Aku mau update dari kemaren tapi kelupaan mulu... maaf ya.
Selamat membaca.
🎐
===
Mantan 💔
Ca, Dah makan?
Aku masih di kampus.
Makan bareng yuk, aku otw kos kamu.
Caca berdecak kesal, setelah kejadian Boneka besar itu. Dani semakin gencar menghubunginya. Hampir setiap setengah jam sekali dirinya akan mendapatkan notifikasi dari lelaki itu. Sedangkan di kampus dia akan selalu melihat lelaki itu berada di sekitar jurusannya.
Kabar bahwa dirinya dan Dani telah turun jabatan sudah beredar memenuhi kampus, tanggapannya sudah Caca tebak dari awal. Pasti banyak orang yang tetap akan menyalahkan dirinya. Aneh memang, mereka tak suka dengan dirinya dan Dani, tapi saat hubungan keduanya kandas, dia pula yang di salahkan.
Caca dua hari yang lalu sudah pindah kos ketempat bapak dosen Randy, di bantu oleh kedua sahabatnya dia memang tak ingin ada orang yang tau bahwa dia sudah tidak menempati kos lamanya. Suasana kos nya yang sekarang cukup nyaman sejauh ini. Tetangga kosnya pun cukup ramah, ada mba Tasya yang menempati kamar diantara dirinya dan pak Randy, lalu ada mas Tian yang berada sisi kamar sebelahnya. Caca sudah berkenalan dengan keduanya kemarin, cukup ramah dan memberikan kesan pertama yang baik.
****
Dani terus memainkan ponselnya di tangan, sesekali melihat layar ponsel memastikan apakah ada balasan dari Caca. Jika boleh di kata, pertama kalinya dalam hidup, Dani berusaha kembali dengan sang mantan. Selama ini, saat sudah menyelesaikan hubungannya dengan sang kekasih, dia tak akan mempermasalahkan lagi hubungan di antara keduanya.
"Bang, lo acara besok sabtu ikut?" Tanya Galih pada Dani.
"Sabtu ya? Yang dah daftar siapa aja?" Tanya Dani sambil meletakan ponselnya di atas meja kantin.
"Yang dah daftar sejauh ini 16 orang bang. Termasuk trio wek-wek." Ucap Galih dengan cengiran lebarnya, Galih paham betul cara membuat Dani untuk langsung mengikuti acara tersebut.
"Okey, gue ikut." Ucapan dan anggukan Dani sukses membuat Rico mencibir dan menatapnya dengan sinis.
"Lama banget lo ngajak cewe balikan Dan?" Sindir Rico kepada Dani.
"Sumpah ya, ngajak balikan Caca tu gue bingung. Serasa serba salah njir. Mau gue pepet terus, tapi ngeliat respon dia yang jutek bikin gue keki. Mau tarik ulur, waktu di ulur dah banyak yang mepet dia. Serba salah gue." Keluh Dani kepada Rico dan juga Galih yang tengah menatapnya dengan pandangan yang berbeda. Rico dengan pandangan mencibir dan Galih dengan pandangan prihatin.
"Lo aja yang kebanyakan mikir. Semua orang aja tau kan, kalo Caca bucin banget sama lo. Tinggal pepet terus juga dapet lagi. Pada dasarnya perempuan emang suka di pepet terus kan? Apalagi dah jelas ada rasa. Bego sih kalo lo ngga balikan sama dia." Terang Rico kepada Dani.
Dani mengangguk setuju dengan omongan Rico, dia akan terlihat bodoh saat tak bisa memperbaiki hubungannya dengan Caca. Dan terlebih dari hal itu, dia akan sangat merasa menyesal, membiarkan hubungannya dengan Caca berakhir dengan cara yang seperti ini.
****
Bunyi klakson setia menemani Caca mengendarai mobilnya. Berbaur dengan kendaraan lain yang sama-sama ingin cepat sampai pada tujuan mereka. Sore ini Caca memiliki undangan rapat BEM di kampusnya, karena kuliahnya hanya ada pagi tadi, Caca memilih pulang terlebih dahulu ke kos, dan baru berangkat menjelang sore hari.
Kampus jurusan teknik tampaknya tidak pernah sepi walaupun hari sudah menjelang gelap. Terbukti dari parkiran gedung BEM yang masih banyak terdapat kendaraan terparkir disana. Caca memilih memarkirkan mobilnya dekat dengan pintu keluar, dia sama seperti manusia pada umumnya, malas berjalan jauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Pacarku! (21+)
Chick-Lit⚠️ 21+ ==== "Aku tu, masih ngga habis pikir" ucap Linda memandang lelaki jangkung yang berdiri jauh dari tempat duduknya. "Ngga habis pikir kenapa?" tanya Rara mengikuti arah pandang Linda. "Orang kaya kak Dani kok mau sih sama Caca?" jawabnya sambi...
