"PAAAKKK!!"
Lucas udah teriak aja, padahal belom nyampe ruanganya,, Masih di koridor depan, udah deket sih, tapi tetep ajah, untung udah mulai sepi, coba kalo masih rame, bikin heboh pasti
"PAAKK JUUUNGG"
"Ngapa teriak - teriak dah?" Kata Mark
"Gue takut mati anak orang Mark..."
"PAAAKKK JUUU....-"
"ASTAGA!!.... kenapa ini?" Teriakan Lucas kepotong karena yang di panggil keluar ruangan dan liatin mereka masih di ujung koridor,, sambil gendong siswa, ekspresi yang tadinya mau marah gak jadi berganti dengan ekspresi siaga, dan ikut nuntun Lucas masuk ruang UKS
"Saya gak sengaja nabrak dia di koridor..."
"Baringin di bangkar..." Titah pak Jung, Mark bantu lepasin tas anak itu
"Tadi gak papa terus pinsan..."
"Jelas pinsan kalo anak sekecil ini di tabrak anak segede kamu." Jawab Pak Jung sambil buka dasi dan kendorin ikat pinggang nya, lalu coba periksa detak nadi Haechan, dan liat lebam di jidatnya dan liat ke arah Lucas minta penjelasan
"Hehe... dia jatoh nya kepentok lantai..." jawab Lukas sambil nyengir
"Kamu nabrak dia sambil lari? Atau kamu punya dendam sama dia jadi kamu dorong dia sampe kejerembab?"
"Astaga fitnah banget bapak ini,, sumpah pak... saya enggak sengaja tadi..."
"Mark bantui jelasin kenapa"
"Iya pak,, tadi kita lari dikoridor karena pengen cepet keparkiran, buru - buru ada janji,," jelas Mark seadanya
"Lain kali jangan lari - lari, apa lagi koridor kan buat jalan anak yang lain..." tutur Pak Jung dengan tetap mengobati jidat Haechan
"Kalo mau lari di lapang olahraga depan tuh,, luas,,"
'Kek pernah denger kata - katanya' batin Lukas
Sedangkan Mark, lelaki itu cuma bisa liatin Haechan yang di obatin
"Udah,, tunggu dia sadar ya... bentar lagi paling,,"
#
'Anak ini lagi?'
Pak Jung, petugas kesehatan yang dalam satu hari ini bertemu Haechan dua kali dalam keadaan sakit tentunya,,
Filling doktenya mengatakan anak ini kurang sehat,,
'Apa dia lemah banget amape di tabrak orang jatoh terus pinsan?' Sambil liatin Haechan yang masih terbaring di bangkar
'Atau tenaga lucas yang memang besar sampai bisa bikin pinsan?' Dia beralih ke dua anak lelaki yang duduk dan berdiri dekat bangkar lebih tepatnya ke anak lelaki yang duduk,, karena dia yang mengaku menabraknya,, dan jangan lupakan badanya yang tinggi itu.
Batin Pak Jung berfikir
"Aakhh~..."
"PAK!! DIA BANGUN!!" Teriak Lucas
"Gak usah teriak juga bro!!" Sahut Mark
Pak Jung berjalan menghampiri bangkar dan memeriksa Haechan,
"Lebam nya sudah di oles salep,, nanti malam sebelum tidur diolesin lagi ya... supaya besok tidak terlalu parah,, oke?"
"Ini salep nya"
Haechan masih diam di atas bangkar,, tapi dia mendengar semua yang di katakan dokter kesehatan itu,,
"Masih pusing?" Tanya Pak Jung lagi setelah melihat Haechan hanya diam
Anak itu mengangguk lemah,
"Ya udah tunggu bentar lagi ajah baru kita pulang,," kata Lucas
"Eh, kita kan ada janji Luke... kalo nunggu ini anak kita bisa telat dong,,," Mark menanggapi
"Ya elah Mark... ngumpul sama mereka bisa nanti,, orang kita sering ketemuan ini,,"
"Kalo ini bocah kenapa napa pas jalan pulang gimana?"
"Kita bisa berdosa banget..." kata Lucas panjang lebar dan di jawab dengusan oleh Mark, pandanganya beralih ke bocah yang tengah tiduran di atas bangkar,,
'Gue rasa ini anak emang lagi gak sehat,, muka pucet gitu, kasian juga sih kalo di tinggalin,,' monolog Mark
Sementara di balik meja tak jauh dari bangkar, Pak Jung penjaga ruang kesehatan itu hanya memperhatikan,,
'Pulang telat lagi,, khuuff...' batinya menghelanafas..
#
Detik jam terdengar di dalam ruangan itu, Pak Jung dan Mark yang sibuk dengan Hp ditangan mereka di tempat masing - masing dan Lucas yang diam memperhatikan Haechan tertidur dengan damainya,, entah apa yang ada di dalam otaknya,, namun pandangannya hanya pada bocah di depanya,
Jarum pendek hampir menyentuh angka 6 dan panjang menunjukan angka 10, serta jarum lainya yang bergerak tak berhenti berputar ke setiap angka disana,
Hingga bunyi dering ponsel mengalihkan semua pandangan,
Mereka saling tatap,
"Hp loe bukan?" Tanya Mark pada temanya
"Bukan! Dering Hp gue kan lagunya NCT Dream We Young" jawab Lucas lalu mereka memandang Pak Jung di ujung sana yang memperlihatkan layar Hp nya gelap,
"Suaranya dari tas anak itu,," kata Mark
"Angkat Luke,, takut emak bapaknya, " lanjutnya
"Gak papa nih gue angkat? Sopan gak?"
"Gak papa Luke, takut orang tuanya..."
"Cepet!!"
"Hallo?"
"Tuang muda? Apa anda pulang dengan tuan Jaemin? Saya menunggu sudah hampir satu jam tuan?"
"Ah... apa anda mencari Hae chan?" Kata Lucas sambil melirik pemilik nama
"Oh maaf? Bukan kah ini telepon milik Tuan muda Haechan? Saya supir yang bertugas menjemput Tuan muda"
"Iya, tapi Tuan Haechan nya sedang... em.... apa anda masih di depan sekolah?"
"Iya, saya masih menunggu di depan gerbang, apa terjadi sesuatu dengan Tuan muda saya?"
"Tunggu sebentar ya pak,, kita akan membawa tuan muda anda ke sana,,"
"Baik tuan,, ,, Terimakasih"
Tut-
"Bro!! Supirnya nunggu di depan!! Gimana nih?!! Dia masih tidur gitu!!"
"Bangunin ajah lah repot amat sih..."
"Jangan lah!! Loe gak kasian!! Dia kan lagi sakit men..."
"Terus loe mau gotong?"
"Loe ajah gue gak mau!!"
"Gue sih gak keberatan!"
Lucas berdiri memposisikan diri,
"Eh, Pak Jung... makasih ya bantuanya..."
"Saya mau anter dia ke sopirnya di depan," kata Lucas
"Mau di bangunin?"
"Gak pak,, Lucas mau gotong,," samber Mark
"Serius?"
"Oh oke"
'Gue sih seneng - seneng ajah, anak manis gini,, lagi dia gak berat - berat amat'
Lucas mulai mengangkat Haechan yang sedang tertidur, dia sedikit menggeliat karena terusik, tapi entah dia yang sudah terlalu nyenyak tertidur atau pinsan, anak itu tidak bangun,,
Mark membawa tas Haechan, sebelumnya dia menaruh salep obat tadi kedalam tas tersebut,
Mereka berdua berjalan keluar ruangan dengan di bukakan pintu oleh Pak Jung, berjalan menuju gerbang depan sekolahnya yang sayangnya jauh,,
(Poor Lucas...)
KAMU SEDANG MEMBACA
DOKTER JUNG
FanfictionSeorang Dokter muda tampan yang menjadi idaman, Dokter Bedah Umum yang nyasar menjadi petugas kesehatan salah satu sekolah menengah atas. Kok bisa? Di sisni akan diceritakan penyebab Dokter bermarga Jung terdampar, dan cerita tentang beberapa murid...
