaya, dan itu membuat dadaku sesak,air mataku tiba-tiba lolos begitu saja.
"Dari kemarin mama sudah bujuk dia buat kerumah sakit,tapi dia ga mau nak,bahkan dia tak mau ⁸makan dari kemarin",ucap mamanya.
Aku duduk tepat disebelah kepalannya,mengecek suhu badannya dengan termometer yang aku bawah.
"Berapa Lin",tanya kei.
"39 derajat kei"
"Tinggi banget,kamu bujuk dia buat kerumah sakit".ucap kei dan aku mengangguk.
"Hey bangun",ucapku membangunkannya dengan mengelus-elus pipinya. Dia pun bangun dan melihat ke arahku.
"Sayang please 🙏🙏kita kerumah sakit ya,panas kamu tinggi banget ini",ucapku membujuknya. Dia menggeleng.
"Jangan bikin aku dan keluargamu khawatir,ayolah aku akan mengantarmu",ucapku membujuknya lagi.
"Kamu ga marah sama aku",tanyanya,dan aku menggeleng.
"Ga,ngapain marah kamu ga salah ko,mau ya kerumah sakit",bujukku sekali lagi, dan dia mengangguk.

Aku,mama dan keisha mengantarkanya kerumah sakit, dia terus mengandeng tanganku saat didalam mobil.
Aku dan mama memapahnya keruang UGD dirumah sakit tempat ku bekerja.

"Dokter Lini,Dokter kei,"ucap seorang suster yang menyapaku.
"Dokter umum yang jaga siapa sus",tanya kei.
"Dokter ferdy,dokter gladis juga ada dok".jawabnya.
"Panggilin dokter ferdy aja ya,bilang dokter keisha yang nyuruh",ucap kepada suster tersebut.
"Baik dok".

Aku membaringkan tubuhnya di bangkar rumah sakit di ruang UGD,sedangkan kei mengurus administrasi.
"Pusing banget ya",tanya ku saat dia memijit pelipisnya, dan dia mengangguk.

Setelah itu dokter pun datang,dan memeriksanya,syukurlah tidak ada penyakit yang serius dia cuma kecapean dan kebanyakan begadang saja.

"Bilangin pacarnya dok,suruh makan yang banyak,",ucap dokter ferdi dan akupun tersenyum.
Dia dirawat dirumah sakit sekarang.

Setelah dokter pergi aku pun duduk disamping bangkarnya,mulai menyuapinya awalnya dia tak mau makan,setelah aku mengancamnya akan pulang akhirnya dia mau.

"Nuca sudah tidur ma,mama pulang ya istirahat dulu biar aku yang jaga Nuca disini",ucapku.
"Mama ga ngrepotin kamu kan Lin".
"Ga lah ma",jawabku.
"Makasih ya nak",ucapnya mengelus bahuku dan berpamitan kepadaku tak lupa aku memberi salam dan mencium tanganya.

Aku pun meminta kei buat mengantar calon mertuanya pulang. Aku duduk dikursi di samping bangkarnya dengan memainkan tangannya yang sedari tadi menggenggam tanganku.

Rasa kantukku pun mulai datang aku,menenggelamkan kepalaku ditumpuhan tanganku sebelah kiri.
Selang berapa lama aku terusik karena ada yang mengelus rambutku.
"Hei kamu sudah bangun,ada yang sakit",tanyaku saat mengetahui dia sudah bangun dan dia tersenyum.

"Dari tadi,maaf mengganggu tidurmu,kamu cantik kalau lagi tidur",jawabnya.dan aku tersenyum.

"Jadi kalau aku ga tidur aku jelek gitu",ucapku pura-pura marah kepadanya.

"PERI CINTAKU"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang