Publish : 29 Mei 2023
===
Kantin kampus siang ini terlihat ramai sama seperti hari bisanya. Banyak mahasiswa memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar bisa mengisi perutnya di waktu padat jam kelas mereka. Rico berjalan sambil kedua tangannya membawa nampan berisi makan, menuju anak-anak yang sedang berkumpul dan terlebih dahulu duduk disana.
"Jadi, kalian udah balikan?" Tanya Rico melihat Dani dan Caca kembali akur.
"Udah." Jawab Caca riang, dirinya sudah kembali ke setelan pabriknya.
"Dijanjiin apa lo sama Dani?" Tanya Rico sambil memakan gorengan yang dia beli tadi.
"Ngga ada." Jawab Caca bertanya.
"Lah, Dani kaya Ca. Porotin kek, minya cincin, emas antam, atau apa gitu. Lo mah kemakan cinta mulu. Heran gue." Oceh Rico mendengar jawaban Caca.
Caca cemberut mendengar ucapan Rico, dirinya memandang Dani meminta pembelaan dari sang pacar. "Iyaa, nanti kita jalan-jalan. Terserah kamu mau apa sayang." Ucap Dani sambil mengusap pelan pinggang Caca.
"Gampang banget ya ngehasut Caca. Mang bocah." Celetuk Galih yang melihat tingkah Caca sudah kembali seperti semula.
PLAAAK !!
"Anjim. Sakit Ca. Heran, punya tangan ringan amat." Keluh Galih mengusap lengan atasnya yang terkena absen dari tangan Caca.
Caca hanya mengacuhkan keluhan Galih dan semakin erat merangkul lengan Dani. "Kamu habis ini engga ada kelas kan?" Tanya Dani kepada Caca. "Engga ada, kenapa?" Jawab Caca singkat.
"Jalan yuk, habis ini kelasku kosong." Ajak Dani dan langsung di iyakan oleh Caca.
Setelah selesai makan dan bercengkrama satu persatu anak yang ada di meja tersebut pamit akan melakukan aktifitas mereka masing-masing. "Kalian bakalan jalan berdua kan? Gue balik duluan ya. Baek - baek kalian berdua." Pamit Rico kepada Dani dan Caca sebelum berdiri dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Selang beberapa menit setelah Rico pergi, Dani dan Caca memutuskan untuk ikut beranjak dari bangku dan jalan menuju parkiran mobil. Memasuki mobil dan meluncur keluar kampus menuju jalanan. Siang itu cukup terik dan sejuk, tidak terlalu panas hingga dapat membuat emosi orang-orang yang berada di luaran gedung. Dani membawa mobil tersebut berjalan kearah salah satu mall besar yang berada di tengah kota. Mall kesukan Caca.
"Mau nonton?" Tanya Dani kepada Caca yang tengah membenarkan penampilannya di depan kaca dashboard mobil.
"Liat jadwal filmnya dulu deh, aku udah ngga update film. Tapi aku pengen belanja buat kos sekalian. Rada banyak kayaknya, mending sekarang atau terakhiran?" Tanya Caca saat dia ingat bahwa banyak barang kosnya yang habis dan butuh di isi kembali.
"Pulangnya aja gimana? Biar ngga repot bawanya." Jawab Dani sambil merangkul pinggang Caca dan berjalan beriringan.
"Okeey sayang."
Siang ini keadaan mall cukup sepi, tidak seramai hari weekend atau mungkin tengah hari seperti ini penduduk bumi masih sibuk dengan aktifitas mereka. Jam pulang anak sekolah dan pegawai kantor juga belum waktunya, membuat Caca dan Dani dapat berjalan santai dan pelan disepanjang koridor mall yang dingin dan luas. Mereka memutuskan untuk menuju bioskop terlebih dahulu agar mengetahui jam penayangan film yang dapat mereka lihat.
"Nonton film cruella mau?" Tanya Caca saat melihat jadwal film di layar tv.
"Boleh, aku ngikut aja yang." Jawab Dani singkat
"Mau yang biasa atau premiere?" Caca lanjut bertanya.
"Kamu mau yang apa sayang? Biasa aja gimana? Premiere tempat duduknya terlalu jauh. Aku kurang suka kalo nontonnya sama kamu." Terang Dani kepada Caca seraya mengusap pelan pipi perempuan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Pacarku! (21+)
Genç Kız Edebiyatı⚠️ 21+ ==== "Aku tu, masih ngga habis pikir" ucap Linda memandang lelaki jangkung yang berdiri jauh dari tempat duduknya. "Ngga habis pikir kenapa?" tanya Rara mengikuti arah pandang Linda. "Orang kaya kak Dani kok mau sih sama Caca?" jawabnya sambi...
