Sore ini Revan tidak pulang ke apartemennya,karena janjinya dengan sang bunda sekarang disinilah dia,dirumah orang tuanya.
Setelah mengucap salam,Revan langsung masuk ke dalam rumah,"bunda...bun..."panggilnya.
Tak lama suara pintu terdengar,rupanya bunda Revan baru keluar dari kamar,"duh anak bunda sudah sampai,lebih baik kamu mandi dulu setelah itu baru kita bicara,bunda tunggu di ruang makan ya".
Revan bergegas naik ke kamarnya,langsung saja dia membersihkan diri.Setelah tubuhnya segar Revan turun ke bawah menemui bundanya.
"Ada apa seh bun,kayaknya serius banget?"tanya Revan
"Emang serius,tp lebih baik kita makan malam aja dulu sambil nunggu ayah kamu selesai mandi".
Revan tak menjawab lagi,dia lebih memilih untuk makan malam saja.tak lama ayahnya pun ikut bergabung bersama istri dan anaknya.
"Revan apa kamu sedang dekat dengan seorang gadis?"tanya bunda rita ibunya Revan.
"Revan gak lagi dekat dengan siapa pun,memangnya kenapa bun?"Revan balik bertanya.
Sekarang ayahnya yang mulai berbicara,"begini Revan ayah dan bunda berniat menjodohkan kamu dengan anak sahabat kami,bagaimana menurut kamu?"
"Bunda harap kamu bersedia menerima perjodohan ini"
Sebenarnya Revan kaget mendengar rencana perjodohan ini,padahal umurnya baru genap berusia 24 tahun.dan dia merasa masih muda untuk apa harus memikirkan pernikahan.
"Bun,apa gak terlalu cepat buat Revan berkeluarga.Revan masih muda,takutnya Revan belum bisa bertanggungjawab dan menjadi imam yang baik untuk keluarga Revan nanti".jawab Revan.
"Ayah dan bunda yakin kamu pasti bisa bertanggungjawab dan menjadi imam yang baik untuk keluarga kamu"
"Lagi pula anaknya sahabat bunda tu udah pasti cantik,bunda juga punya fotonya.nyesel kamu kalo nolak,betul kan yah?"
"Bunda kamu benar,lagian dia juga masih sekolah di tempat kamu mengajar".
"Apa!!! Masih sekolah?"Revan tambah kaget saat mengetahui hal tersebut,"gak deh yah..mana mungkin sih Revan nikahi anak sma,Revan gak mau".
"Emang kenapa,dianya juga udah kelas 12,gak lama lagi selesai,pAling sekitar tiga bulanan lagi".
"Mau yaa...demi Bunda,rasanya bunda pengen banget gendong cucu,kamu tu anak tunggal kalo bukan sama kamu sama siapa lagi bunda minta cucu,mau yaa sayang"ucap bunda sedih.
Melihat mata bundanya yang berkaca-kaca,Revan jadi gak tega.memang selama Revan tinggal di apartemennya,bunda selalu mengeluh sepi sendirian.lagi pula Revan bisa melihat fotonya dulu,kalo gak sreg di hati Revan bakal mencari cara untuk menggagalkan perjodohan ini.
"Boleh Revan lihat fotonya bun"
"Oh tentu,sebentar ya bunda ambil dulu"ucap bunda sangat antusias.
Saat melihat fotonya,langsung saja Revan terkejut itukan murid yang tadi di perhatikan.
Seulas senyum tipis dia keluar kan,mungkinkah dia jodohku?
Batinnya bertanya.
"Apa dia menerima perjodohan ini bun?"
"Tadi tante ira hubungi bunda,katanya anaknya udah setuju walaupun masih agak ragu.jadi sekarang giliran kamu yang harus meyakinkan dia supaya dia mantap untuk menerima perjodohan ini".Bunda rita menjelaskan.
"Revan akan coba bun,tapi kalo dia gak mau nerima perjodohan ini Revan gak mau maksain dia,takutnya nanti dia gak bahagia".
"Okay,bunda yakin dia pasti mau nerima.masa anak bunda yang tampan ini di tolak sih,gak mungkin lah".
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband,my Teachers (End)
Novela Juvenil(Cover di ambil di pinterest) "dijodohin ma,tp aku kan masih sekolah ma,masa aku nikah sekarang seh,belum lagi kuliah".Dini berusaha untuk menolak rencana perjodohan ini. "ini sudah menjadi keputusan mama dan papa,dan gak bisa d ganggu gugat".kekeh...
