15

31.5K 1.1K 33
                                        

Publish : 5 Agustus 2020


Hellow, apa kabar hari ini?
Untuk part selanjutnya tetap 1rb vote ya.

Love you All. ♥️

=====

Jam tangan Caca menunjukan waktu pukul 10.15 malam, saat ini dirinya tengah berada di jalan bersama kedua orang tuanya dengan Dani yang duduk di sebelahnya mengendarai mobil menuju rumahnya, sudah sampai di pintu gerbang perumahan perempuan itu.

"Dani tidur di rumah ya, sudah malam, dari pada harus nyetir sendirian sampe rumah." Ucap Desy saat menuruni mobil Dani.

"Ngga perlu mah, blm malem banget kok, masih jam 10." Ucap Dani menolak ajakan Desy.

"Nginep aja Dan, sekalian besok anterin Caca, banyak kamar kosong kok." Ucapan Dion sedikit mempengaruhi Dani.

"Nginep aja, ayo!" Caca segera menarik lengan Dani untuk memasuki rumahnya, menyusul kedua orang tuanya.

Caca menuntun Dani menuju kamar tamu yang berada di lantai 3 rumahnya, sedangkan kamarnya berada di lantai 2.

"Bajunya ada di ruang ganti, tinggal pilih aja mau yang mana, aku yakin ada ukuranmu." Ucap Caca menunjuk ruang ganti yang berada di dalam kamar.

Dani menarik tangan Caca memasuki kamar yang akan dia gunakan dan menutup pintu di belakang Caca, mengusap pelan pipi Caca dan menciumnya gemas.

"Makin tembem." Ucap Dani terkekeh geli melihat reaksi cemberut Caca.

"Bersih-bersih sana, dah malem, jangan begadang." Ucap Dani lembut diakhiri dengan kecupan singkat di bibir Caca.

Keduanya berpisah dan masuk kedalam kamar masing-masing, Dani tersenyum pelan saat membayangkan wajah Caca yang selalu berbinar jika bersamanya, perempuan itu tak pandai menyimpan perasaannya, semua apa yang dirasakan perempuan itu terpampang nyata.

****

Caca berdiri di depan pintu kamar tamu yang tengah di gunakan Dani, sekarang jam dinding menunjukan pukul 11.32 malam, dan dirinya tak bisa tidur, tadi beberapa menit yang lalu, Dani mengirimnya pesan selamat malam dan juga menyuruhnya untuk segera tidur.

Tapi, Caca berakhir disini, di depan pintu berwarna coklat dan terdiam diri, dirinya bingung apa yang harus di lakukan.

Tangan Caca terulur mengetuk pelan pintu di depannya, ketukan pertama dan kedua tak membuahkan hasil, sama dengan ketukan ketiga. Hingga akhirnya Caca menyerah, mungkin Dani sudah tidur karena terlalu lelah menjalani hari ini.

Saat Caca membalikan badan berniat akan pergi ke kamarnya, pintu di belakangnya terbuka, menampilkan Dani yang tengah menatapnya bingung.

"Ada apa?"

"Mmm, ngga bisa tidur." Ucap Caca pelan, tangannya memilin jari kuku yang bertautan.

Dani membuka pintu kamarnya sebagai tanda menyuruh Caca masuk, dia tak ingin timbul gosip di rumah Caca, setelah memastikan tidak ada orang dan juga menutup pintu, pandangan Dani beralih menuju Caca.

"Ini di rumahmu sayang, bukan di kosku ataupun di kosmu, apalagi di hotel. Mau besok pagi papah narik kita ke KUA?" Tanya Dani sambil membelai kedua pipi Caca.

Caca diam, cemberut karena perkataan Dani benar, tapi setan di sekitarnya selalu merayunya sehingga Caca selalu ingin bersama pacarnya.

"Kenapa diem? Jangan cemberut gitu." Usapan ibu jari Dani di bibir Caca semakin pelan, menekan sedikit agar lebih bisa merasakan tekstur kenal bibir Caca.

Dia Pacarku! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang