Matahari baru saja menyapa,
Bahakan mahluk manis ini baru saja terbangun dari mimpi meresahkan, menurutnya,
"Apa nih?"
"Gillaaa... gue kenapa!"
"Gue gak selamanya kan ngehindar dari dokter itu!"
"Akh!!"
Tiga hari berlalu dan selama tiga hari itu Haechan menghindar dari segala sesuatu yang berhubungan dengan dokter itu,
Ya, sejak kejadian kantin waktu itu, dia sebisa mungkin menghindari sang Dokter, rela memutar jalan menuju kelas vocal yang melewati ruang kesehatan,
Puter arah ketika melihat dari jauh bayangan sang dokter,
Bahkan mengubah topik pembicaraan yang sudah mengarah pada sosok dokter tampan itu,
Dia merasa gemuruh di dadanya saat merasa exsistensi apapun yang mengarah pada lelaki itu, dan itu tidak nyaman
"Ecan....."
Creek...
Pintu kamar di buka menampilkan sosok sahabat yang menyadarkan dia dari pikiran bodohnya
"Bisa gak sih loe gak teriak Na Jaemin?!" Haechan bangkit dari ranjangnya meminum air di nakas dan duduk di dekat jendela,
"Hehe... jalan yuk?!" Ajak nya dan mendekat pada Haechan
"Pelarian karena gak bisa bucin-nan!" Dengus Haechan
"Gak gitu ya!!"
"Jalan sama Jeno nya entar malem,, jadi kita punya waktu sampe sore buat jalan,,!
"Ayookk.... kita makan sushi terus ke game center sampe sore...."
"Ya? Ya? Ya please...?"
"Kita udah lama gak jalan berdua"
Bujuk Jaemin
"Heleh kita gak jalan gegara loe kebanyakan bucin sama Jeno, terus nomor dua-in gue!" Gerutunya tapi Jaemin denger
"Ih... cepet mandi... loe perlu refreshing di hari libur gini..." Jaemin narik tangan Haechan dan mendorong kekamar mandi mengabaikan muka bete sang korban
#
"Yang bener aja Na... kita habis makan terus mau maen ginian?!" Melihat mesin Pump It Up di depanya
"Muntah yang ada gue!" Keluh Haechan
"Lah loe makan kayak orang kesambet!"
"Banyak banget!"
"Udah tau kita mau main ke game center!"
"Ck! Yang laen dulu lah...,"
"Motor racing ajah lah yuk..."
"Yang ada kita pasti gak jadi main ini kalo kita main yang lain dulu!"
"Ya loe aja kalo gitu!"
"Gue gak mau muntah gara - gara ngikutin mau loe!" Lalu Haechan pergi ninggalin Jaemin
"Iya ya kita maen motor racing dulu ajah," Jaemin nyerah
Mereka menghabiskan waktu siang menuju sore hari libur di game center dengan sedikit selingan perdebatan kecil, perkara mau main apa duluan, sampai umpatan karena kalah atau seruan gembira karena menang,,
Haechan sukses lupa dengan masalahnya beberapa hari ini,,
"Udah sore Na..."
"Jam 6 nih,,"
"Lu mau ikut pulang apa mau ketemu Jeno disini?" Tanya Haechan sambil mereka menuju stand es cream di dekat game center searah dengan lift,
"Jeno bilang dia mau jemput,"
"Ouh gitu,,"
"Yaudah tar biar gue di jemput supir ajah,,"
"Nana tungguin ya?"
"Gausah, kalo emang Jeno udah dateng,,"
"Jeno bilang sih lagi jalan"
"Enak gak Na pacaran?
"Enaklah Chan, loe ada yang perhatiin, ada yang sayang - sayang,,"
"Halah, gue juga di perartiin mulu sama loe" potong Haechan
"Atu beda bloon!"
"Pacaran tu, perhatianya beda,, karena kita ngerasain hal yang bikin seperti ada gemuruh didada kita"
'Deg' Haechan tiba - tiba saja berhenti
"Ada kupu - kupu terbang di sekitar kita,"
"Ada sesuatu yang bikin kita deg degan!"
"Pokoknya beda Chan" Jaemin menoleh sebelahnya
"Lah? Chan? Kok berhenti?" Binggung Jaemin setelah liat Haechan tidak berjalan di sebelahnya dan malah berhenti di belakang,
"Heh! Ayo, ngapain sih berenti dadakan gitu" Jaemin balik lagi buat narik Haechan jalan
"Gue dikira ngobrol sendiri anjim..."
Mereka sampai di stand es cream dan Haechan masih diam,
"Chan?"
"Ecan?"
"HAECHAN!!"
"Itu mbak nya nanya!"
Haechan kaget setelah dapet teriakan dari Jaemin,
'Astaga... Haechan... apa yang gue pikirin sih!!' Batinya
'"Nah kan? Sekarang diem ajah?" Sewot Jaemin
"Eh iya, es cream mbak..." jawab Haechan
"Ck! Goblok banget sumpah!"
"Strawberry vanilla 1, sama coklat oreo 1, pake cup small mbak... makasih,," pesen Jaemin, kesel dia temenya mendadak tolol
"Loe? Lagi ngerasain sesuatu? Betul?" Tanya Jaemin
"Jatuh cinta?"
"Siapa?"
"Hah? Apa?"
"Ck!"
"Chan! Gue udah dari kecil temenan sama loe!"
"Bahkan kita suka mandi bareng sampe kita sekolah menengah pertama,"
"Gue tau loe luar dalem!"
"Gue tau loe ada masalah udah hampir tiga hari ini"
"Tapi gue gak tau apa, dan gue mau loe yang cerita sendiri,"
"Awalnya gue mikir itu karena loe kesel sama gue, karena gue bareng Jeno terus semenjak sebulan ini gue pacaran sama dia"
"Tapi setelah dilihat loe gak ada masalah tentang itu, meski loe suka ngomel"
"Jadi loe mau cerita sesuatu?"
Jaemin udah gak tahan liat kelakuan sahabatnya ini,
"Gue gak papa Na..."
"Gue baik - baik ajah"
"Gue-.. cuman bingung ajah dikit,"
"Gue gak tau apa yang gue rasa,"
"Nanti gue ceritain kalo gue udah yakin,," final Haechan dan pas dengan es cream mereka yang udah selesai, Strawberry vanilla buat Haechan dan coklat oreo buat Jaemin
Lalu mereka jalan kearah lift,
"Oke, gue gak maksa"
"Tapi gue gak suka loe jadi kayak orang tolol!"
Haechan mendelik berhenti masukin sendokkan es cream ke mulutnya
"Anjim ya anak ini!"
"Ngatain gue tolol!"
"Lah emang iya!"
"Loe jadi gak fokus! Makan bakso pake sedotan! Minum es teh di sendokin pelan - pelan sambil ngelamun!"
"Loe lebih serem dari Somi anjay"
"Somi yang ketauan sama bokapnya karena suka clubbing terus kartunya di blokir semua ajah gak ampe tolol!"
Kesel Jaemin
"Ck! Masih loe bahas ya!"
"Waktu itu- waktu itu... gu-"
"Tahan bentar Jeno telpon!" Jaemin menghentikan omongan Haechan dengan tangan tepat di depan mukanya
'Anjing emang! Kalo udah bucin tetep bucin emang!' Batin Haechan kesel
"Iya Nono?"
'Anjing apa tu? Nono? Sumpah jijik gue!' Monolog Haechan liatin temenya sambil makan es cream
"Iya, tunggu, Nana udah mau keluar,,"
"Iya,, sayang NONO..."
Jaemin menutup panggilan nya dan menatap sahabatnya
"Kenapa loe?"
"Pengen muntah gue, bau bau bucin akut!" Ledek Haechan masuk lift dan menekan huruf G,
"Dih! Jomblo mah iri!" Jawab Jaemin yang udah masuk lift
"Maklum lah,, masih anget! Liat setela tiga bulan!" Cuek Haechan nyuapin es cream ke mulutnya
"Sahabat rasa setan loe!" Sarkas Jaemin yang keluar lift duluan saat pintu lift baru saja kebuka
Haechan mengekor Jaemin
Saat di lobby Jaemin sudah melihat Jeno sudah menunggu di dalam mobilnya,
"Gue duluan ya,," Jaemin pamit
"Iya, hati - hati,"
"Jangan pulang malem"
Setelah dadah dadah mobil Jeno pergi meninggalkan area lobby
"Lah? Si bego ya... kan gue belom telpon pak An?" Haechan sedikit minggir sambil mukul kepalanya
"Kalo loe pukul kepala loe gitu terus, loe bisa pinsan dan bikin heboh satu mall!" Tiba - tiba suara mengagetkan terdengar dibelakang nya
"Dih loe!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
DOKTER JUNG
FanfictionSeorang Dokter muda tampan yang menjadi idaman, Dokter Bedah Umum yang nyasar menjadi petugas kesehatan salah satu sekolah menengah atas. Kok bisa? Di sisni akan diceritakan penyebab Dokter bermarga Jung terdampar, dan cerita tentang beberapa murid...
