Typo bertebaran!!!
Happy reading:-)
Suasana didalam ruangan Revan menjadi dingin dalam sekejap.begitu Viona keluar dari ruangan Revan,Dini menatap tajam Revan. Tangannya di lipat di atas perut buncitnya, menunggu penjelasan dari pria dihadapannya yang terlihat salah tingkah seperti takut ketahuan sedang berselingkuh di belakang istrinya.
Revan sendiri pun bingung harus mulai menjelaskan darimana.lama mereka terdiam dalam keheningan, akhirnya Revan membuka suaranya.
"Maaf dan tolong jangan salah paham dengan apa yang kamu lihat tadi."suara Revan memecah keheningan.
Dini tak menjawab,dia lebih memilih menaikkan alisnya tanda tak mengerti maksud suaminya itu.
"Tadi ada sedikit masalah dengan resort di Bali, jadi tadi mas buat rapat dadakan di ruangan mas,kami tidak hanya berdua di ruangan ini.ada manajer keuangan dan kepala staf juga,tapi mereka buru-buru pergi karena ada urusan mendadak,jadi tinggal mas dan viona yang sedang menjelaskan kekurangan anggaran.dan tak lama kamu datang."jelas Revan panjang lebar berharap Dini mengerti dengan apa yang dilihat tadi.
"Siapa yang gak berpikir macam-macam, apalagi melihat kedekatan kalian berdua tadi."Rajuk dini dengan wajah masam."dan oh...apa tadi mas lihat bagaimana pakaiannya? Dadanya hampir tumpah dimeja mas,dan posisi mas itu sangat rawan.sedikit saja mas menoleh ke kanan,bola mata mas pasti keluar melihat dada silikonnya."lanjut dini murka tapi tidak dengan Revan yang melihat ekspresi wajah dini yang terlihat sangat lucu saat memperagakan mata melototnya.
Revan menahan senyumnya saat dini menyadari dia akan tertawa.
"Mas tau, makanya mas gak menoleh dan mas berterima kasih sama kamu karena telah menyelamatkan mata mas yang masih suci ini."
"Benarkah mata mas masih suci?"dini tersenyum sinis mengejek Revan.
"Tentu saja tidak kalau untuk kamu sayang.karena mas sudah melihat seluruh tubuh kamu dengan mata mas ini."ujar Revan frontal dengan tatapan menggoda Dini.
Wajah dini merona merah karena ucapan revan.dia mengalihkan pandangannya ke arah lain supaya Revan tak melihat wajah malunya.
"Aku gak mau tau,mas gak boleh lagi ke kantor kalau sekretaris mas masih berpakaian seperti itu!!"pinta Dini dengan suara lembutnya.
Revan menghela nafas mendengar permintaan dini.
"Jangan dong sayang, kalau mas gak ke kantor nanti kerjaan mas gimana?tanya Revan sambil memikirkan cara untuk menghentikan perdebatannya dengan dini.
"Ya udah mas tinggal pecat aja dia,dan cari sekretaris yang baru.tapi yang cowok,biar akunya tenang dirumah,gak kepikiran mas terus dikantor."jawab dini dengan nada yang cemburu."mas tau gimana perasaan aku, ngebayangin badan aku yang udah gendut aja aku takut.takut kalau mas bakal berpaling dari aku."cicitnya pelan,tapi terdengar jelas di telinga Revan.
"Jadi selama ini kamu kepikiran mas terus dan mas gak akan berpaling hanya karena kamu udah gendut. Sayang apa kamu cemburu dengan viona?"tanya Revan hati-hati.
"Jangan sebut nama perempuan itu!!"dini kesal karena Revan terus mengulang nama sekretarisnya."dan mas juga mengakui kalau aku udah gendut,jadi apa mas sekarang mau beralih ke lain hati?"
Revan menutup mulutnya, tak percaya dengan tuduhan istrinya.rupanya susah juga menghadapi istri yang sedang cemburu.
"Sayang dengerin mas ya"Revan mengambil tangan dini menautkan jari-jarinya."kamu gak perlu cemburu, apalagi dengan sekretaris mas.mas cuma cinta sama kamu,gak akan ada orang lain di keluarga kecil kita,hanya ada kamu,mas,dan anak-anak kita nanti.dan kamu gendut karena sekarang lagi mengandung anak mas,jadi gak mungkin mas berpaling.kamu adalah istri dan ibu untuk anak-anak kita nanti."ujar Revan tulus.
Dini yang mendengar ucapan Revan pun terharu, dia sebenarnya tahu kalau Revan sangat mencintainya.sudah banyak bukti dan pengorbanan Revan untuknya.tapi hormon kehamilannya kadang membuat dia menjadi lebih sensitif dan protektif.dia takut kehilangan Revan,dan dini tak ingin itu terjadi apalagi ada yang merebut Revan darinya.
"Terus sekretaris mas itu gimana?"tanya dini setelah terdiam beberapa saat tadi.
"Kamu tenang ya sayang,mas akan menegur dia untuk terakhir kalinya.kalau dia tak merubah pakaiannya,terpaksa mas akan memecatnya."jawab Revan sambil membelai rambut dini.
Mendengar jawaban Revan,dini bisa bernafas lega.dia pun sebenarnya tak ingin Revan asal memecat sekretaris,tapi karena cara berpakaian itulah yang membuat dini was-was dan tak tenang saat Revan ke kantor.
"Jadi bisakah kita makan siang sekarang?"tanya Revan."perut mas sudah kelaparan sejak tadi."lanjut Revan dengan wajah memelas.
"Tentu saja.kita makan sekarang,debay juga sudah lapar,pengin di suapin ayahnya."ucap dini manja sambil mengusap perutnya sayang.revan sampai gemas melihat tingkah dini yang sering berubah-ubah.
Dini membuka tutup rantang Tupperware,wangi ayam dan sayur asemnya menyebar di ruangan tersebut.
"Sini biar mas suapin makannya."Revan mengambil alih tempat makan yang di pegang dini dan langsung menyuapinya.mereka makan sambil sesekali dini menjahili Revan dan Revan yang kadang tertawa melihat tingkah jahil dini.
Walau sekarang sudah dalam perjalanan pulang,dini masih kerap menjahili revan.dia juga kerap menggoda Revan yang tadi sempat menegur sekretarisnya.dini masih ingat dengan ucapan tegas Revan,kalau besok pakaian kamu masih seperti itu,saya akan langsung memecat kamu dari kantor saya.dan ingat!!ini adalah peringatan terakhir untuk kamu.dan jangan di lihat wajah viona,mimik wajahnya terpancar ketakutan.dia hanya membalas ucapan Revan dengan menganggukkan kepalanya,tanda ia mengerti dengan ucapan Revan.
Dini masih tersenyum manis saat sudah sampai di lobi apartemen.hatinya sedang bahagia,dia mengaitkan tangannya pada lengan Revan saat berjalan menuju apartemennya.
Revan juga bahagia melihat dini bisa tersenyum lepas.walaupun kadang dini bisa sangat menjengkelkan tapi Revan sangat mencintai istrinya.
Hallo semua!!! terimakasih karena sudah membaca cerita ini.maaf kalau masih banyak kurangnya karena author masih pemula.buat kalian semua cerita ini hampir ending yaa.
Jangan lupa nanti juga ikut mampir di cerita baru author.tapi belum tau mau di publish kapan.he..he..
Salam hangat buat kalian semua😘😘
Jangan lupa pencet bintang dan coment yang membangun!!!
Trims:-)
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband,my Teachers (End)
Teen Fiction(Cover di ambil di pinterest) "dijodohin ma,tp aku kan masih sekolah ma,masa aku nikah sekarang seh,belum lagi kuliah".Dini berusaha untuk menolak rencana perjodohan ini. "ini sudah menjadi keputusan mama dan papa,dan gak bisa d ganggu gugat".kekeh...
