14

32.2K 1.1K 26
                                        

Publish : 4 Agustus 2020

Update lagi 🙊
Jangan lupa komennya, 😂 target vote masih 1rb ya.
Selamat membaca

====

Setelah memeriksa penampilannya di depan cermin, Dani bergegas mengambil tas dan juga kunci mobilnya, keluar kamar dan menuruni tangga dengan sedikit bersenandung. Pagi tadi Caca memintanya untuk sarapan bersama di tempat nasi uduk langganan perempuan itu,

Dani berjalan dengan sedikit cepat menuju dapur untuk berpamitan kepada Bundanya, "Bun, aku sarapan sama Caca ya..., Aku berangkat dulu."

"Hmm, hati-hati ya sayang, salam buat Caca."

Dani mengiyakan titipan dari Bundanya dan segera melangkah keluar dapur, menuju garasi mobil dan mengendarainya.

Selama perjalanan, Dani jadi teringat kejadian semalam, saat dia bertemu dengan Jovan teman semasa kecil Caca, lelaki itu sejak SMA memilih untuk sekolah di luar negri, hingga melanjutkan pendidikan kuliahnya, dan kemarin dia datang ke sini karena sedang liburan, entah sampai kapan karena saat Dani bertanya kepada Caca, perempuan itupun tak tau.

Dani jelas tau bahwa lelaki bernama Jovan memiliki ketertarikan kepada Caca, entah itu sebagai teman, sahabat ataupun sebagai lelaki, terlihat jelas dari gaya bahasa dan gestur tubuhnya serta caranya memandang Caca. Tapi dia paham bahwa Caca tak memiliki perasaan sebagai perempuan kepada lelaki itu, terlihat dari bagaimana perempuan itu tak pernah malu memancarkan binar bahagianya saat berbicara dengannya.

Sesampainya di depan gerbang kos Caca dan memarkirkan mobilnya, Dani segera turun dan masuk melangkah kedalam gedung kos tersebut. Pintu kos Caca terbuka, perempuan itu tengah duduk melihat televisi sambil mengoleskan lotion di kakinya.

"Belum siap?" Dani duduk di samping Caca dan mencium pipi perempuan itu.

"Udah, cuma tinggal pake celana jeans." Ucap Caca sambil berdiri dan berjalan menuju kamar, saat ini dirinya hanya memakai celana pendek sehari-hari.

Dani mengikuti Caca dari belakang menuju kamarnya, tanpa perempuan itu sadari, sehingga Caca kini tengah melepaskan celana pendeknya dan menyisakan shameless berwarna pink dan bermotif bunga kecil, lalu segera memakai celana jeans panjang yang sudah tersedia di atas kasur.

Dehaman Dani mengagetkan Caca yang tengah memasukan satu kakinya kedalam celana, membuatnya segera berbalik badan dan menemukan Dani yang tengah berdiri di belakangnya dengan pandangan yang mengarah kepadanya.

"Ngapain disini?" Tanya Caca sambil menyelesaikan acara memakai celana jeansnya di depan Dani.

Tanpa ada niatan menjawab pertanyaan Caca, lelaki itu berjalan mendekat dan menarik pinggul Caca agar menempel ketubuhnya, mengecup singkat bibir Caca dan berujung dengan lumatan lembut dan pelan.

Caca mendorong pelan pundak Dani agar ciuman mereka terlepas, mengusap pelan pipi pacarnya itu dan berkata "kenapa?"

"Ngga papa, pengen cium aja."

Dani kembali mencium bibir Caca, melumat pelan dan berujung dengan kecupan keras di bibir perempuan itu. "Ayo! Sarapan nasi uduk."

Keduanya bergandengan tangan dan keluar dari kamar kos Caca menuju mobil Dani yang terparkir didepan kos Caca.

****

"Ca, dah tau gosip belum?" Rara sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Caca sambil melirik Linda yang duduk di sebelahnya.

"Gosip apa?" Caca sedikit mengalihkan tatapannya dari ponsel saat Rara mengajaknya berbicara.

"Aku tadi pagi liat Linda dianterin Rico."

Dia Pacarku! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang