Sesuai janji Dani, dia akan ikut menghadiri acara camping yang di adakan oleh teman-teman Caca. Jujur dirinya tidak begitu mengenal circle Caca yang satu ini. Dia hanya mengenal Rara dan Linda sebagai sahabat Caca, selebihnya dia tidak begitu mengenalnya. Hanya mengerti bahwa orang tua Caca memiliki hubungan pertemananan yang cukup luas dimana anak-anak mereka terlibat satu sama lain. Termasuk jovan, lelaki itu sangat menyebalkan jika diingat-ingat.
"Sayang, nanti mampir ke indoapril dulu ya. Anak-anak minta dibeliin makanan ringan sama minuman." Caca tidak memiliki waktu untuk menyiapkan semua hal itu, membuatnya harus mampir terlebih dahulu sebelum sampai tempat tujuan.
Dani mengangguk dan mencoba mencari toko terdekat sesuai permintaan Caca. Tempat camping yang di tuju tidaklah jauh. Dirinya pernah camping disana bersama Rico dan juga Nadine jangan lupakan pasti bersama orangtua masing-masing.
Sesuai perkiraan Dani, jalan menuju camp ini tidaklah jauh dan juga tidak terlalu macet. Karna orang-orang tidak akan bercamping ditanggal ini. Siapa juga yang mau camping di akhir bulan seperti ini. Dani yakin mereka lebih memilih tidur di rumah daripada menghabiskan waktu liburnya yang sedikit dengan hal seperti ini. Dia pun merasa aneh dengan kegiatan teman-teman Caca.
Dani dengan cekatan memarkirkan mobil Caca ditempat yang strategis tidak jauh dari gapura camp. Caca masih tertidur, tidak biasanya dia tidur dimobil seperti ini. Membuat Dani keberatan untuk protes karna di biarkannya menyetir mobil sendirian.
"Sayang, ayo bangun." Dani mengecup pipi tembam Caca dengan gemas dan mencubitnya.
"Coba tanya Jovan, mereka ngecamp di area berapa. Biar kamu ngga harus jalan jauh."
Caca dengan cepat mengambil ponsel dan menekan tombol telfon untuk menghubungi jovan.
Terdengar suara Jovan di ujung telfon dan dia dengan mudah menjelaskan area campnya kepada Caca.
"Ada parkiran diatas sih, tapi gw ngga tau lo bisa bawa mobil lo keatas apa engga." Ucap Jovan ragu.
Dani hanya mendengus kesal mendengar ucapan meremehkan Jovan. Telfon itu di loudspeaker oleh Caca, sehingga Dani dari tadi mendengarkan penjelasan Jovan dengan paham.
Dani memberikan kode kepada Caca untuk mengakhiri panggilan menyebalkan itu dengan Jovan. Dirinya kesal hanya dengan mendengarkan suara lelaki itu.
"Sayang bisa?" Tanya Caca ragu.
"Sial, cukup Jovan yang ngeremehin aku bawa mobil ini ya sayang."
"Dan lagi, mobilmu ini memiliki iklan menanjak gunung. Kalau untuk menaiki jalan beraspal saja tidak bisa. Seharusnya kita protes ke dealer besok." Ucap Dani kesal dan mulai melajukan mobilnya menuju tempat sesuai arahan Jovan tadi.
Caca tergelak mendengar ocehan kesal Dani karna Jovan. Dia hanya mengusap lengan Dani untuk memberikan dorongan bahwa dirinya percaya kepada Dani. Benar kata Dani, selain mobil ini memang di ciptakan untuk medan seperti ini. Dani salah satu orang yang mampu di andalkan perihal menyetir kendaraan. Dan hal itu terbukti dengan merek berdua yang selamat sampai tempat tujuan.
Jovan menyergit saat melihat Caca turun dari bangku penumpang, dirinya tidak tahu bahwa Dani ikut bersamanya kesini.
"Pantesan ngga minta tolong bawain mobil kesini." Ucap Jovan sesaat Dani dan Caca berada di hadapannya.
"Ngga dong, kan ada pacar." Caca berseru bangga sambil merangkul lengan Dani dengan kencang.
"Btw, ini cuma kita bertiga?" Tanya Caca heran karna dia hanya melihat Jovan disini.
"Nop. Lo berdua yang lama. Semua udah kumpul di atas. Nih kunci kamar lo. Ini di hujan, jangan enaena, ntar kesambet baru tau rasa." Ucap Jovan tengil memberikan kunci home cabin kepada Caca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Pacarku! (21+)
ChickLit⚠️ 21+ ==== "Aku tu, masih ngga habis pikir" ucap Linda memandang lelaki jangkung yang berdiri jauh dari tempat duduknya. "Ngga habis pikir kenapa?" tanya Rara mengikuti arah pandang Linda. "Orang kaya kak Dani kok mau sih sama Caca?" jawabnya sambi...
