21

29.4K 1.1K 36
                                        

Yang malem minggu ayok pulang!

Kalo dah tidur ngga papa, baca besok aja.
Yuk di vote dulu ⭐ baru baca.
Yuk di komen dulu, gimana kemaren? Ada yang masih kesel sama DANI? 😂

22 Agustus 2020

====

Setelah terdiam cukup lama di meja Restoran, Dani memilih untuk pulang kerumah. Membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya diatas kasur, menerawang langit-langit kamar sambil mencerna kembali ucapan Caca tadi siang.

Rasanya saat ini seperti ada yang mengganjal di dalam tubuh Dani, tak pernah selama ini dirinya mengenal Caca yang seserius itu. Ucapannya penuh luka, bukan seperti Caca yang biasanya, bahkan Dani tak berani menjelaskan posisinya. Dirinya tau betul bahwa dirinya salah, semakin dia membela diri, semakin Caca akan terluka. Tapi mau bagaimana lagi? Dirinya masih sangat mencintai Caca.

"Argh! Bego!" Dani menggeram kesal mengingat hubungannya kembali dengan Caca.

****

Caca menghela nafas saat melihat Dani tengah duduk diatas kap mobilnya, lelaki itu sejak semalam hingga beberapa menit yang lalu terus saja mengiriminya pesan. Dani menegakan tubuhnya saat melihat Caca mendekat kearahnya, atau mungkin kearah mobil perempuan itu.

"Mau pulang?" Tanya Dani mengekori Caca.

Caca hanya mengangguk, hari ini sungguh matahari sangat terik berada di atasnya dan dirinya lapar, kedua sahabatnya tak bisa menemaninya makan di kantin, sedangkan dirinya malas jika harus makan sendiri.

"Biar aku yang nyetir, ke kos kan?" Tanya Dani menahan pelan pintu mobil Caca.

"Ngga usah, aku balik ke rumah dan aku mau makan dulu. Laper"

"Kebetulan aku juga belum makan. Aku traktir" ucap Dani sambil memegang pergelangan tangan Caca.

Caca menghela nafas, mengeluarkan kunci mobilnya dan memberikannya kepada Dani. Sedangkan Dani menerimanya dengan senyum yang mengembang dan berlari dengan cepat menuju pintu mobil pengemudi, sebelum Caca berubah pikiran.

"Mau makan apa?" Tanya Dani sambil menyalakan mesin mobil dan mengendarainya.

"Aku ingin makan di Latetos."

"Sudah sarapan? Atau ini makanan pertamamu?" Tanya Dani sambil memandang Caca sekilas.

"..."

"Yang, ekhem. Ca, makan yang lain ya? Bukannya kamu biasanya ngga suka makanan junk food?"

"Terserah kamu saja." Ucap Caca malas.

Dani mengendarai mobil Caca menuju salah satu Restoran yang dulu sering mereka kunjungi, Restoran bernuansa Indonesia yang sedikit mewah dan sangat nyaman untuk menikmati suasananya. Caca segera melangkahkan kakinya menuju Dani dan menyodorkan tangannya. "Kunci."

"Ca..."

"Kalo kamu mau makan disini, silahkan. Aku mau makan apa yang aku mau."

Dani menghela nafas pelan, "Okey, kita ke Latetos."

Caca memegang pergelangan tangan Dani "Aku bisa kesana sendiri, dan ngga usah maksain apa yang kamu ngga suka."

"Aku suka, ayo masuk." Dani mendorong pelan Caca menuju kursi penumpang disamping pengemudi.

Caca diam, dia sudah malas melihat Dani yang memang pada dasarnya tidak suka melihat dirinya mengkonsumsi makanan seperti ini. Makanan tinggi kalori dan natrium, dan jangan lupakan satu gelas ukuran besar minuman bersoda. Caca memang memiliki gangguan pencernaan, tidaklah parah, tapi cukup mampu membuat Caca sedikit terganggu setelahnya.

Dia Pacarku! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang