Terkadang, yang paling menyakitkan adalah Harapan yang diberikan oleh seseorang yang kita cintai.
Tapi mereka mengingkarinya karena menganggap kita bisa mengerti mereka.
Padahal, cinta bukanlah seperti itu.
🍁🍁🍁
12 Agustus 2020
====
Aku suka kalau kalian ramai. Yok vote sama Komennya yang buanyak 🙆🙆🙆
=====
"Elsa!" Teriakan seorang perempuan kencang lalu diikuti riuh anak-anak yang berlari mengerubungi.
Dani dan Galih segera mendekati kerumunan itu, Dani sempat kaget saat melihat Elsa jatuh tergeletak di lantai, kepalanya di sandarkan di pangkuan temannya.
"Kok bisa sampe pingsan? Pindahin ke kasur medis dulu." Ucap Dani mengambil alih Elsa, dan menggendongnya, diikuti Galih dan beberapa oeang di belakangnya.
"Kecapean kak, dia juga lagi hari pertama. Belum makan kayanya, tadi aku suruh istirahat ngga mau." Terang salah satu teman Elsa.
"Bukan salah lo lih, Elsa mampu banget buat beli makan sendiri. Tanpa nunggu makanan dari lo." Ucap Dani setelah melihat wajah Galih yang sedikit menyesal.
Pihak PJ medis segera melakukan penanganan pertama saat melihat Dani yang datang dengan Elsa di gendongannya.
"Hari pertama, keliatannya kecapean." Terang Dani pada petugas medis yang menghampirinya.
Elsa segera Dani baringkan di bangkar dalam ruangan yang di jadikan tempat kesehatan selama acara Festival berlangsung.
"Lo makan gih lih, gue yang jaga Elsa bentar. Jangan sampe lo tumbang lagi kek dulu." Dani mengusir pelan Galih yang tampak masih berdiri disebelahnya.
Galih mengangguk pelan, keluar ruangan itu dan kembali lagi membawa dua kotak makan tak lupa dengan dua botol minum, untuk dirinya dan Dani. Dani tersenyum melihat Galih, dia sangat tau sifat Galih, lelaki itu sudah menganggapnya sebagai kakaknya sendiri.
"Makan dulu bang, baru cabut ketempat Caca." Ucap Galih menyerahkan makanan dan minuman kepada Dani.
Keduanya mengobrol hangat sambil menikmati makanan yang ada di tangannya, sambil menunggu Elsa siuman jika memang memungkinkan.
Elsa mengerjam pelan, dirinya sedikit menyergitkan dahi saat penglihatannya sedikit silau karena cahaya lampu diatasnya. Sayup-sayup perempuan itu mendengar suara Dani dan Galih yang memanggilnya, dan sedikit menggoyangkan bahunya.
"El? Dah siuman?" Tanya Dani sedikit khawatir.
"Eugh..." Elsa bergumam sambil menganggukan kepala tanda mengiyakan perkataan Dani.
"Minum kak?" Tawar Galih menyodorkan teh hangat kepada Elsa, Elsa di bantu bangun dan duduk di atas kasur oleh Dani dengan pelan.
"Gue dah bilang kan, ini tu cuma acara kampus El. Orang tua lo nguliahin lo di sini selain jadi kuli sipil, tu buat duduk manis di kelas. Bukan kerja bagai kuda di organisasi kampus trus pingsan." Ucap Dani panjang.
"Brisik banget lo Dan." Elsa menerima gelas yang di sodorkan oleh Galih kepadanya, lalu menyesapnya dengan pelan.
"Dah cepetan di habisin minumnya. Gue anterin balik." Ucap Dani memerintah Elsa.
"Aku aja bang yang anterin kak Elsa balik, ada mobil bang Rico atau nanti aku pake mobilnya Alif. Dia bawa mobil ternyata, aku ngga tau." Galih menawarkan diri, mengingat Dani memiliki acara bersama Caca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Pacarku! (21+)
ChickLit⚠️ 21+ ==== "Aku tu, masih ngga habis pikir" ucap Linda memandang lelaki jangkung yang berdiri jauh dari tempat duduknya. "Ngga habis pikir kenapa?" tanya Rara mengikuti arah pandang Linda. "Orang kaya kak Dani kok mau sih sama Caca?" jawabnya sambi...
