Publish : 06 Agustus 2020
=====
Dani berdiri di depan kap mobil miliknya, sambil menunggu Caca yang tak kunjung pulang. Ponsel perempuan itu tidak aktif sudah beberapa kali di hubungi dan tetap tidak terhubung, sedangkan dirinya tak memiliki nomor ponsel Jovan. Jam tangan Dani menunjukan waktu 10.57 malam, sudah hampir setengah jam dia menunggu di depan kos Caca.
Silau lampu mobil membuat Dani mengangkat wajahnya untuk melihat mobil siapa yang berhenti di depannya. Terlihat Jovan yang duduk di balik stir kemudi, sedangkan Caca tengah tertidur di sampingnya. Pantas saja perempuan itu hilang kabar.
Dani menghampiri pintu mobil sebelah Caca, mengetuk kacanya dengan pelan agar membangunkan perempuan itu tetapi tidak mengagetkannya. Caca bereaksi, entah karena guncangan kecil di bahunya atau karna ketukannya.
"Sayang?" Ucap Caca masih setengah sadar.
Dengan cepat Dani menggendong Caca ala koala di depannya. Perempuan itu tidak nampak terkejut, melainkan menikmati pundak Dani sebagai senderan.
"Sadar jam berapa sekarang ini?" Tanya Dani sambil mulai berjalan masuk ke gedung kos Caca meninggalkan Jovan.
"...." Caca bergumam tidak jelas, perempuan itu membuka matanya pelan sambil melihat Jovan yang berjalan di belakang mereka.
"Mau ku gendong sampai mana?" Dani sedikit menghirup leher Caca dengan kencang.
"Kasur... " Caca bergumam lirih di telinga Dani.
Setelah membaringkan Caca di atas kasur, Dani berbalik badan dan memandang Jovan. Lelaki itu mengikutinya masuk hingga ke kamar Caca.
Sadar bahwa Dani tidak ikut bersamanya keluar membuat Jovan bertanya apa yang sedang lelaki itu lakukan. Dani mengendikan bahunya dengan santai, menjawab bahwa dirinya akan bermalam di kos Caca, membuat Jovan sedikit kesal 'Dani sudah terlalu jauh di depannya'
****
Bebb beebb beeb! Bunyi Alarm dari ponsel Caca membangunkan perempuan itu, tangannya terulur untuk mencari keberadaan ponselnya.
"Bangun, ada kuliah pagi kan kamu. Dah jam 5."
Suara lelaki yang Caca kenali itu sontak membuat Caca terbangun dari tidurnya. Melihat Dani yang berdiri di ambang pintu dengan secangkir minuman panas yang masih mengepul sukses membuat Caca pusing mencari-cari memori apa yang terlewatkan.
"Mandi, aku siapin sarapan." Dani berkata sambil mengusap lembut surai panjang Caca, tak lupa membubuhkan morning kiss di pipi tembab perempuan itu.
"...." Caca terdiam, dia ada banyak pertanyaan didalam benaknya, tapi mulutnya menolak untuk berbicara.
Seingatnya tadi malam dia masih mengobrol dengan Jovan saat perjalanan pulang menuju kos, tapi mengapa Dani yang muncul di hadapannya? Caca bukannya mengharapkan Jovan berada di kosnya pagi ini, hanya saja apa yang terlewatkan olehnya semalam.
Sesuai perkataan Dani, setelah Caca mandi dan bersiap meja makan kosnya sudah tersaji beberapa makanan, ada sosis goreng, telur dadar sayur, roti panggang, sepiring buah dan satu gelas air es. Semua makanan kesukaan Caca, Dani paham betul dengan selera Caca dalam menyantap makanan.
"Tadi malem kamu ketemu Jovan?" Tanya Caca sambil menggigit roti tawar dan sepotong sosis.
"...." Dani hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan pertanyaan Caca.
Caca sedikit bingung, apa-apaan jawaban pacarnya itu? Seperti sedang mogok berbicara saja, "gitu doang?"
"Kamu ketiduran, aku gendong. Dah itu doang, karena dah malem dan aku males pulang, aku tidur disini." Lanjut Dani masih dengan nada bicara malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Pacarku! (21+)
ChickLit⚠️ 21+ ==== "Aku tu, masih ngga habis pikir" ucap Linda memandang lelaki jangkung yang berdiri jauh dari tempat duduknya. "Ngga habis pikir kenapa?" tanya Rara mengikuti arah pandang Linda. "Orang kaya kak Dani kok mau sih sama Caca?" jawabnya sambi...
