=====
24 Agustus 2020
=====
Caca berjalan dengan sedikit lebih cepat dari pada biasanya, tadi pagi dirinya sedikit lebih siang bangun tidur, alhasil dirinya terkena macet dibeberapa tempat menuju kampus. Berangkat dari rumah memang sedikit melelahkan, tapi dirinya enggan bermalam di kamar kosnya. Entah besok atau lusa dirinya akan pindah ke kos lain, bayang-bayang Dani terlalu banyak memenuhi kamar kosnya.
"Misi...," Ucap Caca mengetuk pelan pintu kaca didepannya.
"Masuk Ca!"
"Maaf telat pak, kena macet." Ucap Caca duduk di sofa ruangan itu setelah di persilahkan oleh pemilik ruangan.
"Kos mu pindah? Cuma depan situ kan?" Tanya Randy sambil memberi Caca sebungkus Nasi kuning.
"Saya dari Rumah pak. Dah ngga di kos lama, mau pindah."
"Gegara putus sama Dani?" Tanya Randy sambil tertawa melihat wajah kesal Caca.
"Ngga sekalian kamu kembaliin semua hadiah dari dia?" Lanjut Randy sambil meletakan satu botor air mineral dingin kesukaan Caca.
"Males ngembaliinnya pak. Ngerepotin. Btw makasih sarapannya."
"Dah dapet tempat kos baru?" Tanya Randy sambil ikut menyantap Nasi kuning miliknya.
"Belum, niatnya mau nyari nanti palingan."
"Harus kos putri?"
"Ngga juga pak, kosku yang ini kan juga campur. Yang penting ada penjaganya, sama fasilitas kebersihan."
"Kos bareng aku saja. Ngga sebelahan sih, tapi satu gedung. Beda 2 unit sebelah aku." Ucap Randy menawarkan.
"Nyaman ngga pak tetangganya? Saya males kalo punya tetangga rese." Ucap Caca, dirinya sedikit tertarik dengan tawaran dosen didepannya.
"Rese sih engga, tapi ya namanya manusia, dimana-mana pasti ada plus minusnya. Kalo mau nanti bisa langsung lihat bareng aku."
"Boleh deh pak, kalo cocok saya langsung ambil ya."
Keduanya melanjutkan obrolan ringan dengan santai. Setelah menghabiskan sarapan Randy baru memulai pembahasan tentang project yang akan mereka lakukan bersama. Randy suka dengan Caca, sebagai dosen terhadap mahasiswa, ataupun sebagai kakak terhadap adik. Bagi Randy, Caca adalah masahasiswa yang mandiri, dirinya tak akan keberatan jika harus diberikan tugas untuk dikerjakan sendiri. Bahkan, Caca akan dengan siap sedia jika banyak dosen meminta bantuannya.
Bukan kali pertama Randy menjalankan project bersama Caca, bahkan banyak design ataupun karya yang Randy ciptakan menggunakan ukuran tubuh Caca. Mengingat Caca adalah tipe ideal Randy dalam hal fisik, pertama kali Randy memasuki kelas Caca, dan untuk pertama kalinya juga Randy mendesign karyanya dengan ukuran real, bukan ukuran standar seperti biasanya.
"Jadi modelnya bebas kan? Terserah saya mau pakai dari agensi mana?" Tanya Caca kepada Randy.
"Iya, terserah kamu. Yang jelas cocokin sama model pakaiannya. Ambil 12 model saja, jadi satu orang pakai 3 baju. Nanti Gong pakai 2 baju."
"Kamu ngga mau jalan Ca? Ada beberapa design yang cocok banget buat kamu. Sudah lama juga aku ngga liat kamu jalan." Lanjut Randy
"Lagi males jalan pak. Saya di belakang panggung saja." Caca tersenyum lebar menjawab pertanyaan Randy.
"Biar makin banyak fansnya, followers instagramnya juga. Lumayan pansos, jadi cepet move on." Randy tertawa saat melihat respon Caca yang cemberut kesal mendengar sindirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Pacarku! (21+)
Literatura Kobieca⚠️ 21+ ==== "Aku tu, masih ngga habis pikir" ucap Linda memandang lelaki jangkung yang berdiri jauh dari tempat duduknya. "Ngga habis pikir kenapa?" tanya Rara mengikuti arah pandang Linda. "Orang kaya kak Dani kok mau sih sama Caca?" jawabnya sambi...
