17

30.1K 986 54
                                        

Ayo di vote dulu,
Ramein komennya,


Publish : 12 Agustus 2020

=====
Setelah acara temu kangen Nadine dan Jovan, Dani menarik Caca untuk pergi dari pertemuan aneh itu. Dia bersyukur didalam hati bahwa Jovan memiliki mantan, dia akan lebih bersyukur lagi jika Jovan gagal move on dari Nadine. Tapi anehnya, kenapa dia tak tau bahwa Nadine itu memiliki mantan seperti Jovan? Bukannya dia sok tau. Hanya saja, dirinya dan Nadine lahir di tahun yang sama dan bersekolah di sekolah yang sama bahkan kampus pun mereka sama. Bisa di bilang bahwa dia tau pasti jalan hidup Nadine, bahkan siapa saja yang mendekati ataupun yang memiliki hubungan dengan perempuan itu.

"Aku baru tau kalo Jovan itu mantannya Nadine." Tanya Caca kepada Dani.

"Jangan tanya aku, aku juga baru tau." Ucap Dani semakin erat merangkul pundak Caca.

Tempat Camping yang diadakan oleh teman Caca tidaklah terlalu jauh, tidak harus naik hingga ke atas, cukup berjalan 10 menit dari parkiran.

"Hei Ca!" Sapa Isabel yang melihat Caca berjalan kearahnya.

"Hei Is, hei sa. Siapa aja yang dah dateng?"

"Dah kumpul semua kok, tenda kamu yang warna biru itu. Deket sama tendanya Jovan, dia yang pilihin tadi." Ucap Asa menunjuk tenda yang dimaksudkan.

"Okey, makasih ya. Oh iya, kenalin. Ini Dani pacar aku." Caca mengenalkan Dani kepada dua perempuan yang ada di depannya.

"Ah, yang sering muncul di story mu ya Ca? Pantesan familiar, Isabel." Ucap perempuan berambut panjang dan berwarna hitam itu sambil mengulurkan tangannya kepada Dani, diikuti perempuan satunya yang bernama Asa.

"Duluan ya, nanti kita ngobrol lagi." Ucap Caca menarik Dani dari hadapan teman-temannya.

Tenda yang di tempati Caca cukup besar, bisa untuk di tempati dua hingga tiga orang. Karena memang dirinya meminta kapasitas tenda untuk dua orang, mengingat Dani akan menyusulnya besok.

"Kamu balik sekarang aja, inget! Gantian nyetir sama kak Abian, nanti aku bilang ke dia." Ucap Caca sambil mengganteng tangan Dani untuk berjalan bersama kearah parkiran mobil.

"Kak Abian?" Tanya Dani memandang Caca dengan kernyitan di dahinya.

"Iya, kan dia lebih tua dari pada aku."

"Aku juga lebih tua dari kamu. Ngga pernah tu kamu manggil aku kak."

"Mau di panggil kak? Nanti aku panggil kak Abian jadi sayang. Tukeran sama kamu." Tawa Caca saat melihat wajah masam Dani.

"Coba aja kalo berani panggil sayang ke cowo lain."

Tawa Caca semakin renyah, dia suka saat melihat Dani cemburu seperti ini. Wajahnya akan memerah dan terlihat masam, sangat menggemaskan di mata Caca.

"Dah selese reuniannya?" Tanya Dani kepada Nadine yang terlihat mati kutu di hadapan Abian, entah apa yang telah mereka bicarakan.

"Jangan jadi kompor." Nadine memukul lengan Dani keras, mulut lelaki satu itu memang menyebalkan.

"Yuk balik, Lo yang nyetir Bi! Gantian, gue habis ini masih ada acara BEM sampe malem." Dani melemparkan kunci mobil kearah Abian.

"Makasih ya kak Abian. Maaf ngerepotin." Ucap Caca manis dengan senyum yang mengembang.

Dani segera menatap tajam Caca saat mendengar pacarnya itu memanggil Abian dengan sebutan kak. Sedangkan Abian hanya memandang sekilas kepada Caca, dia tak begitu tertarik dengan orang lain. Lagi pula dia kesini karena Nadine, bukan ingin membantu Dani apalagi Caca.

Dia Pacarku! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang