Tinggalkan jejak dan happy reading
***
"Baiklah, sekarang kita mau kemana?" tanya (Y/n).
(Y/n) dan Shino sudah mengantar Konohamaru setelah melewati introgasi tajam dari Asuma yang mencurigai kalau mereka melakukan 'kencan'. Padahal tidak sama sekali.
Shino dan (Y/n) saat ini sedang berjalan di tengah pasar yang masih terlihat ramai. Banyak stand penjual makanan dan beberapa stand permainan.
"Entahlah, aku juga tidak tau."
(Y/n) berdecak kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. "Dasar kau ini! Oh iya, ku dengar dari Tsunade-sama kalau semua tim sedang mendapatkan misi. Apa tim mu juga mendapatkan misi?" tanya (Y/n).
Shino mengangguk kemudian membaguskan posisi kacamata nya. "Ya, dan mungkin untuk menyelesaikan misi itu membutuhkan beberapa hari," jawab Shino.
"Oh iya, apa kah kau bisa menceritakan tentang tim delapan? Ku rasa itu bisa menjadi topik yang menarik untuk pembahas kita," ucap (Y/n) sembari terkekeh kemudian menatap Shino dengan antusias.
Shino pun mengusap tekuk nya kemudian mengangguk dan membawa (Y/n) untuk duduk di salah satu bangku yang ada di pinggir jalanan pasar. "Tapi sebelum itu aku akan membeli cemilan dan minuman, kau tunggu di sini!"
Setelah beberapa saat pergi, (Y/n) akhirnya kembali dengan satu kotak berisi takoyaki dan dua gelas minuman dingin. Dengan hati-hati ia meletakkan makanan dan minuman di sisi tengah mereka sehingga memberi jarak dan setelah itu (Y/n) mulai meminum, minumannya.
"Ayo sekarang ceritakan pada ku!"
Shino mengangguk. "Mungkin tim ku tidak terlalu menonjol, terlebih dengan kehadiran ku."
Untuk kalimat terakhir yang Shino ucapkan begitu menohok sehingga membuat (Y/n) sedikit tersedak air minumnya.
Shino hanya melirik sejenak kemudian mengambil takoyaki dan memakannya. "Hinata, dia perempuan satu-satunya di tim ku dan aku serta Kiba selalu berusaha menjaganya dengan baik. Dia selalu berusaha agar menjadi lebih kuat dan selalu pingsan serta mati kutu jika sudah berhadapan dengan Naruto," ucap Shino.
(Y/n) terkekeh. "Aku memiliki firasat kalau Hinata menyukai Naruto."
"Tetapi Naruto menyukai Sakura," imbuh Shino
"Dan Sakura menyukai Sasuke," tambah (Y/n) dan setelah itu mereka berdua terkekeh. "Perasaan remaja memang begitu, masih sangat labil dan tidak tentu."
Shino terkekeh. Sepertinya jika sudah bersama (Y/n), Shino jadi lebih banyak berekspresi. Bahkan sekalipun bersama Kiba yang sebelas dua belas berisik nya dengan Naruto terkadang susah merubah ekspresi Shino. Tetapi dengan (Y/n), semua terlihat mudah saja.
"Lalu, bagaimana dengan Kiba?" tanya (Y/n), kembali pada topik."
"Kiba? Dia berisik, menyebalkan, tidak pernah ragu, dan selalu percaya diri kalau kelak dia akan menjadi Hokage," jawab Shino.
(Y/n) tersenyum. "Kiba itu sama seperti Naruto, hanya saja yang membedakan mereka jalan pikirannya. Naruto gegabah, sedangkan Kiba sering berpikiran matang," tambah (Y/n).
Dari pengalaman yang (Y/n) dapat saat melarikan diri dari Sakon dan Ukon tiga tahun yang silam, Kiba itu cukup bertanggung jawab. Bahkan pria itu rela memapah tubuhnya dan Akamaru sekaligus.
"Kau benar. Tetapi jika tidak ada mereka, Konoha akan sepi."
"Kau benar, Shino."
Setelah itu mereka terdiam sesaat. Lalu Shino mendongak dan menatap langit-langit malam. "Kau tau apa yang lebih menarik dari serangga-serangga ku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐀𝐓𝐀𝐒𝐇𝐈 𝐍𝐎 𝐌𝐎𝐍𝐎𝐆𝐀𝐓𝐀𝐑𝐈 ; 𝐬𝐡𝐢𝐩𝐩𝐮𝐝𝐞𝐧 ✔︎
FanfictionKisahku belum selesai. Semua masih berlanjut bahkan lebih gila dari sebelumnya. .・。.・゜✭・.・✫・゜・。. |Seluruh karakter Naruto adalah milik 𝗠𝗮𝘀𝗮𝘀𝗵𝗶 𝗞𝗵𝗶𝘀𝗶𝗺𝗼𝘁𝗼 kecuali (Y/n) dan Oc|.
