Hei jennie 2

4.2K 236 3
                                    

.......

Saat tengah malam,
Jennie terbangun dari tidurnya, posisi wajah jennie terbenam di ceruk leher lim, ia juga merasakan genggaman di tangannya.

Jennie pov:

Aku tidak sadar bahwa aku tertidur sedekat ini bersama lim, bahkan wajahku menelusup leher lim, Tubuh lim sangat wangi.
Aku memandangi wajah lim beberapa saat, wajahnya sangat lucu saat sdg tertidur tapi ia sangat jahat dan kasar.

Aku perlahan bangkit dari ranjang, melepaskan tangan lim pelan-pelan
lalu berjalan menuju kamar mandi.

Byurrrrr.....
Air membasahi seluruh tubuhku, aku terus berharap agar waktu berjalan dgn cepat dan aku bisa terlepas dari pria kasar itu.

Setelah mandi dan berpakaian aku duduk di sisi kiri ranjang, Melihat pemandangan indah dari jendela-jendela besar dikamar itu. Dan aku melihat segelas susu dan sepiring sandwich.... Aku menghabiskan susu dan sandwich itu.

Senja mulai memunculkan keindahannya, Sebentar lagi hari akan berganti malam, aku Turun kebawah untuk menyiapkan makan malam. Kali ini aku memasak Spageti karna itu adalah makanan kesukaan lim, Ibu mertuaku yang memberitahu aku beberapa minggu lalu.

Setelah semua tersiapkan dimeja makan, Aku Menghampiri lim di kamar,

"Lim... Bangunlah, Ayo makan" Ucapku lirih.

Tidak ada jawaban dari lim. Lalu aku menepuk-nepuk pipi nya.

Lim hanya berdeham.

"Lim... bangunlah, aku sudah memasak makanan untukmu" Ucapku.

Lim membuka matanya perlahan, ia menatapku dan duduk lalu mencium bibirku singkat. Aku hanya diam membeku, aku ingin marah tapi kali ini aku lelah harus bertengkar dgnnya, jadi aku memilih untuk tidak menghiraukannya lalu beranjak untuk turun, tiba-tiba lim menarik lenganku.

"Jennie?" Ucap lim lirih.

Aku hanya menatap sekilas.

"Jennie lihat aku!" Ucap lim.

Lalu aku melihat lim dgn wajh bingung.

"Jennie.. bisakah satu bulan ini jangan mengacuhkan aku?" ucap lim.

Aku tidak menjawabnya dan mencoba berjalan menjauhi lim, tapi lim kembali menarik tanganku.

"Ayolah jennie? ini hanya satu bulan, Bukankah sebentar lagi kita akan berpisah selamanya?" Ucap lim sedih.

Aku menatap lim, lalu mengangguk pelan dgn wajah yang tetap datar.

Lim tersenyum bahagia, ia bahkan menggenggam tanganku saat menuruni tangga menuju ke ruang makan.

Sesampainya diruang makan.

"Spageti?? apa kau tau makanan kesukaanku?" Ucap lim.

"Tidak.. aku hanya memasak asal" ucapku gengsi. Yakali blg sengaja masakin makanan kesukaannya, Tengsin dong.

Aku sudah menyiapkan makanannya. Tapi ia hanya melihatku makan, membuatku risih.

"Dipiringmu sudah ada, kenapa masih melihat piringku?" ucapku menatap lim.

"Aku tidak melihat piringmu" Ucap lim.

"Lalu? kau melihat apa?"tanya ku.

"Aku hanya melihatmu" ucap lim.

"tapi kenapa?" tanya ku.

"Aku ingin disuap olehmu" ucap lim manja.

Aku melebarkan bola mataku seakan tak percaya, bagaimana bisa pria kasar sepertinya menjadi manja padaku.

Kim JENNIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang