duapuluhEnam

375 28 1
                                        

Tuan Lee langsung pulang malam itu juga, ketika melihat pesan dari Dokter Kim,
Beliau sampai di rumah sakit ketika tengah malam, dan mendapati anaknya yang terbaring di ranjang bahkan dengan alat bantu pernafasan di temani temanya yang duduk disebelahnya dan menoleh saat dia memasuki ruangan,

"Tuan Lee?"

"Bagaimana?" Tanyanya langsung dengan menatap sedih pada sang anak

"Kondisinya menurun, Dokter Doyoung atau suster memeriksa setiap dua jam sekali, tapi masih belum ada kemajuan," jelas teman Haechan

"Terimakasih nak sudah menjaganya, saya lupa namamu?

"Mark, Tuan, Mark Lee"

"Ouh, ya yang waktu itu juga menjaga Haechan kan?" Mark mengangguk sebagai jawaban

"Kamu bisa istirahat, biar saya yang menjaga,"

"Tidak apa tuan, anda baru saja datang dari luar kota bukan? Anda bisa istirahat," Mark

"Dokter bilang, ada yang perlu di sampaikan kepada anda nanti, jadi anda istirahat saja," imbuhnya

"Baiklah, terimakasih banyak.... kau baik sekali,"

Lalu Tuan Lee melangkah ke arah sofa,

Mark kembali menghadap sang kekasih,
Jujur hatinya sakit melihat nya seperti ini, ditambah wajah tegang dokter yang datang setiap memeriksa kondisinya,
Mark yakin ada yang tidak beres, tapi dia tidak bisa bertanya, karena takut dengan jawabnya,
Pengecut sepertinya bagian sifatnya jika berurusan dengan Haechan,

Saat pagi tiba Mark ijin untuk pulang, karena dia harus sekolah, mau bagaimana pun, dia seorang pelajar, dan tuan Lee bergantian berjaga,

#

"KAK MARK!!"
orang itu berlalari diikuti oleh lelaki lain di belakangnya, siang ini dia pergi kekantin untuk mengisi perutnya, dan secangkir kopi ntuk kesadaranya,

"Bagaimana Haechan?!" Jaemin, orang yang memanggilnya, Mark melihat Lucas yang berada di sebelahnya, sedangkan Jaemin dan tentu Jeno sudah duduk di depanya

"Gue tau, kalian pacaran" jawab Lucas datar dan di akhiri senyum, entah itu senyum tulus atau tidak, Mark sedang kacau jadi tidak bisamembedakanya

"Apa paman Lee sudah datang? Seharusnya mami disana sekarang!"

"Sebenarnya kenapa?" Tanya Lucas

"Tenang Jaemin, percaya Haechan akan baik oke?! Dan tuan Lee sudah datang semalam," jelasnya pada Jaemin
"Dan, Bro... sorry,  gue gak bermaksud unt-"

"Its oke Mark,, Haechan udah bilang sama gue kalo dia gak suka gue lebih dari temen," Lucas memotong ucapannya dan memberitau apa yang pernah Haechan bilang padanya

"Thanks Bro! Dan apa loe bisa jaga rahasia?" Lucas menatap tiga orang di sana,

"Gue, Jaemin dan Jeno punya rahasia yang gak bisa orang lain tau termasuk orangnya? Loe harus bisa ber akting sebaik mungkin!" Mark menatap sahabatnya itu ter lihat dia semakin bingung

"Ini soal Haechan kak" Jaemin

Lucas menaikan satu alisnya semakin bingung

"Rahasia ini menyangkut Haechan bro,"
"Dia sakit Leukimia, " kata Mark lirih hampir berbisik

"Hah! Serius loe!! Dia sehat gitu!!" Lucas

"Ck, loe kira dia kenapa bisa masuk rumah sakit waktu itu sampai di rawat?" - Mark

"Tunggu!!"
"Sejak kapan?"
"Maksud gue? C'mon men! Penyakit itu gak mungkin dateng tiba - tiba gitu kan? Pasti ada  gejala, dan gue gak pernah tu liat dia-"
"What! Jangan - jangan -"

"Iya, selama ini jika kita liat Haechan di UKS, itu sebenarnya gejalanya, dokternya bilang kondisinya belum parah tapi, kemarin dia terlihat tidak baik,," Jaemin menjelaskan dengan mata meradang
"Gue udah bujuk dia ke UKS, tapi selalu di tolak," air matanya mulai menetes
"Hiks,, Nono.." Jaemin mulai menangis di dekapan Jeno

"Jadi gimana? Apa itu pertanda buruk?" Lucas

"Gue gak tau, yang pasti sejak sore pulang sekolah gue jagain dia, dua jam sekali akan ada dokter atau suster yang periksa dia dengan muka yang bikin gue takut" mereka semua tau maksud perkataan Mark
"Gue gak siap denger hal buruk dari mereka, gue bahkan gak berani bertanya" tambahnya, Lucas mengelus punggung sahabatnya,  pasti sedih menjadi Mark, melihat kekasihnya kesakitan

"Nono.. nanti kita kerumah sakit lagi ya..."

"Iya,," Jeno mengangguk sambil menggenggam tangan sang kekasih, menyalurkan semua kekuatan
"Sekarang Nana makan ya? Biar punya tenaga buat jenguk Ecan," rayunya dan di jawab anggukan,
Lalu Jeno bangun memesan makan untuk kekasih, meninggalkan ketiga orang disana yang diam dengan pikiranya sendiri, Lucas yang masih belum menyangka, serta Mark dan Jaemin yang takut, hawatir dan sedih,

'Sunshine... aku mohon.... bertahanlah,, dan sembuhlah...'

#

"Kita gak bia lakuin apaun dulu sekarang, kondisinya masih lemah, tapi Dokter Rich bilang kita akan lakukan tes lagi, besok."
"Saat ini kita hanya bisa memberi nya imunoterapi melalui infus,"

"Lalu bagaimana dengan tingkat kesadaranya?"

"Ck! Kenapa loe gak kesini ajah sih! Cek sendiri! Kesel juga lama - lama!" Katanya yang terdengar nada kesal

"Ayolah Doy,, loe jahat banget sama gue!"

"Lagi loe kayak bukan dokter! Menurut loe gimana sampe gue kasih dia imun doang kalo kondisinya dan tingkat kedaranya gak rendah!" Di jamin orang yang bernama Doy itu sudah kesal

"Ck! Marah - marah mulu!"

"Loe ya! Jangan telpon telpon gue lagi!! Musuhan kita!" Ya, mereka berbicara di dalam saluran telepon

"Ya elah Doy,, jangan gitu dong,,, nanti gue ajakin loe ke kantor bokap gue deh,,"

"Yak! Jung Jaehyun apa maksud Loe!!" Jaehyun yang di teriaki dari dalam ponselnya itu terkekeh tanpa suara

"Kan ada om Teil disono..." godanya lagi

"Jaehyun bangsat! Dia udah punya istri ya!! Gue patahin lagi kaki loe!!" Jaehyun yakin jika tidak ada Om Teil, Doyoung pasti akan antusias seperti pertama kali mereka berkunjung untuk pertamakali dan  terakhir kali untuk Doyoung,

"Jangan teriak! Nanti pasien loe kabur karena takut!!" Sahutnya sambil tertawa

"Diem! Gue mau tanya seius!" Suaranya berubah terdengar serius

"Maaf, apa?"

"Loe? Suka sama Haechan?"

♡♡♡♡♡

Bilang iya Dokter Jung!
Cupu ni Dokter!
Kesel gue jadina!

DOKTER JUNGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang