2

54.3K 1.3K 21
                                        

Warning 21+

Dani sedikit menyergit dalam tidurnya, saat mendengar suara tivi dan air bersamaan. Mencoba bangun dari tidur nyenyaknya. Semalam dirinya entah kerasukan setan apa hingga memilih untuk bertamu ke kos pacarnya di jam 11 malam. Untung pacarnya itu tak mengusirnya. Walaupun dirinya memang bukan kali pertama menginap disini, tapi datang tanpa kabar adalah kali pertama.

"Dah bangun yang?" Caca berjalan masuk ke kamar dan duduk di depan meja riasnya. Kelihatannya baru selesai mandi. Tampak segar dan menggiurkan. Dasar, lelaki dengan hormon paginya.

"Hmmm" Dani hanya begumam. Menutup matanya dengan sebelah tangannya, dirinya tak ingin membayangkan yang tidak-tidak. Caca sungguh menggoda, menggunakan celana pendek dibawah pantat, kaus tanpa lengan, dan rambut basah yang di gelung menggunakan handuk. Dan jangan lupakan leher jenjang yang menggodanya itu.

"Mau sarapan apa? Di kos atau di luar?" Caca melirik sekilas pada Dani yang tampak enggan meninggalkan kasurnya.

"Kamu hari ini ngga ada jadwal kuliah kan?" Dani bertanya sekaligus menikmati pemandangan pagi di depannya. Caca dengan kerempongan paginya. Dia menyukai bagaimana pacarnya itu melakukan segala macam pekerjaan tak pernah tenang dan diam.

Caca mengangguk mengiyakan pertanyaan Dani dirinya tengah sibuk mengeringkan rambut panjangnya. Ia tak suka rambut basah, harus segera di keringkan agar dirinya nyaman. Menghadap Dani untuk melihat apa yang sedang lelaki itu lakukan.

"Kenapa emang?" Setelah rambutnya kering, Caca melanjutkan dengan skincare routine paginya.

"Ngga papa, mastiin aja. Berarti kamu ngga akan pergi kemana - mana" Dani beranjak dari tempat tidurnya. Menahan Caca yang akan mengoleskan sesuatu pada wajahnya "bentar" ucap Dani menuntun Caca untuk berdiri menghadapnya.

"Apmmmmmmhhh" Caca tersentak kaget saat dengan rakus Dani menciumnya. Melumat dan bahkan sekarang memaksakan lidahnya untuk memasuki mulutnya.

Ciuman Dani berpindah turun keceruk leher Caca, menghisap kuat dan menjilat pelan di beberapa tempat. Lenguhan Caca terdengar nikmat di telinga Dani. Dirinya sudah mencoba untuk menahannya sedari tadi. Tapi percuma, Caca terlalu disayangkan jika hanya di pandangi saja.

"Dannnn...." Caca menggeram, bahkan dirinya sempat kaget saat menyadari bahwa dia sudah terlentang di kasur dengan baju yang tersingkap hingga keatas.

Nafas keduanya sudah memacu cepat, ciuman dan hisapan Dani berikan disepanjang pusar Caca. Dilihatnya muka Caca yang memerah dengan pandangan sayu yang menggoda.

"Buka ya?" Tak menunggu persetujuan dari Caca, Dani dengan cepat menarik baju yang di kenakan Caca agar terlepas. Tak lupa membuka pengait Bra dan melepasnya.

Caca melenguh, bahkan tubuhnya sedikit melengkung saat Dani dengan nakal mengusap puting dan menghisap bagian satunya. Lelaki itu menggila, payudara Caca sangatlah padat, bulat dan kenyal.

"Dannn... Aaarrrggghhh... Sakit!" Caca menjambak kuat rambut Dani saat lelaki itu menggigit dengan gemas putingnya. Rasa sakit dan nikmat yang datang bersamaan membuatnya semakin bergairah.

Dani meraba dan sedikit meremas paha Caca, menyalurkan gairah agar perempuan itu semakin menginginkannya. Menarik turun celana yang di kenakan dan sedikit terkaget saat tak menyadari bahwa Caca tak mengenakan apapun di balik celana pende itu.

"Nakal ya... Ngga pake CD hemmm?" Bisik Dani parau tepat di telinga Caca seraya membelai lembut celah kewanitaannya.

"Aaaggghhh, Dannnn.... Masukin" pinta Caca memohon sambil menggapai pergelangan Dani, dia tau pasti Dani akan menggodanya dengan jarinya. Yang dibutuhkannya sekarang adalah penis lelaki itu.

Dia Pacarku! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang