24

22.5K 1.2K 150
                                        

21 April 2022

****

Hari yang di tunggu-tunggu anak BEM akhirnya datang juga. Acara refreshing yang sudah menjadi agenda tiap taun bagi BEM Teknik kampus mereka. Tak sedikit mahasiswa yang masuk kedalam kepanitiaan BEM dengan alasan agar bisa mengikuti acara tersebut.

Galih mendekati Caca dan teman temannya sambil membuka lembaran kertas hvs dalam genggamannya, "Ca, mobil lo nanti bang Dani yang bawa ya. Kalian bertiga trus ditambah gw, bang Dani yang nyetir sama Rico."

Caca sedikit menyergit akan memprotes ucapan Galih, tapi kedahuluan lelaki itu "Ngga usah protes, Mobil lo paling gede. Biar di depan, trus paling belakang mobilnya bang Bian. Nah, mobil yang kecil-kecil nanti di tengah."

"Sini, kalo lo ngga berani kasih kunci ke bang Dani." Ucap Galih sambil menodongkan tangan meminta kunci mobil Caca.

"Ish, ko lo sewot gitu? Belom makan siang pasti lo." Caca merogoh tasnya untuk mengambil kunci mobil dan memberikannya kepada Galih.

Sesuai perkataan Galih, jika yang mengikuti acara ini hanya mencapai 20 orang atau lebih sedikit maka akan diputuskan menggunakan mobil pribadi sebagai alat transportasinya. Selain alasan lebih hemat, banyak anak-anak yang pada dasarnya memang ingin membawa kendaraan pribadi dengan alasan agar dapat langsung pulang menuju rumag masing-masing tanpa harus kembali ke kampus.

Perjalanan akan dimulai pukul setengah 4 sore, agar estimasi kedatangan tepat seperti di jadwal, yaitu pukul 6 sore atau paling telat jika terkena macet akan terlambat satu jam dari jadwal yang diinginkan.

Sesuai perkataan Galih tadi, bahwa mobil Caca akan di kendarai oleh Dani dan di isi 4 penumpang lainnya seperti rencana. Caca duduk di samping bangku pengemudi yang di duduki Dani, lalu dibelakangnya terdapat Galih dan Rara, sedangkan bangku paling belakang di tempati oleh Rico dan Linda.

"Bang, lo hapal betul kan tempatnya?" Tanya Galih kepada Dani yang sedang fokus menyetir.

Setelah melihat Dani mengangguk paham, Galih melanjutkan "Sekalian atur kecepatan ya bang, biar yang lain ngga sampe putus."

Selama perjalanan, mobil yang di kendarai oleh Dani tidaklah terlalu ramai seperti biasanya. Rico dan Galih memilih tidur, sedangkan Rara dan Linda memilih bergosip pelan sambil berselancar di Instagram, lalu Caca terlihat fokus pada jalanan sambil sesekali memakan makanan ringan di sebelah Dani.

"Ca, kupasin jeruk. Aku pengen yang manis-manis." Ungkap Dani sedikit melirik reaksi Caca yang dengan sigap mengambil jeruk di kantong lalu mengupaskanya.

"Suapin sekalian." Perintah Dani sesaat setelah melihat Caca selesai mengupas jeruk.

Caca menurut perintah Dani untuk menyuapi lelaki itu buah jeruk yang telah dia kupas, berlanjut dengan Dani yang terus-menerus memintanya untuk disuapi makanan lain hingga mereka sampai di tempat tujuan.

Sesampainya di tempat tujuan, galih dengan jelas menjelaskan pembagian kamar untuk mereka semua. Total peserta acara tersebut adalah 23 orang, terdiri dari 13 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Galih menyedikan 3 kamar untuk laki-laki dan 2 kamar untuk anak perempuan.

"Jadi bang?" Ucap Galih memberikan kunci kamar kepada Dani.

"Jadi, makasih ya."

Setelah pembagian kunci, mereka pergi menuju kamar masing-masing. Galih sengaja tidak membagikan anggota perkamarnya karena dia menginginkan agar mereka semua bisa menikmati acara tersebut dengan maksimal.

"Ikut aku bentar." Ucap Dani kepada Caca sambil menarik pelan lengan tangan perempuan itu.

Caca hanya menurut ajakan Dani sambil berjalan dibelakang lelaki tersebut, nampaknya dia belum bisa bertanya tujuan apa dibalik ajakan Dani. Dani berjalan sambil terus menggenggam tangan caca pelan, membawanya menuju kamar paling atas yang memang akan di tempati oleh Dani selama acara berlangsung.

Dia Pacarku! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang