13

34.2K 1.1K 29
                                        

Publish : 03 Agustus 2020

***

Dani duduk di hadapan Elsa, mereka berdua saat ini tengah berada di sebuah Cafe dekat dengan gedung BEM, cukup berjalan kaki sekitar 5 sampai 10 menit.

"Hmm, gue sebenernya bingung mau ngomong dari mana. Gue cowo dan ngga pinter banget basa-basi sama temen cewe." Ucap Dani memulai pembicaraan.

"Gue tau semua rumor tentang kita berdua, dari sebelum gue terpilih jadi ketua BEM dan hingga saat ini. Gue tau semua El. Gue minta maaf akan rumor tentang kita, kalo semisal itu membuat lo ngga nyaman."

"Gue ngga mau kepedean ataupun terlalu larut dalam omongan orang. Gue minta maaf kalau semisal gue bikin lo suka sama gue El, gue dari awal ngga ada maksud dan perasaan kearah sana." Lanjut Dani sambil terus menatap Elsa yang duduk tenang di hadapannya.

"Gue ngga mau nyakitin kalian berdua, Caca pacar gue, dan lo temen gue. Sebelum terlalu jauh, dan terlalu runyam, gue mau jelasin kesalahpahaman ini."

"Hubungan gue sama Caca baik-baik aja, ngga cukup rapuh buat goyah hanya karena rumor ngga penting kaya gitu."

Dani memberi waktu sebentar untuk dirinya dan Elsa, bagaimanapun pembahasan kali ini sedikit dalam dan rumit.

"El, gue emang ngga tau masa depan, tapi..., Buat membayangkan gue sama Caca putus itu hal yang ngga bisa buat gue, walaupun gue sadar gue cowo yang banyak kurang buat dia. Tapi gue mau egois kalo menyangkut Caca el. Sebagai cowo sebenernya gue ngga pantes banget ngomong hal kaya gini ke lo, tapi gue ngga mau liat Caca sakit, dan gue juga ngga mau liat lo sakit. Gue ngga sesempurna itu buat kalian rebutin."

Elsa terdiam, baru kali ini Dani berkata kepada dirinya mengenai Caca, selama ini, lelaki itu akan diam bahkan sampai membuat orang di sekitarnya bertanya-tanya, apakah Dani dan Caca benar-benar berpacaran, atau hanya Caca yang menyukai Dani, karena Dani yang memang tidak terlalu suka mengumbar kedekatannya dengan Caca, dan lelaki itu sangat ramah terhadap semua orang.

"Gue mau tanya sama lo Dan."

Dani hanya menatap Elsa dan mempersilahkan perempuan itu bertanya.

"Bisa lo jabarin seberapa seriusnya hubungan kalian berdua?"

Sejenak Dani terdiam dengan pertanyaan Elsa, hingga akhirnya senyum kecil terbit di bibir Dani "Gue sayang banget sama Caca El, dia perempuan satu-satunya yang bisa bikin pikiran gue bercabang, selama ini gue selalu beranggapan pacaran itu hanya untuk selingan, hingga akhirnya gue pacaran sama Caca dan dia merubah segalanya. Gue ketagihan, setiap ngelakuin apapun, bayangan Caca pasti muncul, walaupun hanya senyum manisnya. Sekonyol itu kan gue?"

"Mati-matian gue nutupin semua itu di depan anak-anak El." Ucap Dani sambil terkekeh geli, merasa konyol dengan dirinya sendiri.

"Ngga kaget sih, Caca perempuan yang konyol, sudah pasti pacarnya pun tak jauh berbeda." Elsa berkata sambil terus memandang Dani.

"Yang jelas, gue berdoa semoga lo nemuin cowo yang sesuai sama kepribadian lo El, gue tau lo tu cewe baik, sekertaris kesayangan gue dari SMA." Ucap Dani sambil mengacak puncak kepala Elsa.

Elsa mendelik tajam dan berkata "sialan, kalo di pikir-pikir setiap lo ketuanya, kok gue selalu sekertaris lo sih!"

Dani ternyata dan mengangguk sebagai tanya setuju dengan ucapan Elsa "Iya ya, ketua kelas, ketua OSIS, Ketua BEM. Besok kalo gue dah punya perusahaan lo jadi sekertaris gue lagi."

Keduanya tertawa bersama dan melanjutkan obrolan ringan, masih ada waktu beberapa menit untuk Dani menikmati sore dengan teman lamanya, sebelum menjemput perempuan kesayangannya.

Dia Pacarku! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang