Komenin yang rame 🙈
14 Agustus 2020
Terima kasih Vote nya 🤗
****
Caca mematut dirinya di depan cermin kamar tamu milik mamah Vani, rumah yang ditempati Jovan. Kaos milik Jovan sangat besar dipakai oleh dirinya, tubuhnya tenggelam, bahkan celana pendek rumahannya hanya mengintip malu-malu dibalik kaos itu.
Perempuan memang amat suka sekali berswafoto saat bercermin, Caca segera mengambil ponselnya dan mengambil gambarnya saat ini. Segera menguploadnya di Instagram story dan menandai Jovan dalam kaosnya.
"Caca, tidur sini ya? Mamah mau bikin kue, nanti kamu bantu mamah. Dah lama mamah ngga di kunjungi Caca semenjak kuliah." Ucap Vani mamah Jovan sesaat membuka pintu dan bertatapan dengan Caca.
Caca tersenyum lembut dan memeluk Vani dengan erat. "Maaf ya mah, habisnya Caca balik kerumah pasti langsung di sandera sama Mamah Desy."
"Kangen mamah sama anak perempuan mamah yang ini. Tidur dulu ya, Jovan aja dah molor itu di depan tv. Kamu juga tidur dulu, nanti sore baru bantu mamah." Vani mengusap pelan punggung Caca.
"Siap mah, Caca istirahat dulu ya. Nanti bangunin Caca."
Selepas kepergian mamah Vani, Caca melangkahkan kakinya menuju ranjang yang berada di tengah kamar. Ponselnya bergetar terus menerus menandakan banyaknya notifikasi dari berbagai aplikasi. Caca melirik malas pada ponselnya yang tergeletak di sisi tubuhnya, kebanyakan notif yang masuk berasal dari aplikasi Instagram. Ah, dia baru ingat bahwa barusan mengupload story di Instagramnya.
*****
Dani duduk termenung di depan televisinya, selepas acara Festival, dia memilih untuk pulang kerumah dari pada harus ke kosnya. Sejak kemarin tidak ada satupun pesannya yang di balas oleh Caca. Telponnya pun tidak ada tanggapan sama sekali, membuat dirinya sedikit kesal dan gemas.
"Ngga pacaran sama Caca Dan? Dah lama juga Caca ngga kerumah." Ucap Salsa Bunda Dani, melihat anaknya termenung didepan televisi biasanya saat anak itu sedang ada masalah.
Dani hanya tersenyum hambar dan berkata "lagi berantem keknya. Aku hubungi blm ada respon."
"Jangan sakiti perempuan seperti Caca Dan, ya walaupun menyakiti semua perempuan adalah salah. Tapi, Bunda tau. Caca memang perempuan yang ceria, tapi dia terlalu banyak menyimpan luka. Dia selalu mengalah kan kepadamu. Sudah coba datangi kosnya?"
Dani mengangguk mendengar penjelasan Bundanya "Udah, dan kosong. Kayaknya dia pulang kerumah Bun."
"Ya udah, besok minta maaf. Kalo udah baikan, bawa kesini. Bunda kangen jalan sama Caca." Salsa mengusap lembut punggung Anak lelaki keduanya.
Caca ❤️
Yang?
Dirumah? Aku telpon kenapa ngga di angkat?
Bales pesanku. Ngga kangen?
*****
"Dasar kebo." Jovan membuka korden yang ada di kamar tamu rumahnya.
Caca semakin bergelung dibalik selimutnya, ogah sekali bangun dan melaksanakan aktivitas pagi. Badannya pegal, mungkin karena Camping kemarin yang memang tak memiliki persiapan apapun, membuat tubuh manjanya sedikit memberontak sekarang.
"Dimana-mana anak perempuan tu jamin nginep di rumah orang. Bangun pagi, nyiapin sarapan. Astaga, malah masih molor. Lo ngga ada kuliah Ca?" Jovan duduk di sebelah Caca membuka selimut yang membungkus Caca dengan sempurna.
"Hmmm, males ah. Mamah masak apa Jo? Gue laper." Gumam Caca sambil melihat Jovan yang tengah melihatnya.
"Ngga ada akhlak emang. Bangun siang, langsung minta makan." Jovan menyentil pelan dahi Caca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Pacarku! (21+)
Chick-Lit⚠️ 21+ ==== "Aku tu, masih ngga habis pikir" ucap Linda memandang lelaki jangkung yang berdiri jauh dari tempat duduknya. "Ngga habis pikir kenapa?" tanya Rara mengikuti arah pandang Linda. "Orang kaya kak Dani kok mau sih sama Caca?" jawabnya sambi...
