"Kau belum tidur hm?"
Jihyo menggelengkan kepalanya sebagai jawaban sambil terseyum tipis.
"Kenapa? Ini sudah malam" kata Jungkook sambil bergabung untuk tertidur di kasurnya.
"Aku tidak bisa tertidur. Sepertinya, aku merindukan sandaran hangatku"
Kedua mata Jungkook langsung membulat sempurna sekarang.
Berbeda jauh,
Dengan reaksi wajah Jihyo yang terlihat santai dan biasa biasa saja.
"Apa?"
Tanpa basa basi,
Jihyo kini langsung memeluk tubuh Jungkook dengan kedua tangannya, dan menyimpan kepalanya pada dada lebar Jungkook yang nyaman.
"Hah! Sekarang aku baru bisa tertidur dengan nyenyak sepertinya" ujar Jihyo sambil menutup kedua matanya perlahan
Jungkook yang masih sedikit terkejut atas sikap tiba tiba Jihyo padanya ini kini hanya bisa membalas pelukan Jihyo padanya.
Ia tidak menyangka,
Jika Jihyo bisa secepat ini kembali bersikap hangat seperti dulu padanya
"Aku merindukanmu" senyum Jungkook yang semakin mengeratkan pelukan mereka
"Aku jauh lebih merindukanmu" timbal Jihyo
"Tidak, aku yang lebih lebih merindukanmu"
"Yak! Kata siapa? Aku lah yang sangaaaaaaaattt merindukan Jeon Jungkook ku ini" ucap Jihyo yang sengaja memanjangkan kata intonasi 'sangat' di dalam bicaranya tadi
"Tidak tidak! Aku jauh merindukanmu dari apapun! Jadi diamlah!" senyum Jungkook sambil mengecup kepala sang istri
Jihyo lalu tersenyum tipis di dalam sandarannya,
Sambil bergumam,
"Aku sudah jauh merindukanmu, bahkan di saat dulu kau sama sekali tidak pernah memikirkan dan mengingatku"
♡♡♡
"Sayang? Aku pergi berangkat dulu hm?" kata Jungkook sambil memasang jam tangannya.
"Mmm, pergilah! Dan hati hati"
"Baiklah, jaga dirimu. Aku akan pulang lebih awal hari ini"
"Apa hari ini kau tidak begitu sibuk memangnya?" Tanya Jihyo yang masih berjalan berdampingan menuju depan rumah bersama Jungkook
"Untungnya tidak. Bersiaplah setelah aku menelpon mu nanti hm?"
Mereka berdua pun kini berhenti berjalan saat sudah sampai di depan mobil mewah Jungkook yang sudah terparkir sedari tadi.
"Untuk apa?"
"Kita harus pergi walau itu hanya sekedar berjalan jalan. Mengerti?"
Jihyo kini menganggukkan kepalanya seraya menyondorkan tas keperluan Jungkook untuk ia bawa.
"Baiklah. Terserahmu saja, tuan Jeon"
Jungkook lalu mendekat ke arah Jihyo dan mencium kening Jihyo sebelum ia benar benar masuk dan pergi ke tempat kerjanya.
"Ah tunggu, tuan Jeon!" suruh Jihyo yang menahan Jungkook kembali
Lantas,
Jungkook pun menaikkan kedua halisnya sambil memandangi wajah cerah Jihyo dan berkata
"Ya! Aku ini suamimu, berhenti memanggil ku dengan sebutan itu!"
Jihyo tertawa ringan kala melihat rengekan wajah Jungkook yang sangat menggemaskan menurutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Next Problem [Squel]
Fiksi Penggemar⚠️WARNING⚠️ -Wajib follow akun author sebelum membaca! -Usahakan tinggalkan jejak setelah membaca! -Plagiator? Jauh jauh lah ya! -Cerita murni hasil pemikiran saya! -Dan baca book [I'm sorry] nya dulu biar nyambung Ini adalah sebuah cerita lanjutan...
![The Next Problem [Squel]](https://img.wattpad.com/cover/242044456-64-k322630.jpg)