Happy reading 🙆
***
"Jadi, apa kita harus menyerang bersama atau sendirian saja? Aku juga tidak mau kalah loh dari mereka semua."
(Y/n) yang baru saja mendarat di antara Tenji dan Azumi berdecak. Gadis itu menatap malas pada sosok Tenji yang berdiri di samping kanannya. "Ini bukan waktunya ajang untuk pamer idiot! Kita sedang perang, fokus lah."
Tenji terkekeh. "Sudah lama rasanya kita tidak seperti ini. Ada banyak hal yang ingin ku katakan kepada kalian, tapi, nanti saja. Sekarang, ayo kita serang mereka kembali!"
(Y/n) dan Azumi mengangguk. Untuk memulai serangan kombinasi tim 9 yang terakhir kali di pakai sekitar 4 tahun yang lalu adalah membiarkan Azumi berlari ke garis terdepan dan melilit lima anakan Juubi sekaligus dengan tubuhnya.
Setelah Azumi berhasil melilit anakan Juubi tersebut kini giliran (Y/n). (Y/n) berlari dengan katana yang sudah siap siaga. Ia berlari dan ketika sudah berada di udara, (Y/n) langsung menebaskan katananya yang sudah dialirkan oleh petir hingga para anakan Juubi itu tercincang hingga tak terbentuk.
Setelah semua anakan Juubi tercincang tak berbentuk kini giliran Tenji. Pemuda itu membentuk segel tangan dan menggunakan Doton yang ia kuasai. Dengan cepat Tenji mengarahkan Doton nya untuk menindih anakan Juubi hingga mereka benar-benar kalah telak.
(Y/n) tersenyum tipis. Rasanya sudah lama ia tidak melakukan formasi ini bersama timnya. Sudah terlalu lama malahan sampai-sampai (Y/n) sempat lupa bagiannya. Meski di dalam lubuk hati (Y/n) masih menyimpan kekesalan dan kebencian untuk kedua mantan rekan satu timnya ini, tetapi, tak bisa dipungkiri ia senang. Senang timnya kembali.
Perang terus berlanjut. Tidak ada jeda untuk berhenti atau menarik nafas lega. Bahkan kini, Obito Uchiha telah berubah dan masuk dalam mode Jinchuriki. Keadaan semakin genting, tetapi, berkat bantuan para Hokage terdahulu semuanya sedikit membaik.
Kini di garis terdepan terlihat Naruto, Minato, Sasuke, dan Jugou bersama. Naruto dan Minato tampak bertos. Itu adalah tos pertama antara ayah dan anak bagi mereka.
Lalu tak lama, sebuah cakra Kyubi bewarna kuning keoraye-an mulai membaluri tubuh setiap Shinobi yang ada. (Y/n) menatap dirinya yang sudah terbaluri oleh cakra Kyubi tampak merasakan sesuatu. Seperti ada, "Perasaan yang terhubung," ujarnya sembari mendongak dan menatap medan pertempuran.
Perasaan ini sangat kuat. Bahkan saking kuatnya, mata (Y/n) terasa berkaca-kaca. Tapi, ia sudah berjanji tidak akan terbawa emosi dan sejenisnya lagi untuk saat ini. Ia sedang berperang. (Y/n) akan ikut mengakhiri perang ini dan membuat perjuangan yang sudah gugur tidak sia-sia.
***
"Kau masih hidup?"
DUAM!
Suara ledakan bersama dengan beberapa puing akar-akar raksasa yang baru saja (Y/n) tebas menggema. (Y/n) mendarat dan menoleh ke belakangnya. Di belakangnya saat ini telah berdiri sosok sang kakek dalam wujud edo tenseinya. Ia tidak mengerti harus berekspresi seperti apa. Namun, edo tensei yang dipakai Hiruzen berbeda dengan edo tensei yang ia hadapi kemarin dan tadi.
Hiruzen dibangkitkan untuk membantu aliansi. Bukan untuk bertarung atau di lawan. Akhirnya, helaan nafas ia hembuskan dengan pelan dan ia berbalik sepenuhnya. Bibir tipis miliknya bergerak pelan dan menciptakan sebuah senyuman tipis.
"Kisah ku belum berakhir, kau sendiri yang mengatakan hal itu." (Y/n) tahu kalau Hiruzen tak akan mengerti dengan kalimat yang ia lontarkan sesuai dengan ingatan di mimpinya tadi.
Hiruzen hanya membalas perkataan (Y/n) dengan senyuman tipisnya dan berjalan menghampiri sang cucu yang tampak sudah lebih tinggi darinya. Ia mendongak, menatap wajah sang cucu yang tampak bingung harus berekspresi seperti apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐀𝐓𝐀𝐒𝐇𝐈 𝐍𝐎 𝐌𝐎𝐍𝐎𝐆𝐀𝐓𝐀𝐑𝐈 ; 𝐬𝐡𝐢𝐩𝐩𝐮𝐝𝐞𝐧 ✔︎
FanfictionKisahku belum selesai. Semua masih berlanjut bahkan lebih gila dari sebelumnya. .・。.・゜✭・.・✫・゜・。. |Seluruh karakter Naruto adalah milik 𝗠𝗮𝘀𝗮𝘀𝗵𝗶 𝗞𝗵𝗶𝘀𝗶𝗺𝗼𝘁𝗼 kecuali (Y/n) dan Oc|.
