tujuh

24 13 0
                                    

"bayu, bangun sudah pagi!"
Kakek membangun kan Bayu sambari mengelus rambut Bayu.

"Ibu ..."
Satu kata terlontar keluar dari mulut Bayu, ia mengira kakek adalah ibunya yang sedang membangun Bayu dari tidurnya.

"ini kakek Bay."

"Ibu di mana kek?"
Bayu menggenggam tangan kakek dengan sangat kuat ia sangat ingin tahu bagaimana sosok ibunya.

"Ibumu dan ayahmu sudah tidak ada."

Lagi-lagi Bayu mendengar jawaban itu, dalam batinnya ia tidak percaya. Bayu merasa mereka masih ada namun tidak ingin bertemu dengannya. Melihat Bayu kebingungan, kakek menyuruh Bayu bersiap untuk pergi ke sekolah.

"Ayo bangun siap-siap berangkat ke sekolah jangan sampai kamu telat lagi."

"Baik kek Bayu siap-siap sekarang."

"Sebentar Bay, Badannya masih sakit gak?" kakek mengkhawatirkan keaddan Bayu.

"Aku tidak apa-apa."
Bayu menjawab pertanyaan Kakek dengan senyuman sebenarnya ia masih merasakan sakit tapi ia ingin sekolah.

"Ya sudah kamu siap-siap sekarang."

Tidak lama kemudian Bayu pun selesai rapih-rapih dan siap untuk berangkat sekolah ia pun langsung berpamitan dengan kakek nya yang sedang duduk sambil meminum teh hangat yang ia buat.

"Kek Bayu berangkat dulu."
Bayu berpamitan sambil mencium tangan kakeknya.

"Iya Bay hati-hati di jalan."

Bayu pun berangkat sekolah, Kakinya terasa nyeri seperti ada yang jarum yang menusuk pada kakinya, ia tetap menahan rasa sakit itu, tekadnya untuk bersekolah sangat tinggi. Menit demi menit berlalu akhirnya ia sampai di depan pintu gerbang sekolah.

"tumben ga telat bay."
Pak satpam menegurnya.

"setiap hari juga tepat."
Bayu tersenyum.

"Tepat telatnya kan."

"Nah tuh tau, hahaha"
Bayu tertawa dan mulai berjalan meninggalkan pak satpam.

Ia melangkah perlahan, matanya memperhatikan ruangan demi ruangan yang ada, berharap ia bisa bertemu lagi dengan perempuan aneh itu, namun hasilnya tidak sesuai harapan ia tidak melihat di mana pun. Dan akhirnya ia berjalan ke kelasnya.

Krekkk ...
Bayu membuka pintu dengan tangan kanannya. Seisi kelas melihat ke arah Bayu namun Bayu tidak mempedulikan hal itu ia langsung duduk di bangkunya dan diam menunggu jam pelajaran di mulai.

Prok ... prok ... prok ...
Tepukan tangan Roy terdengar jelas di ruangan kelas, ia langsung berdiri dan menghampiri Bayu.

"Kuat juga lo."
Roy berbisik tepat di kuping Bayu. Bayu hanya diam ia malas berurusan dengan Roy.

Tiba-tiba ...

Tok tok tok
ketukan pintu.

Roy pun kembali ke tempat duduknya, Bu Ani pun memasuki kelas dan memberikan salam kepada seluruh muridnya.

"Selamat pagi anak-anak."

"Selamat pagi Bu."

"Hari ini ibu akan rapat dengan guru-guru lainnya jadi hari ini kalian tetap diam di kelas jangan sampai ada keributan sampai ibu kembali. kalian mengerti?"

"Mengerti Bu,"
Ucap para murid.

"Baik ingat pesan ibu!"
Bu guru melangkah keluar keluar kelas untuk menghadiri rapat dengan kepala sekolah.

Ya saat-saat free class seperti inilah yang sangat di senangi oleh anak-anak ada yang tidur di kelas, bucinan, bulak balik keliling kelas, nonton film di satu hp tapi yang nonton se kecamatan. Terlebih bagi Roy dan teman-temannya karena mereka bebas melakukan kegiatan yang mereka suka, seperti menyanyikan lagu Rita Sugiarto yang sering muncul di televisi pada saat itu sembari memukul meja sebagai pengganti gendang.

Kalo ada makanan di meja...

Mejanya yang ku makan...

Tenonet tenonet eyy...

tanpa meraka sadari bu Ani melihat mereka dari jendela dengan tatapan yang tajam. 

"HEYY!!! KALIAN SUDAH SAYA BILANGIN JANGAN BERISIK!" Bu Ani yang sudah terlanjur kesal pun segera memasuki kelas dan memarahi semua siswa yang berisik, yang sudah bisa di pastikan siswa yang berisik adalah kelompok Roy dan teman-temannya.

"woy guru kiler udah dateng bubar! bubar!" mereka semua kembali ke tempatnya masing- masing.

"bagus sekali kalian di saat saya tidak ada di kelas malah berisik kaya tadi! ini sekolahan bukan tempatnya kalian nyanyi-nyanyi ga jelas kaya tadi!" Cetus bu Ani kepada Roy dan teman-temannya.

"Perasaan kita tadi nyanyi jelas Bu," Sahut Roy.

"Ngejawab sekali lagi kamu saya panggil orang tua kamu!"

"Maaf Bu." Roy tidak ingin orang tua nya datang lagi ke sekolahnya karena seminggu terakhir orang tua nya sudah di panggil ke sekolah gara-gara kasus tawuran yang Roy alami.

"Baiklah, ibu ada pengumuman besok kalian libur sekolah, di karena kan akan ada pembersihan di sekolah kita ini. Sekarang kalian boleh langsung pulang ke rumah masing-masing, kecuali Roy dan kelompoknya! kalian harus membersihkan kelas ini sebagai hukuman supaya kalian sadar akan kesalahan kalian."
bu guru menyampaikan pengumuman kepada seluruh anak muridnya.

"Oke siap bu mengerti."

"Baiklah pelajaran hari ini selesai, silakan untuk yang lainnya pulang ke rumah masing-masing."

Bu Ani sudah keluar kelas dan satu per satu murid pun mulai meninggalkan kelas, Bayu yang saat itu ingin meninggalkan kelas pun di jegat oleh Roy.

"Heyy mau kemana lo! enak aja langsung pulang gitu aja!" Roy menghalangi jalan Bayu untuk yang ke sekian kalinya.

"Mau apa lagi si lo Roy?!" Sahut Bayu dengan kesal.

"Lo ga denger kata Bu Ani? bersihin nih kelas gue sama bocah mau cabut!" Roy memanfaatkan bayu untuk melakukan hukuman dia.

Bayu yang tidak terima pun menolak permintaan Roy "gue gak mau!" Jawab bayu sambil menatap Roy dengan tatapan yang tajam.

Roy yang mendapat jawaban seperti itu pun tidak terima dan langsung  menaikan alis nya memberikan kode kepada teman-temannya untuk memberikan Bayu pelajaran karena menolak permintaannya. Namun Bayu segera mendorong Roy dan melarikan diri gerakan Bayu yang cepat dan sigap menyelamatkan dia untuk hari ini.

"Sialan! liat aja nanti lo Bay!" Ketus Roy ia sangat kesal dengan kelakuan Bayu terhadapnya.

7

RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang