21: Tenji

2.8K 569 60
                                    

Happy reading semua!

***

(Y/n) sudah terbangun dari tidurnya, bahkan matahari pun belum terbit sama sekali tetapi (Y/n) sudah terbangun. Semalaman ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terus menerus memikirkan pengakuan Sageki semalam.

Ia menghela nafasnya lalu mendudukkan dirinya, sejenak ia memandangi jari jemarinya yang tidak lengkap itu lalu mendongak dan menyisir rambutnya menggunakan kedua tangannya.

Kepalanya terasa penat karena memikirkan ini semua. Ia gundah dan ini semua terlalu mendadak. Masih dengan kepala yang mendongak, (Y/n) beralih memejamkan matanya sembari menunduk.

"Kenapa aku harus memusingkan hal ini? Bisa saja kan dia hanya mengaku-ngaku? Tenji itu benar-benar sudah mati." (Y/n) bermonolog dengan dirinya sendiri seraya menyibak selimutnya dan beralih berdiri di depan cerminannya.

"Namun, jawaban yang dia berikan sangat meyakinkan. Tidak ada kebohongan di matanya," ucap (Y/n) sambil mengusap wajahnya beberapa kali.

-
-
-

Ini masih terlalu pagi di desa Konoha, tetapi (Y/n) sudah berjalan menyusuri jalanan desa Konoha. Ia berjalan dengan kedua tangan yang sudah ia masukkan ke dalam kedua saku celananya. Berjalan menyusuri jalanan lalu berjalan menginyisiri padang ilalang dan hingga pada akhirnya langkahnya terhenti tepat di belakang bukit desa Konoha.

(Y/n) memutuskan untuk menghampiri tempat Sageki di ikat semalam dan saat ia tiba, dirinya melihat Sageki yang tertidur dengan kedua tangan dan kaki masih terikat. (Y/n) melangkah mendekat lalu berjongkok dan menyentil dahi Sageki hingga membuat pria itu terbangun dengan wajah kagetnya.

"Ku pikir kau akan kabur," ucap (Y/n) sembari berdiri dan Sageki meringis karena sentilan di dahinya.

"Aku tidak kabur karena aku ingin membuktikan kalau aku benar-benar, Tenji, tahu!" ketus Sageki. Lama-lama (Y/n) menyebalkan.

(Y/n) tidak merespon melainkan ia kembali berjongkok dan melepaskan ikatan pada Sageki dan membuang asal tali tersebut saat ikatan terbuka. Sejenak mata Sageki tampak berbinar dan ia langsung berdiri serta merenggangkan otot-otot tubuhnya.

"Apa kau sudah percaya pada ku kalau aku ini benar-benar Tenji?!" tanya Sageki antusias.

(Y/n) menggeleng kecil. "Ada satu pertanyaan lagi yang harus kau jawab baru lah setelah itu aku percaya kalau kau adalah Tenji," ucap (Y/n) dengan wajah tanpa ekspresinya.

Sageki menghela nafas lalu mengangguk kecil dan tersenyum hingga menampakkan deretan gigi atasnya. "Silahkan."

"Saat Tenji menghalangi ku dan Azumi untuk saling membunuh, Tenji melompat ke tengah-tengah kami demi menyelamatkan kami berdua. Saat tertusuk, Tenji menghadap ke siapa? Aku, atau Azumi?" tanya (Y/n).

Sageki tampak terdiam sejenak lalu ia berlagak seperti sedang berpikir. Cukup lama (Y/n) menunggu Sageki untuk menjawab, tetapi Sageki tidak kunjung menjawab sehingga membuat dirinya jengah.

"Kau tidak bis-"

"Seperti ini."

(Y/n) membelakkan kedua matanya saat Sageki tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya ke pundaknya. Ini mirip seperti saat Tenji terjatuh ke pundaknya ketika katana miliknya menghunus ke dada Tenji.

"Aku menghadap ke arah mu dan terjatuh dipelukan mu," bisik Sageki di telinga (Y/n) dan setelah itu ia menegapkan tubuhnya dan menatap (Y/n) dengan senyuman percaya dirinya.

"Lihat, aku menjawab semua pertanyaan mu dengan mudah. Aku benar-benar Tenji, (Y/n). Aku bukan orang jahat atau musuh yang sedang menyamar," ujar Sageki sambil memegang kedua pundak (Y/n).

𝐖𝐀𝐓𝐀𝐒𝐇𝐈 𝐍𝐎 𝐌𝐎𝐍𝐎𝐆𝐀𝐓𝐀𝐑𝐈 ; 𝐬𝐡𝐢𝐩𝐩𝐮𝐝𝐞𝐧 ✔︎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang