"Begitulah kisahku. Menyedihkan bukan?"
Taehyung tersenyum kecut sambil memandangi arah lain.
Kini tempat yang sejuk dan sangat terbuka oleh udara telah menjadi pilihan Taehyung maupun Jennie untuk berbincang bincang.
Sesuai janji yang sudah Taehyung buat,
Ia akan menceritakan semua keluh kesahnya pada seseorang yang baru beberapa hari ke belakang ini ia kenal.
Entah mengapa,
Dirinya bisa sangat cepat merasa percaya dan nyaman jika ia menghabiskan banyak waktu luang untuk mengobrol dengan Jennie.
"Tidak apa. Beruntung kau mempunyai sifat yang baik dan penyabar, sehingga itu akan sangat mencegah terjadinya keserakahan karena keinginanmu yang besar untuk memilikinya"
Taehyung perlahan kembali menujukan matanya untuk memandangi Jennie
"Kau sudah melakukan semuanya dengan baik. Kau mengambil jalan yang lurus. Aku yakin tuhan bangga padamu, karena kau sudah bisa menjalankan ujiannya dengan benar"
"Dan sekarang, bagaimana perasaanmu?" tanya Jennie
Wanita itu kini bisa melihat keringanan dan kelegaan yang perlahan mulai terpancar dari wajah Taehyung.
"Aku jauh merasa lebih baik saat aku tidak bisa melihat dan mengetahui keadaannnya. Meski mungkin itu sedikit menyiksaku, tapi kurasa itu cara terampuh untuk bisa segera melupakannya"
"Lalu, bagaimana perasaanmu ketika kau sudah mulai menceritakan semua masalahmu padaku?" tanya Jennie lagi
Taehyung lalu tersenyum simpul sambil menatap Jennie dengan dalam
"Baik. Jauh lebih baik dari yang aku bayangkan. Terlebih, kau adalah orang pertama yang mau mendengar ceritaku"
Jennie lalu mengusap sebelah bahu Taehyung dengan tangan kanannya
"Tidak masalah. Aku senang kau mau menceritakan masalahmu padaku. Dan lain kali, hubungi aku jika kau perlu bantuan hm?"
Taehyung lalu meraih tangan Jennie yang masih memegangi bahu kirinya untuk ia genggam dibawah pegangan tangannya
Pria itu lalu menempatkan tangan Jennie pada pagar pembatas pemandangan alam yang menyegarkan ini
Fyi,
Seperti kebanyakan orang pada umummnya yang mau menghirup udara bebas nan segar,
Kini Taehyung dan Jennie memutuskan untuk berkunjung pada tempat wisata yang tak begitu ramai namun mempunyai nuansa alam yang indah.
Mereka berdua sangat menikmati pemandangan paling tinggi di tempat wisata ini.
Karena selain sepi,
Di tempat teratas ini yang di batasi dengan pagar pagar kayu yang sederhana,
Taehyung maupun Jennie jadi bisa merasakan suasana khusus yang tak bisa dikatakan dalam bentukan kalimat.
"Gomowo-yo, Nini-a"
Jennie sungguh tidak bisa.
Dia benar benar tidak bisa.
Jika harus mengendalikan degup jantungnya kala Taehyung tengah menggenggam tangannya, sambil memberikannnya tatapan juga senyuman manisnya.
Dan sialnya,
Jennie akan benar benar malu jika Taehyung mengetahui apa yang terjadi padanya saat ini.
Entah ada atau tidak warna yang terpancar,
Tapi Jennie yakin jika Taehyung bukan pria bodoh yang tak berpengalaman soal urusan cinta,
KAMU SEDANG MEMBACA
The Next Problem [Squel]
Fanfiction⚠️WARNING⚠️ -Wajib follow akun author sebelum membaca! -Usahakan tinggalkan jejak setelah membaca! -Plagiator? Jauh jauh lah ya! -Cerita murni hasil pemikiran saya! -Dan baca book [I'm sorry] nya dulu biar nyambung Ini adalah sebuah cerita lanjutan...
![The Next Problem [Squel]](https://img.wattpad.com/cover/242044456-64-k322630.jpg)