06

461 69 17
                                        

"Dek Yuki haus nggak? Mas Alwi ambilin minum ya?"

"Dek Yuki makannya belepotan, sini bibirnya mas Alwi bersihin pake tissue."

"Ya Allah dek Yuki.... makannya jangan kayak anak kecil gitu dong..... sini mas Alwi suapin aja....."

"Dek Yuki mau nambah lagi? Mas Alwi ambilin lagi ya?"

"Oh iya mas Alwi lupa, kan dek Yuki nggak bisa makan acar ya.... ya udah biar mas Alwi yang makan."

"Waduh belepotan lagi.... sini bibirnya mas Alwi bersihin lagi."

Dan begitulah kicauan Alwi di sepanjang makan malamnya bersama keluarga besarnya.

Jangan ditanya bagaimana ekspresi Yuki saat ini.

Dengan muka merah padam yang siap menerkam mangsa di hadapannya, Yuki tak henti - hentinya merampalkan sumpah serapahnya pada Alwi. Tangannya yang mengepal sejak tadi sudah tak sabar ingin meninju bibir Alwi yang kurang aja ini.

Apalagi ketika melihat Alwi yang sesekali menjulurjan lidahnya kepadanya seolah sedang meledek Yuki yang saat ini tak bisa berbuat apa - apa. Tak mungkinkan jika Yuki membuat gaduh disini. Bisa habis riwayatnya.

"Kalian ini..... bikin oma sama opa jadi nostalgia pas masih pengantin baru. Mirip banget sama kamu Al..... opa itu romantis banget." Ucap oma sembari mengulum senyum dan sontak saja membuat Alwi malu - malu.

Ya Tuhan...... hamba nggak ngerti apa yang akan terjadi setelah ini. Semoga saja bukan kiamat di atas ranjang. Xixixixixi

Batin Alwi tertawa puas melihat ekspresi murka Yuki.

Hancur sudah mood Yuki. Dia benar - benar di buat tak berkutik oleh Alwi. Tapi lihat saja apa yang akan dia lakukan setelah ini. Jangan harap tidurmu bisa nyenyak Al!

"Ini ngomong - ngomong kenapa malem - malem gini rambut kalian berdua basah? Keliatan kedinginan gitu." Penasaran ummi menatap Alwi dan Yuki.

"Iya mi habis mandiin dek Yuki."

Gubrakk

"Hahh???" Kaget semua melihat Alwi dan Yuki.

Yaaakkkkkkk!!!!! Ngomong apa lo Alwiiiii!!!!!

Yuki langsung menginjak kaki Alwi dengan kencang.

"Adudududuhhhh  dek Yuki sakit kaki mas Alwi.... kenapa diijek sih?" Tanya Alwi tak berdosa.

Sementara Yuki yang syok melihat reaksi Alwi hanya menggelengkan kepalanya lalu menunduk sembari memukul -  mukul  kepalanya. Ia menerutuki kepolosan lebih tepatnya kebodohan sang suami.

Sementara yang lain hanya menahan tawa sembari melanjutkan makan malamnya.

"Haduhhhh bikin jiwa jombloku meronta - ronta." Celetuk Nisa  langsung membuat seisi ruang makan.

******

Dan benar saja, kiamat baru saja terjadi di kamar Alwi. Yuki baru saja melampiaskan kekesalannya pada suami polosnya ini.

Alwi dihajar habis - habisan oleh Yuki. Dan kini Alwi dikunci di kamar mandi. Tak sudi jika Yuki satu ranjang dengan Alwi.

"Ya Allah kak..... tega banget nyuruh suami tidur di kamar mandi...... mana nggak dikasih bantal sama selimut lagi... kak! Kak Yuki buka pintunya kak! Ya Allah..... nasib.... nasib....."

Sejenak Alwi berjalan ke arah wastafel dan menatap wajahnya di depan kaca.

"Astaghfirullah...... kenapa mukaku jadi hancur gini? Mana bibir tambah seksi. Nggak berbentuk gini...." ucap Alwi sembari mengusap bibirnya yang terasa nyeri.

Married a Junior (Pending)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang