44: Sosok yang membuat ada (2)

3.7K 636 264
                                        

Axksoams happy reading!

Jejak jangan lupa ya:❤️

***

"Itu yang terakhir."

(Y/n) menoleh, menatap tim penyegel yang baru saja melaporkan data yang barusan diurus. Ia menghela nafas lalu menyugar rambut coklatnya yang sudah basah karena keringat. Ini benar-benar situasi yang tidak pernah ia duga.

Tadi, ketika (Y/n) bersama pasukannya sedang dalam perjalanan menuju titik temu Divisi 3, tiba-tiba beberapa ninja edo tensei muncul dan menyerang pasukannya. (Y/n) tidak tinggal diam, ia bersama pasukannya dengan sigap melawan dan mengalahkan para ninja edo tensei yang menghalangi mereka. Waktu yang digunakan pun cukup lama, banyak juga pasukan (Y/n) yang terluka.

"Ninja medis! Cepat kerjakan tugas kalian! Kita harus bergegas menuju tempat Divisi 3!" (Y/n) berseru gemas. Giginya bergemelatuk geram karena waktu yang terus menerus terundur.

Gadis itu menghela nafas, mengusap wajahnya yang sudah kusam karena pertarungan. Persetan dengan semua perawatan yang (Y/n) lakukan kala libur terhadap wajahnya. (Y/n) berjanji, jika perang ini berakhir, (Y/n) akan menghabiskan waktu berhari-hari untuk merawat dirinya dan mengabaikan misi serta tugasnya. Baiklah, ini bukan contoh yang baik. Ini hanya bualan konyol (Y/n) pada dirinya sendiri.

Bagaimana pun, selelah apapun, jika ada misi yang membutuhkannya, (Y/n) pasti selalu siap menerimanya meski hati memberontak.

"(Y/n)! Ini aku Kakashi! Kau dan aku terhubung melalui Inoichi-san."

(Y/n) tersentak kala mendengar seruan Kakashi di dalam benaknya. Ia langsung mendudukkan dirinya di bawah pohon dan memejamkan mata untuk fokus pada pembicaraan. Sepertinya Kakashi sedang serius atau membutuhkan hal genting.

"(Y/n) di sini! Ada apa, Kakashi-sensei?" tanya (Y/n).

"Cepat lah kemari! Aku membutuhkan diri mu untuk menyegel ninja edo tensei yang baru saja muncul sesuai dengan prediksi Shikaku-san! Tidak ada banyak waktu, (Y/n)! Kau harus benar-benar tiba di sini dalam waktu cepat, jika tidak, anggota Divisi 3 bisa semakin banyak yang terluka."

"Memangnya, siapa ninja edo tensei itu?"

"Orang tua mu. Aku butuh kau segera. Sampai jumpa!"

Percakapan terputus bersamaan dengan kedua mata (Y/n) yang terbuka lebar. Barusan, ia tidak salah dengar kan? Ia sedang tidak mengigau kan? Ia sedang tidak berhalusinasi kan?

"Lapor, (Y/n)-sama! Sebagian anggota pasukan telah selesai diobati, sementara sisanya masih proses!"

(Y/n) tersentak kala mendengar laporan bawahannya. Kedua mata masih senantiasa membola tak percaya kala otak terisi penuh dengan percakapan barusan. Namun, ini bukan saatnya untuk merenungkan percakapan itu. (Y/n) harus bergerak cepat atau semuanya akan terlambat.

"Jyu, kau ambil ahli pasukan dan bawa mereka ke titik temu Divisi 3. Aku tidak bisa pergi bersama kalian karena aku akan pergi sekarang, mereka benar-benar membutuhkan ku! Sampai jumpa!"

(Y/n) berucap sepihak tanpa menunggu persetujuan dari Jyu ninja asal Iwagakure. (Y/n) segera berlari meninggalkan semua pasukannya dengan egois, tanpa menunggu mereka sama sekali. Namun, ini benar-benar darurat.

(Y/n) memang pernah berharap kalau ia ingin kembali bertemu dengan kedua orang tuanya. Namun, bukan ini caranya.

(Y/n) memang tidak terlalu mengenal kedua orang tuanya. Masih banyak hal yang belum (Y/n) ketahui tentang ayah dan ibunya. Dan saat ini, ia harus menghampiri mereka berdua dan mengalahkan mereka semua. Ini semua benar-benar menyiksa batin (Y/n).

𝐖𝐀𝐓𝐀𝐒𝐇𝐈 𝐍𝐎 𝐌𝐎𝐍𝐎𝐆𝐀𝐓𝐀𝐑𝐈 ; 𝐬𝐡𝐢𝐩𝐩𝐮𝐝𝐞𝐧 ✔︎Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang