29: Sebelum semuanya terjadi

2.9K 562 160
                                        

Berhenti jadi siders ya?

Tinggalkan jejak dan selamat membaca!

****

Kode yang Jiraiya-sama beri masih belum dipecahkan dengan sempurna. Masih banyak teka-teki dibalik kode yang Jiraiya-sama berikan. Bahkan saat ini tim medis masih mengotopsi salah satu jasad 'Pain' yang berhasil Jiraiya-sama kalahkan.

Saat ini, aku, Tsunade-sama, Shikmaru, Sakura, Naruto, dan kakek Fukasaku berdiri di depan gerbang desa Konoha.

Aku dan Tsunade-sama, Shikmaru, serta Sakura akan mengantarkan kepergian Naruto. Naruto setuju untuk mempelajari Senjutsu serta berguru pada kakek Fukasaku demi menjadi kuat dan membalaskan dendam kematian Jiraiya-sama kepada 'Pain'.

Aku tersenyum tipis, lalu bersidekap dada dan menatap Naruto. "Ku harap setelah kau kembali, kau tidak menjadi Naruto yang payah, tetapi, Naruto yang hebat."

Wush!

Angin berhembus dan Naruto memejamkan matanya serta mengangguk kecil. "Itu sudah pasti!" sahut Naruto, lalu pria itu mengacungkan ibu jarinya ke arah ku.

"Baiklah, Tuan Fukasaku, aku titip anak ini." Tsunade-sama memohon dan diangguki oleh kakek Fukasaku.

"Itu sudah pasti, kalau begitu kami pergi dulu!"

Poft!

Dalam sekejap mereka menghilang. Memang sih, terlihat berbeda dengan cara ku mempelajari Senjutsu. Hanya saja, aku tidak merasakan hal menonjol dari Senjutsu selain penggunaan Cakra ku yang stabil serta banyak.

Aku menghela nafas lalu berbalik begitu juga dengan yang lain. Pasti desa ini akan kembali terasa sepi.

"Ayo kita kembali," ajak ku.

Lalu Tsunade-sama dana Sakura berjalan ke arah yang berbeda, mereka berdua akan pergi ke kantor Hokage sedangkan aku dan Shikamaru berjalan beriringan menuju kediaman klan Nara.

Shikmaru akan pulang beristirahat sementara aku akan pergi ke rumah Hana-sensei untuk ikut serta dalam membantunya memilih pakaian pernikahannya.

Dia meminta ku untuk membantunya memilih. Tidak ku sangka kalau guru ku yang payah, pelupa, dan terkadang konyol itu akan segera menikah beberapa hari lagi. Setelah menikah nanti pun Hana-sensei akan pensiun menjadi seorang Shinobi dan lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, sama seperti bibi Kurenai.

"Apa Tenji ikut membantu mu?" Shikamaru bertanya dan hal itu membuat aku menoleh serta mendongak ke arahnya.

"Tidak, dia ada acara memancing bersama ayahnya," jawab ku.

"Seharusnya kau tidak perlu repot-repot, aku yakin keluarganya pasti membantunya."

Aku terkekeh lalu meluruskan pandangan ku. "Dia guruku dan dia yang meminta hal ini, aku sebagai muridnya tidak bisa menolak atau mengabaikan hal ini. Kau memang tidak mengerti wanita ya, Shikamaru."

Shikamaru terkekeh, lalu meletakkan tangannya di atas kepala ku. "Cih, terserah mu saja." Lalu ia kembali memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.

"Shikamaru, menurut mu, apa itu dunia ninja?"

Sial, aku kembali kepikiran pertanyaan ku yang bahkan sudah terlalu lama aku lupakan. Terakhir aku berhasil menemukan salah satu jawaban dari pertanyaan ku tentang seorang Shinobi.

"Dunia yang merepotkan."

Aku berdecak, lalu memutar kedua bola mataku malas. "Hal apa yang menurut mu tidak merepotkan, huh?" tanya ku, sedikit kesal sambil mengembungkan pipi kesal.

𝐖𝐀𝐓𝐀𝐒𝐇𝐈 𝐍𝐎 𝐌𝐎𝐍𝐎𝐆𝐀𝐓𝐀𝐑𝐈 ; 𝐬𝐡𝐢𝐩𝐩𝐮𝐝𝐞𝐧 ✔︎Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang